Kapolresta Andrias Temui Warga Arbes Batu Merah, Dorong Perdamaian RT 05 dan RT 06
- account_circle Admin
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho S.I.K., M.Si, mengajak warga RT 05 dan RT 06 di kawasan Arbes, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, mengakhiri dendam dan menjaga perdamaian setelah bentrokan yang sempat terjadi di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan bersama warga, Andrias menegaskan perdamaian harus menjadi komitmen bersama.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen, termasuk TNI, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga.
“Kami dari kepolisian selalu ingin membawa damai. Di sini kita semua berasal dari berbagai suku. Persatuan adalah satu keindahan. Mari kita mewariskan perdamaian untuk anak cucu kita. Jangan tinggalkan dendam,” kata Andrias.
Menurut dia, masyarakat perlu membangun kebiasaan yang memperkuat hubungan sosial antarwarga. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti bersama setiap Jumat atau Minggu.
Andrias berharap pertemuan warga tidak berhenti pada seruan damai. Masyarakat perlu menunjukkan komitmen tersebut melalui tindakan nyata, menjaga komunikasi, dan mencegah perselisihan kecil berkembang menjadi konflik terbuka.
Keamanan Menjadi Fondasi Pembangunan
Andrias menegaskan keamanan merupakan salah satu fondasi penting bagi pembangunan Kota Ambon. Lingkungan yang aman akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.
Ia mencontohkan rencana penutupan gerai Indomaret di kawasan Arbes pada bulan berikutnya. Sebagai Kapolresta ia menyatakan dirinya menjamin keamanan wilayah tersebut dan meminta masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif.
“Perlu diketahui, bulan depan Indomaret di depan itu mau tutup, tapi saya jaminkan wilayah ini aman. Bantu saya menjaga kedamaian,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya menciptakan rasa aman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Ia menilai upaya menjaga keamanan membutuhkan keterlibatan aktif warga, bukan hanya mengandalkan kehadiran aparat.
Dirinya juga meminta masyarakat membiasakan diri mengajarkan kebaikan kepada generasi muda. Menurutnya, pembinaan pemuda harus berjalan berkelanjutan agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
Tegaskan Penegakan Hukum
Selain mengajak warga berdamai, Andrias menegaskan kepolisian tetap akan menindak pelaku apabila bentrokan kembali terjadi.
Ia meminta masyarakat tidak menghalangi petugas yang menjalankan tugas penegakan hukum, termasuk ketika anggota kepolisian hendak menangkap orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana.
Penegakan hukum, menurut dia, harus berjalan seiring dengan upaya membangun perdamaian. Penyelesaian konflik tidak boleh mengabaikan pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku kekerasan.
Andrias berharap masyarakat memahami bahwa menjaga perdamaian bukan berarti membiarkan pelanggaran hukum. Warga justru perlu mendukung kepolisian agar setiap persoalan dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertemuan Rutin dan Pos Keamanan
Untuk menjaga keberlanjutan upaya perdamaian,
Ia mendorong pembinaan pemuda serta komunikasi rutin antara pengurus RT, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di kawasan Arbes.
Menurut Andrias, komunikasi yang terbuka dapat membantu mendeteksi persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Rencana penempatan pos keamanan di wilayah tersebut juga akan dilanjutkan. Namun, ia menekankan keberadaan pos saja tidak cukup untuk menjamin keamanan tanpa kepedulian dan partisipasi masyarakat.
“Kepedulian warga sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan bersama pihak kepolisian dan rekan-rekan dari TNI,” ujarnya.
Andrias berharap pertemuan tersebut menjadi titik balik bagi masyarakat Arbes, khususnya warga RT 05 dan RT 06, untuk membangun lingkungan yang aman dan damai.
Ia menekankan bahwa perdamaian membutuhkan komitmen jangka panjang. Warga perlu menjaga komunikasi, membina generasi muda, dan bekerja sama dengan aparat agar bentrokan serupa tidak kembali terjadi.*(01-F)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar