Tak Ada Terobosan Sejak dilantik, Walikota Ambon Dapat Kritik Pedas
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
- visibility 208
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Sejak dilantik hingga saat ini, belum ada terobosan strategis yang dikeluarkan Walikota Bodewin Wattimena-Wakil Walikota Ambon Elly Toisutta selain menghadiri acara ceremonial.
Banyak sekali masalah perkotaan yang seolah luput dari keduanya, diantaranya masalah terminal dan trotoar yang hilang fungsi dan dikeluhkan warga Kota Ambon.
Atas kondisi ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar mendesak Walikota Ambon segera mengambil langkah tegas untuk menata kawasan tersebut.
“Kalau pemimpin takut ambil tindakan karena alasan popularitas, lebih baik mundur. Kota ini butuh ketegasan, bukan pencitraan,” tegas Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Gunawan Mochtar, Selasa 8 April 2025.
Gunawan mengatakan, kawasan Mardika sangat tidak teratur, trotoar dan terminal bahkan dijadikan tempat bisnis para pedagang.
“Cuma di Ambon, trotoar yang jelas-jelas hak pejalan kaki bisa dijadikan tempat jualan dan didirikan kios semi permanen. Ini bentuk pembiaran dan kegagalan fungsi pengawasan oleh pemerintah kota,” ungkapnya.
Menurut Gunawan, terminal dan trotoar ini dibiarkan tanpa aturan oleh pemerintah Kota Ambon, dan terus diabaikan hingga saat ini, tak ada penertiban dan penataan kawasan dimaksud. Buntutnya kesemerautan dan hilangnya fungsi utama trotoar dan terminal.
“Jangan heran kalau angkot sulit keluar-masuk. Terminalnya sudah dikuasai pedagang. Fungsi utamanya lumpuh total. Wali Kota harus bertindak, bukan diam saja,” katanya tajam sembari menyebut kalau dibiarkan terus, Ambon bukan lagi kota jasa atau kota pariwisata, tapi kota pasar liar. “Wajah Ambon rusak karena pembiaran,” ujar Gunawan.
Untuk itu, Walikota Ambon segera turun tangan, melakukan penertiban total, dan menyiapkan lokasi relokasi yang manusiawi bagi pedagang.
“Kita tidak anti-pedagang kecil. Tapi semua harus pada tempatnya. Negara ini punya aturan. Jangan sampai kita terbiasa melanggar hanya karena takut ambil sikap,” pungkasnya.(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar