Breaking News
light_mode

Riset Jala Ina sebut Terumbu Karang Negeri Liang Malteng dalam Kondisi Terancam

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
  • visibility 365
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malteng,Tajukmaluku.com-Hasil riset yang dilakukan oleh Jala Ina pada Februari 2025 lalu menunjukkan kondisi terumbu karang di perairan Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Penelitian yang dilakukan di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) ini mengungkap bahwa rata-rata tutupan karang hidup di bawah 5%, dengan rincian 2,01% di stasiun 1, 1,09% di stasiun 2, dan 3,01% di stasiun 3. Berdasarkan standar Kementerian Lingkungan Hidup (Keputusan Menteri LH No. 4 Tahun 2001), angka ini masuk dalam kategori buruk.

Substrat dominan yang ditemukan dalam survei berupa puing karang (rubble), pasir, dan batu, menandakan degradasi struktural pada ekosistem terumbu karang. Ini merupakan dampak dari aktivitas manusia yang merusak lingkungan laut, seperti penangkapan ikan menggunakan bom dan racun, serta lemahnya pengawasan terhadap praktik-praktik tersebut.

Menurut M. Yusuf Sangadji, peneliti Jala Ina, temuan ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak. “Data ini adalah sinyal peringatan. Terumbu karang yang rusak tidak hanya kehilangan fungsi ekologis, tetapi juga mempengaruhi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya dalam forum diseminasi yang diselenggarakan di Kantor Negeri Liang, Kamis, (15 Mei 2025).

Hasil riset ini diperkuat dengan testimoni masyarakat Negeri Liang. Armin Lessy salah satu warga Liang mengatakan, “Tahun 90-an katong masih bisa ambel ikan di pante, sekarang su susah. Untuk itu katong perlu pemulihan terumbu karang, dan solusinya harus ada Perneg (Peraturan Negeri) yang mengatur.” ujarnya.

Foto: Hancurnya terumbu karang di perairan negeri Liang, Malteng

Kegiatan diseminasi ini jadi ruang reflektif sekaligus komitmen lintas sektor. Kepala Pemerintahan Negeri Liang, Taslim Samual, menyatakan bahwa diseminasi riset ini diharapkan menjadi langkah awal pembangunan dalam pemulihan terumbu karang di wilayahnya. Ia menegaskan kesiapan pemerintah negeri untuk mendukung upaya konservasi yang berbasis adat dan ilmiah.

“Diseminasi riset ini diharapkan agar menjadi langkah awal pembangunan dalam pemulihan terumbu karang di Negeri Liang. Kami akan sangat mendukung,” ujarnya.

Ditempat yang sama, lewat kacamata akademisi, Dr. M. Sangadji dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, menyampaikan bahwa pemulihan terumbu karang sangat penting untuk mengembalikan kehidupan masyarakat seperti dahulu kala, ketika hasil tangkapan laut melimpah dan mudah diperoleh.

“Dari kampus, kami siap membantu Bapak/Ibu dalam merehabilitasi terumbu karang di Negeri Liang,” ujarnya.

Sementara itu, O. Z. Tihurua, M.Si, peneliti masyarakat pesisir, menekankan bahwa degradasi lingkungan laut juga dipicu oleh perubahan cara pandang masyarakat terhadap laut.

“Kerusakan terumbu karang terjadi karena laut tak lagi dipandang sebagai sumber kehidupan. Untuk itu, mari kita ubah cara pandang dan kembali melihat laut sebagai sesuatu yang penting,” ajaknya.

Ray T., perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku mengapresiasi program yang dilakukan Jala Ina. Ia mengakui pentingnya peran lembaga masyarakat sipil dalam menjangkau realitas problem di lapangan.

“Kami mengapresiasi program Jala Ina ini karena DKP tidak punya jangkauan yang luas untuk mengetahui langsung masalah yang dihadapi masyarakat pesisir,” tuturnya.

Foto: Desiminasi Hasil Riset

Sebagai tindak lanjut, Jala Ina merekomendasikan strategi pemulihan ekosistem laut yang meliputi rehabilitasi terumbu karang, penguatan pengelolaan laut berbasis adat (sasi) dan peraturan negeri, penegakan hukum terhadap praktik destruktif, serta pemantauan rutin berbasis partisipasi. Upaya adaptasi terhadap perubahan iklim seperti penghijauan pesisir dan edukasi lingkungan juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Foto: Pemasangan struktur buatan transplantasi karang oleh Jala Ina

Tidak berhenti direkomendasi saja, sebagai langkah konkret, Jala Ina telah memulai program rehabilitasi dengan memasang 20 unit bank karang (struktur buatan untuk transplantasi karang) di wilayah perairan Negeri Liang. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem laut.

Diseminasi ini menjadi gerbang awal konsolidasi gerakan kolektif untuk mengembalikan laut sebagai ruang hidup yang sehat dan produktif. Terumbu karang adalah fondasi bagi ketahanan pangan, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir — pemulihannya adalah investasi untuk masa depan Negeri Liang dan generasi mendatang.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidayat Wajo Beri Materi di Kaderisasi GMNI Ambon, Ini yang Disampaikan

    Hidayat Wajo Beri Materi di Kaderisasi GMNI Ambon, Ini yang Disampaikan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo yang juga merupakan mantan Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon. Materi yang disampaikan secara mendalam menitikberatkan pada muatan lokal dan dinamika geopolitik, serta berbagai pengalaman kerja yang telah ia […]

  • Hari Listrik Nasional ke-79, Dirut PLN Tegaskan Komitmen sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

    Hari Listrik Nasional ke-79, Dirut PLN Tegaskan Komitmen sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Tepat 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79. Selama 79 tahun juga PT PLN (Persero) telah menerangi masyarakat seantero Indonesia. Dengan mengusung tema “Energi Baru untuk Indonesia Maju”, perseroan berharap dapat terus berinovasi dalam menyediakan energi bersih secara berkelanjutan demi kemajuan Indonesia. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam upacara peringatan HLN ke-79 […]

  • Ini Sosok Pitoyo, Diduga Penyeludup Sianida Ke Buru

    Ini Sosok Pitoyo, Diduga Penyeludup Sianida Ke Buru

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Nama Pitoyo santer dibincangkan usai kabar dirinya akan menyeludupkan 350 kaleng berisi sianida ke Pulau Buru untuk diperdagangkan kepada para pemilik tambang emas ilegal. Pria pemilik nama asli Pitoyo Suwanto ini ternyata bukan pengusaha kaleng-kaleng, modalnya memang sangat besar untuk mendatangkan zat kimia berbahaya yang punya nilai tinggi itu. Dari penulusaran redaksi, Suwanto merupakan lulusan […]

  • Buah Sukun, Tanaman Tropis  Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim. Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel […]

  • KAAKI Maluku Ingatkan Kadis DPMDes Tuntaskan Kelengkapan Administrasi 18 Desa Persiapan di SBT

    KAAKI Maluku Ingatkan Kadis DPMDes Tuntaskan Kelengkapan Administrasi 18 Desa Persiapan di SBT

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAAKI) Maluku mengingatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) untuk segera menuntaskan kelengkapan administrasi 18 desa persiapan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Direktur KAAKI Maluku, Poyo Sohilauw mengatakan, hal itu lantaran saat ini sudah memasuki pertengahan tahun 2026 dan sebentar lagi memasuki tahun 2027. Mengingat, kelengkapan administrasi tersebut seharusnya sudah […]

  • Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka. Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini […]

expand_less