Breaking News
light_mode

PB HMI: Menolak Keras Usulan Polri di Bawah Kemendagri atau TNI adalah Ancaman terhadap Demokrasi dan Profesionalisme Penegakan Hukum.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Wacana yang dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Deddy Sitorus untuk menempatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) menuai kontroversi. Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI Bidang Hukum, Keamanan, dan Pertahanan, M. Nur Latuconsina, menyatakan keberatan secara tegas terhadap usulan tersebut, menilai langkah ini berpotensi merusak prinsip demokrasi, profesionalisme Polri, dan independensi penegakan hukum di Indonesia.

Polri, menurut UUD 1945 Pasal 30 Ayat 4, merupakan alat negara yang bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum. Memindahkan Polri di bawah Kemendagri atau TNI akan menciptakan dualisme kepemimpinan yang dapat melemahkan integritas institusi tersebut sebagai penjaga keamanan sipil.

“Ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah ancaman serius terhadap tatanan demokrasi kita. Polri harus tetap menjadi institusi yang independen dan profesional,” tegas Latuconsina.

PB HMI memandang wacana ini dapat menjadi jalan masuk bagi politisasi Polri. Jika Polri berada di bawah Kemendagri, risiko penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik praktis semakin tinggi. Begitu pula, di bawah TNI, Polri bisa kehilangan pendekatan humanis yang selama ini menjadi karakteristik utama dalam penegakan hukum di masyarakat.

“Indonesia telah belajar dari sejarah Orde Baru, di mana Polri berada di bawah TNI. Situasi itu menciptakan atmosfer represif dan melumpuhkan kontrol sipil terhadap kekuasaan negara. Jangan sampai kita mundur ke belakang,” lanjutnya.

Sejak dipisah dari TNI melalui TAP MPR No. VI/MPR/2000, Polri menunjukkan perkembangan signifikan dalam bidang profesionalisme dan reformasi institusi. Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2023, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 70%, jauh lebih baik dibandingkan dekade sebelumnya. Mengembalikan Polri di bawah TNI atau Kemendagri hanya akan merusak capaian ini.

Selain itu, data Komnas HAM menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, pengaduan pelanggaran oleh aparat Polri menurun hingga 35%, menunjukkan tren reformasi yang positif. “Usulan ini dapat merusak momentum perbaikan yang sudah dibangun dengan susah payah,” ujar Latuconsina.

PB HMI menuntut agar pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan wacana tersebut dan fokus pada penguatan kelembagaan Polri, terutama dalam membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang humanis, modern, dan profesional. PB HMI juga mendesak PDIP untuk tidak memanfaatkan isu ini sebagai alat politik yang merugikan kepentingan rakyat dan stabilitas negara.

“PB HMI siap berada di garis depan untuk menjaga profesionalisme Polri demi demokrasi yang sehat dan penegakan hukum yang adil di Indonesia,” Tutup. Latuconsina.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Proyek Pembangunan irigasi di BUBI Kabupaten SBT yang bernilai 226,9 Miliaran sampai saat ini belum difungsikan dan tidak bisa digunakan alias ( mangkrak ), karena diduga keras ada permainan tidak sehat dalam pelaksanaan proyek pembangunan irigasi yang mulai dikerjakan tahun 2017-2020 itu.(10/03/2025) Proyek ini sudah terhitung memakan waktu pekerjaan selama 4 tahun namun petani tidak […]

  • Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

    Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) melakukan penyalaan serentak sambungan listrik gratis untuk 2.597 rumah tangga prasejahtera dalam program Light Up The Dream. Program yang berasal dari donasi pegawai PLN ini sekaligus menjadi momen berbagi kebahagiaan Ramadan 1446 H. Berlangsung sejak tahun 2020, program ini secara total telah menyambungkan listrik secara gratis untuk 32.275 keluarga prasejahtera di seluruh […]

  • Alhidayat Wajo Kritik Pola Kerja OPD Tak Inovatif Sebabkan PAD Belum Maksimal

    Alhidayat Wajo Kritik Pola Kerja OPD Tak Inovatif Sebabkan PAD Belum Maksimal

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo mengkritik pola kerja OPD yang dinilai tak inovatif. Menurutnya, hal itu sebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 yang belum maksimal. PAD yang ditargetkan sebesar Rp800 miliar lebih, dan hanya dapat terealisasi sebesar Rp. Rp600 miliar. Alhidayat Wajo memastikan, akan memperketat fungsi pengawasan di tahun 2026, terutama […]

  • Memahami Konflik Dari Perspektif Feminisme; Cara Kapolres Ambon Menghidupkan Rekonsiliasi Konflik Dua Arah

    Memahami Konflik Dari Perspektif Feminisme; Cara Kapolres Ambon Menghidupkan Rekonsiliasi Konflik Dua Arah

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-“Perempuan adalah penanda budaya. Di tubuh mereka terpampang warna sejarah dan cita rasa identitas. Lewat mata Perempuan, kita menyaksikan bangkit dan runtuhnya peradaban umat bernama manusia.” Hingga hari ini, meja-meja perundingan damai di pelbagai belahan dunia masih didominasi wajah maskulin. Paradigma konvensional selalu melihat penyelesaian konflik dari sudut pandang ‘laki-laki’: gencatan senjata, pembagian kekuasaan politik, […]

  • Mengapa Luas Tanah Bisa Berbeda Saat Diukur Ulang? Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Buru Selatan

    Mengapa Luas Tanah Bisa Berbeda Saat Diukur Ulang? Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Buru Selatan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Perbedaan luas bidang tanah setelah dilakukan pengukuran ulang kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit pemilik tanah yang mendapati hasil pengukuran terbaru berbeda dengan luas yang tercantum pada sertipikat maupun dokumen pertanahan lainnya. Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan administrasi. Dalam banyak kasus, perubahan luas bidang […]

  • Dukung Gerakan Si Lisa DLH Kota Ternate, PLN UPK Maluku Sumbang Compost Bag

    Dukung Gerakan Si Lisa DLH Kota Ternate, PLN UPK Maluku Sumbang Compost Bag

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) menyumbangkan sebanyak 50 buah Compost Bag berukuran 80 liter kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Sumbangan itu diberikan PLN UPK Maluku sebagai dukungan penuh terhadap proyek perubahan (proper) Strategi Pengelolaan Sampah “Gerakan Si Lisa” yang […]

expand_less