Ceramah di Markas Kodam XV/Pattimura, Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Iman, Amal dan Perdamaian di Era Disrupsi
- account_circle Admin
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, menyampaikan ceramah tentang penguatan iman dan amal di hadapan Pangdam XV/Pattimura Putranto Gatot Sri Handoyo dan jajaran prajurit Muslim. Jumat (20/2/2026).
Yamin menegaskan, iman tidak berhenti pada simbol dan pengakuan lisan. “Iman itu harus terucap dengan lisan, diyakini dalam hati, dan terbukti dalam perbuatan. Tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyebut Ramadhan sebagai momentum paling konkret untuk menguji kualitas keimanan. Yamin mengutip hadis qudsi tentang puasa: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Menurut dia, pesan itu menunjukkan dimensi spiritual puasa yang personal antara hamba dan Tuhan.
“Allah tidak membutuhkan apa pun dari manusia. Namun Allah memerintahkan kita berpuasa karena puasa itu untuk-Nya. Di situlah letak kemuliaannya. Puasa melatih kejujuran, integritas, dan kesadaran bahwa ada pengawasan Ilahi yang tak pernah terputus,” katanya.
Yamin menempatkan iman sebagai fondasi menghadapi perubahan cepat di bidang teknologi, ekonomi, agama, dan pendidikan. Ia menilai era digital menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman terhadap ketahanan moral.
“Disrupsi teknologi membuat informasi begitu mudah tersebar. Disrupsi ekonomi mengubah pola hidup dan orientasi material. Bahkan dalam ranah agama dan pendidikan, perubahan terjadi sangat cepat. Karena itu, iman harus menjadi fondasi. Tanpa iman yang kokoh, manusia mudah goyah dan kehilangan arah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ibadah tidak cukup bersifat ritual. Amal harus berdampak sosial. Kepada para prajurit, Yamin meminta agar Ramadhan dijadikan ruang pembentukan karakter: disiplin, tangguh, jujur, dan berintegritas.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahaya hoaks dan provokasi digital yang berpotensi memecah persaudaraan.
“Ramadhan adalah bulan damai. Jangan nodai dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan mudah percaya pada kabar yang memicu kebencian. Saring sebelum sharing. Tahan jari, jaga hati,” tegasnya.
Menurut Yamin, menjaga lisan di era digital berarti juga mengontrol unggahan, komentar, dan pesan di media sosial. “Hari ini, dosa tidak hanya keluar dari mulut, tetapi juga dari jempol. Maka kontrol diri adalah bagian dari iman,” katanya.
Pengajian rutin yang diselenggarakan di Masjid Al-Ittihad, Markas Kodam XV/Pattimura ini berlangsung khidmat. Kehadiran Pangdam bersama jajaran prajurit menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat spiritualitas sebagai bagian dari ketahanan moral.
Di akhir ceramah, Yamin mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadhan sebagai titik pembaruan diri.
“Mari kita buktikan iman kita. Bukan hanya terucap, tetapi tertanam dan terbukti. Dari masjid ini, kita kirim pesan damai untuk Maluku dan Indonesia,” pungkasnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar