Breaking News
light_mode

Resensi Buku: How China Escaped the Poverty Trap: The Rise of Transformative Goverment

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • visibility 542
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Judul Buku: How China Escaped the Poverty Trap

Penulis : Yuen Yuen Ang

Tahun Terbit: 2016

Penerbit: Cornell University Press

Yuen Yuen Ang adalah seorang profesor ilmu politik dan ekonomi dari University of Michigan, Amerika Serikat. Karyanya berfokus pada hubungan antara institusi politik, korupsi, dan pembangunan ekonomi, khususnya di konteks China. Dalam bukunya yang terkenal, How China Escaped the Poverty Trap (2016), Ang menantang narasi konvensional tentang pembangunan ekonomi dengan menganalisis keberhasilan China dalam mengurangi kemiskinan secara dramatis sejak reformasi tahun 1978. Peran pemerintah Tiongkok memainkan peran kunci dalam transformasi ekonomi mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga aktif terlibat dalam Pembangunan infrastruktur, pengembangan industry strategis.

Tesis Utama

Buku ini menawarkan perspektif revolusioner: China tidak mengikuti jalan tradisional “institusi yang baik dahulu (Good Government), pembangunan kemudian”. Sebaliknya, Ang berargumen bahwa China mencapai pertumbuhan melalui proses “co-evolution” (ko-evolusi) antara institusi dan pasar. Istilah kuncinya adalah “directed improvisation” (improvisasi terarah), di mana pemerintah pusat menetapkan tujuan umum, sementara pemerintah lokal diberi kebebasan bereksperimen dengan kebijakan sesuai kondisi lokal.

Ang menggunakan studi kasus dari berbagai daerah di China, seperti Provinsi Fujian dan Guizhou, untuk menunjukkan bagaimana daerah miskin memanfaatkan institusi yang lemah secara adaptif. Misalnya, reformasi desentralisasi memungkinkan daerah menciptakan Special Economic Zones (SEZ) atau skema insentif unik untuk menarik investasi. Menurut Ang, institusi “cukup baik” (good-enough institutions) yang fleksibel justru menjadi kunci, karena memungkinkan inovasi bertahap sambil menghindari guncangan radikal. Ang menghindari dikotomi simplistik seperti “negara vs pasar” atau “otoriter vs demokratis”. Ia menunjukkan kompleksitas pembangunan China. Kerangka Teori Baru: Konsep directed improvisation dan co-evolution menawarkan alat analisis segar bagi studi pembangunan. Meski fokus pada China, argumennya memberi pelajaran bagi negara berkembang lain, terutama tentang pentingnya adaptasi lokal.

Kritik dan Kekurangan

Dampak Negatif Kurang Dieksplorasi: Buku ini kurang membahas biaya sosial dan lingkungan dari pertumbuhan China, seperti ketimpangan sosial atau polusi yang dihasilkan dari kemajuan China hari ini. Replikasi di konteks lain sistem politik otoriter China mungkin memungkinkan “improvisasi terarah”, tetapi apakah model ini bisa diterapkan di negara demokratis? Ang tidak menjawab secara mendalam.

Relevansi dengan Indonesia

Indonesia sering terjebak dalam dikotomi “reformasi institusi dulu, baru pertumbuhan ekonomi” atau sebaliknya. Buku ini mengajarkan bahwa kedua proses bisa berjalan paralel. Contoh: Pembangunan infrastruktur di Indonesia (tol Trans-Jawa, IKN) bisa dipacu dengan insentif lokal dan kemitraan swasta, meski korupsi atau birokrasi lambat masih ada. Kunci keberhasilan China adalah desentralisasi yang kompetitif Pemerintah daerah diberi kebebasan bereksperimen (misalnya, Zona Ekonomi Khusus di Shenzhen), lalu model sukses direplikasi secara nasional. Insentif karir bagi pejabat lokal yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia sudah menerapkan desentralisasi, tetapi seringkali terhambat oleh regulasi yang terlalu sentralistik dan kurangnya insentif bagi inovasi daerah. Contoh: Potensi pengembangan ekonomi maritim di Maluku misalnya Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) di pulau Nustua, Lermatang, kabupaten kepulauan Tanimbar atau pariwisata di NTT yang bisa dioptimalkan dengan memberi otonomi lebih besar kepada pemerintah daerah, seperti model “laboratorium kebijakan”. Ang menekankan bahwa institusi yang lemah bukan penghalang, tetapi bisa menjadi pijakan awal China memanfaatkan korupsi “produktif” (misalnya, pejabat korup yang tetap mendorong investasi) sebagai batu loncatan, lalu perlahan membersihkan sistem.

Takeaway untuk Indonesia

  1. Prioritaskan Pertumbuhan Inklusif: Fokus pada sektor yang menyerap tenaga kerja (pertanian, UMKM, industri kreatif) sambil memperbaiki institusi secara paralel.
  2. Desentralisasi yang Bermakna: Beri daerah ruang untuk bereksperimen dengan insentif jelas (misalnya, tax holiday untuk investasi di Papua).
  3. Pembangunan SDM: Seperti China, Indonesia perlu investasi besar-besaran dalam pendidikan vokasi dan teknologi.
  4. Lompatan Teknologi: Manfaatkan ekonomi digital (e-commerce, fintech) untuk meniru lompatan China dalam adopsi teknologi.

Kesimpulan dan Relevansi

How China Escaped the Poverty Trap adalah bacaan wajib bagi peminat ekonomi politik dan pembangunan. Ang berhasil menggabungkan rigor akademis dengan narasi yang mudah diikuti. Meski tidak lengkap, bukunya membuka mata: pembangunan ekonomi bukanlah proses linear, tetapi hasil dari interaksi dinamis antara kebijakan, institusi, dan konteks lokal.

Attami Nurlette, Penulis adalah mahasiswa pascasarjana IAIN Ambon. Ketua Bidang Kebijakan Publik di Inout Institute (2025-2029)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • September Ini, PPP Ambon Bakal Ikuti Muktamar Pemilihan Ketum Baru di Jakarta

    September Ini, PPP Ambon Bakal Ikuti Muktamar Pemilihan Ketum Baru di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-September ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Ambon akan menggelar Muktamar untuk memilih Ketua Umum (Ketum) dan menyusun arah baru kebijakan partai kedepan. Ketua DPC PPP Kota Ambon, Taha Abubakar mengatakan, Muktamar sebagai medium penting mengkonsolidasikan kepentingan politik kepartaian hingga akar rumput. Taha mengaku, pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) DPC PPP Kota Ambon secara substansial […]

  • Lambat Usut Pelaku Pembacokan Di Mardika, PMII Maluku: “Irjen. Pol Eddy Tampubulon Gagal Pimpin Polda Maluku”

    Lambat Usut Pelaku Pembacokan Di Mardika, PMII Maluku: “Irjen. Pol Eddy Tampubulon Gagal Pimpin Polda Maluku”

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Tepat satu pekan berlalu sejak kasus kekerasan bersama yang menimpa RM, seorang juru parkir di Pasar Mardika, Kota Ambon pada Minggu (03/11/2024). Hingga kini, Polda Maluku belum berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang melakukan pembacokan brutal di area publik ini. Ketidakmampuan aparat dalam mengungkap insiden ini menjadi bukti nyata dari lemahnya respon cepat […]

  • PLN Berhasil Masuk Daftar Fortune Global 500 Tahun 2025

    PLN Berhasil Masuk Daftar Fortune Global 500 Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PLN (Persero) berhasil menembus daftar Fortune Global 500 tahun 2025 dan menempati peringkat ke-469 dunia, didorong oleh pendapatan sebesar Rp545,4 triliun sepanjang 2024 atau tumbuh 11,9% dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan PLN sebagai satu-satunya perusahaan utilitas asal Indonesia yang masuk dalam daftar korporasi terbesar global. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut keberhasilan ini sebagai […]

  • Dialog Publik Resolusi Konflik Sosial di UIN A. M Sangadji: Ruang Rekonsiliasi, Refleksi, dan Komitmen Damai Bersama

    Dialog Publik Resolusi Konflik Sosial di UIN A. M Sangadji: Ruang Rekonsiliasi, Refleksi, dan Komitmen Damai Bersama

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi maupun komunitas menggelar Dialog Publik Resolusi Konflik Sosial di kawasan UIN A. M. Sangadji Ambon. Kegiatan yang digagas DPD KNPI Provinsi Maluku, Partai Jomblo Intelektual, Yayasan Pijar Demokrasi Indonesia Cabang Ambon, dan Kejayaan Mahasiswa Nusantara (KEMANUSA) Wilayah Maluku itu sebagai bentuk tanggung jawab moral masyarakat sipil dan organisasi […]

  • Masa Depan Pesisir Maluku: Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Era Pemerintahan Baru

    Masa Depan Pesisir Maluku: Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Era Pemerintahan Baru

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi. M.Si Ambon,Tajukmaluku.com-Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan luas laut lebih dari 90% total wilayahnya, memiliki karakteristik spesifik seperti adanya laut dalam diantara pulau-pulau yang tersebar di wilayah ini seperti Laut Banda, Laut Seram dan Laut Maluku dan perairan dangkal yang dominan di Laut Arafura menjadikan wilayah ini sebagai salah satu […]

  • HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keputusan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menunda kegiatan Kemah Bela Negara yang rencananya akan dihelat pada 23-29 Oktober 2025 sesuai randown panitia pusat, dinilai sebagai kebijakan penting dalam menyelamatkan kondisi keuangan daerah. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Rivon Wally dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media mengatakan, kebijakan Hendrik Lewerissa memiliki dasar pelaksanaan […]

expand_less