Breaking News
light_mode

Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 308
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim.

Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi iklim tropis dengan perawatan yang relatif minimal.

Dalam satu musim, satu pohon sukun dapat menghasilkan ratusan buah. Produktivitas ini menjadikan sukun sebagai tanaman yang efisien untuk dikembangkan dalam skala besar.

Tidak hanya produktif, pohon sukun juga dapat berbuah selama puluhan tahun. Hal ini membuatnya menjadi investasi jangka panjang bagi petani dan sektor pertanian secara umum.

Kemampuan sukun untuk tumbuh dengan input rendah menjadikannya ramah lingkungan. Tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia berlebihan maupun irigasi intensif.

Daya adaptasinya terhadap perubahan iklim membuat sukun masuk kategori climate resilient crops. Tanaman ini dinilai penting dalam strategi pencegahan krisis pangan global.

Ketahanan terhadap cuaca ekstrem juga membuat sukun cocok ditanam di wilayah yang rawan kekeringan atau perubahan musim yang tidak menentu. Hal ini semakin meningkatkan nilai strategisnya sebagai tanaman pangan masa depan.

Selain itu, sukun dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena akarnya mampu mencegah erosi tanah. Keberadaan pohon sukun juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.

Dengan karakteristik tersebut, sukun tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai tanaman konservasi. Hal ini menjadikannya relevan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Produksi sukun yang melimpah berpotensi mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan impor. Negara-negara tropis memiliki peluang besar untuk mengembangkan sukun sebagai sumber pangan lokal unggulan.

Kapasitas produksi yang tinggi juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan berbasis sukun. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam konteks global, sukun mulai dipandang sebagai tanaman yang mampu membantu menstabilkan pasokan pangan dunia. Potensi ini semakin relevan di tengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Dengan segala keunggulan tersebut, sukun kini menempati posisi penting dalam diskusi tentang masa depan sistem pangan global. Namun, pemanfaatannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan.

Untuk itu di tahun 2026, buah yang dikenal dengan nama breadfruit ini, semakin diangkat sebagai future food karena dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global.Di berbagai negara tropis, sukun telah lama dimanfaatkan sebagai pengganti nasi atau gandum dalam menu harian.

Kini, pemanfaatannya semakin meluas seiring meningkatnya minat dunia terhadap pangan berbasis tanaman lokal. Buah ini juga mulai dilirik oleh industri pangan modern karena mudah dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Potensi ini menjadikan sukun tidak hanya penting bagi konsumsi lokal, tetapi juga sebagai komoditas ekspor masa depan. Kenaikan pamor sukun di pasar global turut mendorong diskusi tentang pentingnya diversifikasi pangan.

Di tengah ketergantungan dunia terhadap beras, gandum, dan jagung, sukun hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Sukun tidak hanya menawarkan nilai gizi, tetapi juga daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan lingkungan. Hal ini membuatnya semakin relevan di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Dengan karakteristik tersebut, sukun kini diposisikan sebagai tanaman strategis dalam perencanaan ketahanan pangan jangka panjang. Ironisnya, di Indonesia sukun masih kerap dipandang sebelah mata dan sebatas diolah menjadi gorengan atau keripik. Padahal, di luar negeri buah ini telah dikembangkan menjadi tepung bebas gluten bernilai tinggi.

Tepung sukun digunakan sebagai bahan baku roti, pasta, hingga dessert sehat. Produk-produk ini mulai diminati konsumen yang mencari alternatif pangan bebas gluten dan ramah lingkungan.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Pasifik bahkan mulai memburu bibit sukun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Di sejumlah wilayah Pasifik, sukun telah lama menjadi makanan pokok pengganti nasi. Kini, praktik tersebut mulai diadopsi kembali dengan pendekatan modern berbasis industri pangan.

Di Indonesia, potensi serupa sebenarnya sangat besar mengingat sukun tumbuh subur di berbagai daerah. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal dan cenderung terbatas pada konsumsi tradisional.

Kurangnya inovasi dalam pengolahan menjadi salah satu faktor yang menghambat pengembangan sukun di dalam negeri. Selain itu, minimnya promosi dan riset pasar juga membuat sukun kalah bersaing dengan komoditas lain.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, sukun dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan produk turunan seperti tepung, mie, atau camilan sehat berbasis sukun dapat membuka peluang baru.

Selain aspek ekonomi, pengembangan sukun juga berpotensi mendukung kemandirian pangan nasional. Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan tertentu.

Sukun juga dapat menjadi solusi bagi wilayah rawan pangan karena tanaman ini mudah tumbuh dan produktif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sukun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Peningkatan nilai tambah melalui industri pengolahan dapat memperluas pasar sukun baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Di tingkat global, permintaan terhadap pangan berbasis tanaman lokal dan ramah lingkungan terus meningkat. Tren ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengangkat kembali potensi sukun.

Dengan pengembangan yang terarah, sukun dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi pada pasar global. Potensi besar ini menunggu untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat berbagai keunggulan sukun, mulai dari kandungan gizi hingga ketahanan iklim, buah ini memiliki semua syarat untuk menjadi pangan masa depan. Tantangan terbesar kini adalah bagaimana mengoptimalkan pemanfaatannya di tingkat lokal.

Jika dikembangkan secara serius, sukun dapat menjadi simbol keberhasilan diversifikasi pangan nasional. Buah yang selama ini dianggap sederhana ini berpotensi memainkan peran besar dalam menjawab tantangan pangan global di masa depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerjaan Air Bersih Gunung Nona Rampung, Dinas PUPR Maluku Siapkan Solusi Atasi Kendala Distribusi Air

    Pekerjaan Air Bersih Gunung Nona Rampung, Dinas PUPR Maluku Siapkan Solusi Atasi Kendala Distribusi Air

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pekerjaan proyek Penyediaan Air Bersih di kawasan Gunung Nona, Kota Ambon, yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, telah selesai sesuai dengan kontrak kerja tahun anggaran 2024. Proyek ini mencakup pemasangan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 1.600 meter dan instalasi lima titik kran umum, yang semuanya telah terpasang melintasi permukiman […]

  • Daud Marasabessy Dilantik jadi Dekan FISIP Unidar Ambon: Komitmen Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Daud Marasabessy Dilantik jadi Dekan FISIP Unidar Ambon: Komitmen Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Moh. Daud Marasabessy dilantik dan diambil sumpah untuk mengemban jabatan sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Darussalam (UNIDAR) Ambon. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola fakultas serta peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam sambutannya usai dilantik, Moh. Daud Marasabessy menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kelembagaan FISIP […]

  • Kantor Pertanahan Bursel Gelar Rapat Penetapan Lokasi Desa Oki Baru

    Kantor Pertanahan Bursel Gelar Rapat Penetapan Lokasi Desa Oki Baru

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bursel,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar rapat penetapan lokasi Desa Oki Baru dalam rangka kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria Tahun Anggaran 2026, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan dan dipimpin oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Lisdyawati. Rapat dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait, yaitu perwakilan dari […]

  • Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

    Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Transformasi digital dalam bidang pertanahan tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan, tetapi juga memperkuat sistem keamanan setiap transaksi pertanahan. Melalui implementasi Sertipikat Elektronik yang terintegrasi dengan aplikasi Sentuh Tanahku, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan proses verifikasi data pertanahan kini dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan minim risiko manipulasi. “Ketika akan membuat akta […]

  • Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Arman Kalean Lessy, M.Pd., C.Md (Ketua DPD KNPI Maluku || Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon) Tajukmaluku.com-Banyak dari kritikus yang menukil pendapat dari Benedict Anderson tentang imagined community, lalu mengaitkannya dengan konsep Nasionalisme. Tanpa ragu, mereka sering nyinyir dengan ujaran “Bangsa Indonesia adalah imajinasi Sukarno saja”. Seolah Indonesia hanyalah visi dari Sukarno seorang, mereka […]

  • Terendus Ijazah Palsu, Salah Satu Balon Bupati di Buru Diadukan ke Bawaslu dan KPU

    Terendus Ijazah Palsu, Salah Satu Balon Bupati di Buru Diadukan ke Bawaslu dan KPU

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com – PEMUDA Maluku yang tergabung dari sejumlah unsur organisasi kemahasiswa di Ambon menggelar aksi perihal isu ijazah Palsuoleh salah satu Calon Bupati Kabupaten Buru, Jumaat (30/08). Aksi itu digelar sebagai wujud komitmen mengawal Pilkada di Maluku yang transparan, jujur dan tidak melanggar norma hukum. Ilham Tasijawa koordinator aksi kepada wartawan di Ambon menegaskan, […]

expand_less