Breaking News
light_mode

Pemuda Kailolo Kecam Penyerangan di Jembatan Jodoh: Hentikan Provokasi, Biarkan Polisi Bekerja

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 628
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemuda Negeri Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, Ongen Tuasamu angkat suara atas peristiwa penyerangan di kawasan Jembatan Jodoh, Rabu (26/11/2025) dini hari.

Dia menyatakan sikap tegas, bahwa insiden kriminal terhadap Gozi Rumain, 23 tahun, mahasiswa UIN AMSA Ambon, tidak boleh diseret ke isu rasis, apalagi diarahkan untuk menjustifikasi satu kampung atau kelompok tertentu.

“Ini tindakan kriminal murni. Titik. Jangan tarik ke mana-mana. Jangan tempelkan identitas kampung atau asal pada kasus yang belum tuntas proses hukumnya,” ujar Ongen.

Ia menegaskan, bahwa publik harus berhenti memproduksi narasi spekulatif yang berpotensi memicu konflik komunal.Kasus pembacokan terhadap Gozi Rumain diketahui masih dalam penyelidikan.

Ongen menegaskan bahwa Pemuda Kailolo tidak mau terseret dalam opini yang dibangun untuk mengaitkan peristiwa ini dengan asal-usul pelaku, apalagi polisi juga belum mengkonfirmasi secara pasti siapa pelaku tersebut serta jangan menstigma satu komunitas berdasar asumsi liar.

“Jangan paksa publik percaya pada cerita liar. Serahkan sepenuhnya kepada polisi. Mereka yang punya kewenangan menentukan siapa pelaku, bukan penggiring opini di media sosial,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa narasi yang mengaitkan insiden ini dengan identitas kampung tertentu hanya membuka ruang provokasi apalagi kasus ini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

“Serahkan semua kepada Polisi, polisi yang punya kewengangan” ujar Ongen.

Pemuda Kailolo juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing unggahan-unggahan yang mengarah pada pembelahan sosial.

Mereka menekankan pentingnya verifikasi informasi serta menjaga ruang publik tetap bebas dari narasi yang mendorong konflik.

“Kita sudah mengantongi beberapa nama yang kami duga sebagai provokator. Kami minta polisi bergerak mengusut siapa saja yang ikut memprovokasi dan menggiring massa hingga membuat rusuh di wilayah jembatan jodoh. Percaya saja sama Polisi dan jangan sok tahu dan jangan jadikan kampung sebagai kambing hitam,” tutup Ongen.* (01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ternyata Pedagang Korban Penikaman di Depan PGSD Ambon Adalah Kader PDIP, DPRD Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

    Ternyata Pedagang Korban Penikaman di Depan PGSD Ambon Adalah Kader PDIP, DPRD Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku penikaman Hawa Bahta, salah satu pedagang petasan di depan kampus PGSD Ambon, Kamis (11/12/2025) dini hari lalu. Hal itu disampaikan Lucky Upulatu Nikijuluw yang juga merupakan Ketua Fraksi dari PDI Perjuangan DPRD Kota Ambon, Minggu (14/12/2025). “Kami berharap Polresta Ambon segera […]

  • Kakanwil Kemenag Maluku Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur dan TP PKK, Salurkan Santunan dan Sembako

    Kakanwil Kemenag Maluku Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur dan TP PKK, Salurkan Santunan dan Sembako

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Wanita Islam Provinsi Maluku di Kantor TP PKK Provinsi Maluku, Selasa (17/03/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan santunan serta paket sembako kepada para ibu janda dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.  […]

  • Ambon City Of Depression: Orang-Orang Gila Dalam Pelukan PJ Walikota.

    Ambon City Of Depression: Orang-Orang Gila Dalam Pelukan PJ Walikota.

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Faisal Marasabessy Kehadiran orang-orang dengan gangguan jiwa yang semakin banyak di Kota Ambon belakangan ini menciptakan pemandangan sosial yang ironis sekaligus menyayat hati. Mereka berkeliaran tanpa arah, dari jantung kota Ambon hingga pinggiran kota, kehadirian mereka menciptakan citra kota yang tak lagi mampu merawat manusianya. Selain masuk dalam isu sosial, fenomena ini menjadi sebuah […]

  • Benhur Watubun Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Meninggalnya 2 Mahasiswa KKN UGM di Malra

    Benhur Watubun Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Meninggalnya 2 Mahasiswa KKN UGM di Malra

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua mahasiswa KKN dari Universitas Gajah Mada (UGM) di Maluku Tenggara. Kedua mahasiswa dimaksud yakni Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo. Ungkapan tersebut disampaikan disela-sela sambutannya dalam rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan (LPJ) APBD Gubernur […]

  • Awal Ramadan 1447 Hijriah di Negeri Tumalehu Barat SBB Jatuh 17 Februari 2026

    Awal Ramadan 1447 Hijriah di Negeri Tumalehu Barat SBB Jatuh 17 Februari 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Negeri Tumalehu Barat bersama tokoh agama dan masyarakat menyepakati awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam musyawarah yang digelar di Masjid Arrahman, Negeri Tumalehu Barat, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Jumat (13/2/2026) lalu. Musyawarah dihadiri unsur pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh […]

  • Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A. M Sangadji Ambon; Wakabid Riset dan Perguruan Tinggi KNPI Maluku; Pemerhati Psikologi Lingkungan) Tajukmaluku.com-“Wilayah kami sangat luas. Suatu hari, datang orang yang ingin membelinya. Awalnya kami menolak, tapi tekanan demi tekanan terus datang hingga akhirnya kami menyerah. Kami menjual tanah itu dan mendapat uang dalam […]

expand_less