Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 105
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Aliansi Mahasiswa Bupolo Kabupaten Buru mendesak Polda Maluku untuk memecat Ipda Muhammad Naim Uslan yang kini bertugas di Polres Pulau Buru.
Desakan itu disampaikan lantaran yang bersangkutan diduga kuat terlibat sebagai mafia tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru.
“Kapolda Maluku harus menindak Muhammad Naim Uslan atas dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi ilegal tambang Gunung Botak,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa Bupolo, Viky Besan, Jumat (9/1/2026).
Lanjutnya, Ipda Muhammad Naim Uslan terindikasi membiarkan masyarakat melakukan operasi tambang ditengah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sudah mengeluarkan instruksi pemberhentian operasi.
Namun, Naim Uslan membiarkan operasi berjalan dengan meminta imbalan (keuntungan) dari para penambang.
“Bahkan, operasi penambangan berlangsung pada pos yang dibackup oleh Naim Uslan. Setiap malam ada mobil yang terlihat mengangkut material,” tandasnya.
Untuk itu, pihaknya berencana melakukan aksi demonstrasi di depan Polda Maluku dalam waktu dekat.
Aksi tersebut dilakukan berdasarkan bukti yang dikantongi para mahasiswa, dimana terdapat anggota kepolisian yang diduga ikut terlibat dalam operasi tambang Gunung Botak.
“Dalam aksi demonstrasi nanti kami akan menyerahkan bukti-bukti berupa video keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi tambang ilegal tersebut,” tandasnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar