Pembangunan Proyek Kodam XV Pattimura di Sungai Waitomu Kini Dihentikan Sementara
- account_circle Admin
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, memutuskan untuk hentikan sementara pembangunan jembatan di kawasan Sungai Wai Tomu, Kota Ambon.
Keputusan tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang pengembangan dan pemanfaatan Sungai Wai Tomu yang digelar Kodam XV/Pattimura di Serambi Kehormatan Makodam, Ambon, Kamis (29/10/2026).
Penghentian sementara ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama berbagai pemangku kepentingan guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan hukum, memenuhi persyaratan teknis, serta tidak mengganggu fungsi sungai dan kelestarian lingkungan.
“Mulai hari ini saya tegaskan, pengerjaan pembangunan Jembatan Wae Tomu dihentikan sementara sampai seluruh perizinannya diselesaikan terlebih dahulu,” ungkap Mayjen Dody Triwinarto.
Lanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan setelah persyaratan perizinan yang diperlukan sudah terpenuhi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa rencana penataan kawasan harus tetap mengacu pada ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Penyelesaian persoalan akan dilakukan melalui koordinasi dengan instansi berwenang, dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
Diketahui, FGD tersebut dihadiri Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Dankodaeral IX/Ambon, Danlanud Pattimura, Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Dandim 1504/Ambon, Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, para pejabat terkait, akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta insan pers.
Forum ini menjadi wadah dialog untuk menyamakan persepsi mengenai rencana penataan kawasan Sungai Wai Tomu yang diinisiasi Pangdam XV/Pattimura, termasuk pembangunan fasilitas pendukung berupa lahan parkir dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rangkaian FGD ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil diskusi oleh para pejabat dan tamu undangan yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pembahasan.
Melalui forum ini, diharapkan penataan kawasan Sungai Wai Tomu dapat berjalan secara terarah, memenuhi ketentuan yang berlaku, menjaga fungsi sungai, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Ambon.*(01-F)
- Penulis: Admin




Saat ini belum ada komentar