back to top

Pemuda Kailolo Kecam Penyerangan di Jembatan Jodoh: Hentikan Provokasi, Biarkan Polisi Bekerja

Date:

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemuda Negeri Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, Ongen Tuasamu angkat suara atas peristiwa penyerangan di kawasan Jembatan Jodoh, Rabu (26/11/2025) dini hari.

Dia menyatakan sikap tegas, bahwa insiden kriminal terhadap Gozi Rumain, 23 tahun, mahasiswa UIN AMSA Ambon, tidak boleh diseret ke isu rasis, apalagi diarahkan untuk menjustifikasi satu kampung atau kelompok tertentu.

“Ini tindakan kriminal murni. Titik. Jangan tarik ke mana-mana. Jangan tempelkan identitas kampung atau asal pada kasus yang belum tuntas proses hukumnya,” ujar Ongen.

Ia menegaskan, bahwa publik harus berhenti memproduksi narasi spekulatif yang berpotensi memicu konflik komunal.Kasus pembacokan terhadap Gozi Rumain diketahui masih dalam penyelidikan.

Ongen menegaskan bahwa Pemuda Kailolo tidak mau terseret dalam opini yang dibangun untuk mengaitkan peristiwa ini dengan asal-usul pelaku, apalagi polisi juga belum mengkonfirmasi secara pasti siapa pelaku tersebut serta jangan menstigma satu komunitas berdasar asumsi liar.

“Jangan paksa publik percaya pada cerita liar. Serahkan sepenuhnya kepada polisi. Mereka yang punya kewenangan menentukan siapa pelaku, bukan penggiring opini di media sosial,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa narasi yang mengaitkan insiden ini dengan identitas kampung tertentu hanya membuka ruang provokasi apalagi kasus ini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

“Serahkan semua kepada Polisi, polisi yang punya kewengangan” ujar Ongen.

Pemuda Kailolo juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing unggahan-unggahan yang mengarah pada pembelahan sosial.

Mereka menekankan pentingnya verifikasi informasi serta menjaga ruang publik tetap bebas dari narasi yang mendorong konflik.

“Kita sudah mengantongi beberapa nama yang kami duga sebagai provokator. Kami minta polisi bergerak mengusut siapa saja yang ikut memprovokasi dan menggiring massa hingga membuat rusuh di wilayah jembatan jodoh. Percaya saja sama Polisi dan jangan sok tahu dan jangan jadikan kampung sebagai kambing hitam,” tutup Ongen.* (01-F)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

Rekomendasi
Terkait

Abaikan Instruksi Presiden, Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru Dinilai Cacat Prosedur

Ambon,Tajukmaluku.com-Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Lilialy,...

PLN UP3 Sofifi Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Bersih Pantai di Somahode Peringati HMPI

Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku...

PLN ULP Kairatu Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Selama Pelaksanaan MTQ di Kabupaten Seram Bagian Barat

Kairatu,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku...

PLN UP3 Ambon Gandeng PMI Gelar Simulasi Gempa dan Pelatihan P3K

Ambon,Tajukmaluku.com-Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melalui tim Health,...