Breaking News
light_mode

Karhutla di Maluku Meningkat, BEM Nusantara Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Pangan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengancam Provinsi Maluku mendapat perhatian serius dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Maluku.

Pemerintah Provinsi Maluku beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota didesak untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla, memulihkan sektor pertanian warga pascakebakaran, serta memastikan stok pangan tetap aman di tengah ancaman musim kemarau.

Berdasarkan data pemantauan pada Oktober 2026, telah terdeteksi sebanyak 50 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Maluku.

Risiko kebakaran semakin diperparah oleh kondisi vegetasi yang mengering selama kemarau, potensi fenomena iklim El Nino, serta maraknya pembukaan lahan dengan cara membakar di tengah lemahnya pengawasan.

Dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas udara, melainkan merembet ke sektor pertanian.

Kebakaran lahan berpotensi merusak tanaman, menurunkan produktivitas petani, memangkas pendapatan rumah tangga, hingga menekan pasokan komoditas pangan lokal.

Bagi Maluku yang berkarakteristik kepulauan, gangguan produksi pangan dan hambatan distribusi antarpulau berisiko memicu kerentanan pangan apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Maluku, Adam Rahantan, menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilihat secara holistik.

“Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran hutan dan lahan. Ada kehidupan masyarakat, lahan pertanian, sumber penghidupan petani, dan ketersediaan pangan yang ikut terancam. Karena itu, pemerintah harus melihat persoalan ini secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, penanganan kebakaran, hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” tegas Rahantan.

Adam juga mengingatkan agar pemerintah daerah mengambil langkah prediktif sebelum terjadi krisis.

“Maluku memiliki karakteristik geografis kepulauan yang membutuhkan kebijakan pangan yang terencana. Setiap kepala daerah harus memastikan ketersediaan stok pangan di wilayahnya masing-masing, memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, dan menyiapkan langkah antisipasi apabila produksi pertanian terganggu atau distribusi pangan mengalami hambatan,” ungkapnya.

BEM Nusantara Maluku mendorong Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk merealisasikan lima langkah strategis yang diusulkan, yakni :

Memperkuat Pencegahan dan Pengawasan Karhutla: Meningkatkan pemantauan titik panas serta memperkuat koordinasi antara BPBD, dinas terkait, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat di kawasan rawan.

Memastikan Ketersediaan Pangan di Setiap Daerah: Mengevaluasi cadangan pangan daerah, menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, serta menyiapkan intervensi bagi masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah terluar.

Pemulihan Sektor Pertanian: Mendata petani dan lahan terdampak, menghitung kerugian produksi, serta menyalurkan bantuan benih, sarana produksi, dan pendampingan teknis.

Perlindungan dan Pemberdayaan Petani: Mendorong praktik pertanian ramah lingkungan, mengedukasi metode pembukaan lahan tanpa membakar, dan memberikan fasilitas pengelolaan lahan yang aman.

Sistem Peringatan Dini Lintas Sektor: Membangun sistem informasi berbasis data cuaca, potensi kebakaran, dan dinamika harga bahan pokok sebagai tolok ukur pengambilan keputusan terpadu.

BEM Nusantara Maluku menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh berhenti pada upaya pemadaman api semata.

Pemulihan ekonomi warga yang kehilangan mata pencaharian serta pemulihan hidrologis pada ekosistem gambut harus menjadi agenda prioritas.

Penguatan cadangan pangan daerah dan kerja sama dengan Perum Bulog juga dibutuhkan untuk menjamin keterjangkauan harga dan keterlanjuran akses pangan.

“Jangan sampai masyarakat sudah menghadapi dampak kebakaran, kemudian kembali dibebani oleh kenaikan harga dan kesulitan mendapatkan bahan pokok. Pemerintah provinsi dan seluruh kepala daerah harus memastikan stok pangan tersedia, distribusi berjalan, petani mendapatkan dukungan pemulihan, dan masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi persoalan ini sendirian,” jelas Rahantan.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian Karhutla memerlukan kolaborasi sinergis antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

“Setiap titik api yang tidak tertangani berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih luas. Karena itu, kami mendesak pemerintah tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah meluas, tetapi hadir melalui pencegahan yang serius, pemulihan yang nyata, dan kebijakan ketahanan pangan yang menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Rahantan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU Matangkan Kesiapan Listrik di Ground Breaking Blok Masela Tanimbar

    PLN UIW MMU Matangkan Kesiapan Listrik di Ground Breaking Blok Masela Tanimbar

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki mematangkan kesiapan sistem kelistrikan dalam Ground Breaking Blok Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hal itu sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung agenda strategis nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku […]

  • Soal Anggaran Rp 1,8 M Dinkes, John Laipeny: Pengembalian Dana Tak Hentikan Proses Hukum

    Soal Anggaran Rp 1,8 M Dinkes, John Laipeny: Pengembalian Dana Tak Hentikan Proses Hukum

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Maluku, Swantje John Laipeny, menegaskan bahwa proses hukum atas dugaan penyimpangan anggaran Rp 1,8 miliar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku harus tetap berjalan, meskipun pihak dinas berencana mengembalikan dana tersebut. Pernyataan itu disampaikan Laipeny kepada wartawan di Gedung Balai Rakyat, Karang Panjang, Ambon, menyusul mencuatnya kabar bahwa Dinkes Maluku […]

  • GP Ansor Maluku: “Solidaritas Bersama Rizal Serang, Reformasi Polri Harus Segera Ditegakkan”

    GP Ansor Maluku: “Solidaritas Bersama Rizal Serang, Reformasi Polri Harus Segera Ditegakkan”

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Maluku mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi dari Kepolisian Sektor Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon terhadap kadernya, Rizal Serang, pada Jumat (20/12/2024). Insiden ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip profesionalisme dan netralitas aparat penegak hukum, serta mencederai integritas Kepolisian di mata publik. Peristiwa bermula ketika […]

  • Lepas 1.076 Jemaah Calon Haji Maluku, Ini Pesan Gubernur Hendrik Lewerissa

    Lepas 1.076 Jemaah Calon Haji Maluku, Ini Pesan Gubernur Hendrik Lewerissa

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa melepas 1.076 Jemaah Calon Haji (JCH) Asal Provinsi Maluku. Acara pelepasan itu berlangsung di Aula Gedung Asrama Haji Waiheru Ambon, Kamis (15/5/2025). “Hari ini adalah hari yang penuh berkah dan kebahagiaan, kita semua mengantarkan saudara-saudara kita yang telah dipilih Allah untuk memenuhi panggilannya ke Baitullah. Keberangkatan ini bukanlah sekedar perjalanan fisik, […]

  • Hadiri Panggilan DPRD Maluku, PT Miranti Jaya Akui Lalai dan Beroperasi Tanpa Izin

    Hadiri Panggilan DPRD Maluku, PT Miranti Jaya Akui Lalai dan Beroperasi Tanpa Izin

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT Miranti Jaya Melati akhirnya mengakui kelalaiannya dalam mengambil material batu untuk pembangunan jalan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP). Perusahaan tersebut diketahui hanya memiliki Izin Usaha Wilayah Pertambangan (IUWP). Pengakuan itu disampaikan langsung oleh perwakilan PT Miranti Jaya Melati, Christian Wibisono, di hadapan anggota Komisi II DPRD Provinsi […]

  • Bodewin Wattimena Ikut KPPE Komponen Singapura Gelombang II

    Bodewin Wattimena Ikut KPPE Komponen Singapura Gelombang II

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Komponen Singapura Gelombang II, diikuti oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama 24 Kepala Daerah lainnya, 10 – 15 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang geopolitik global, dinamika wilayah Indo-Pasifik, ancaman dan peluang yang muncul di tingkat regional dan nasional, serta untuk meningkatkan kualitas tata kelola […]

expand_less