Kasus Bullying dan Kekerasan di Sekolah Rakyat Malteng: Korban Dipukul hingga Memar
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Kasus perundungan (bullying) disertai kekerasan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 1 Maluku Tengah (Malteng) kembali terjadi, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi TajukMaluku.com, insiden itu bermula ketika beberapa siswa terlibat saling adu mulut.
Kemudian, seorang siswa berinisial DNW menerima tamparan dan ditonjok oleh dua siswa lainnya.
Atas tindakan kekerasan itu, DNW kemudian mengalami memar pada bagian wajah.
Kejadian itu kemudian membuat korban merasa trauma. Dia memilih mengurung diri sendiri di kamar dan takut untuk ke sekolah.
Pihak sekolah bahkan dinilai melakukan pembiaran terhadap persoalan bullying dan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Mengingat kasus serupa bukan baru kali pertama terjadi melainkan sudah berulang kali.
Kepala SRT 1 Malteng, Raddy Jamair saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden bullying dan kekerasan.
Dia juga mengaku pihak sekolah tengah menyikapinya dengan serius dan telah melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Saat ini pihak sekolah sedang melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk memastikan kondisi dan kebutuhan siswa yang bersangkutan,” tandasnya, Kamis (8/10/2026).
Diketahui, Sekolah Rakyat (SR) adalah program strategis nasional berupa satuan pendidikan formal berasrama (boarding school) yang dibiayai penuh oleh negara untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program inklusif yang diinisiasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi lewat pendidikan berkualitas.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar