Ancam Kesehatan Warga! Kota Ambon Diselimuti Asap Pekat Akibat Rentetan Karhutla
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 53
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Kondisi udara di Kota Ambon saat ini dipenuhi kepulan asap pekat akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kebiasaan warga membakar sampah sembarangan di tengah musim kemarau.
Pantauan dari atas bentangan Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon Sabtu (3/10/2026) siang, kepulan asap tersebar ke berbagai penjuru kota dan melingkupi area pemukiman warga.
Akibatnya, pemandangan baik ke arah Kecamatan Sirimau maupun Kecamatan Teluk Ambon sudah tak terlihat karena tertutup asap.
Kondisi ini sudah terjadi kurang lebih empat hari belakangan.
Maraknya kabut asap ini dipicu oleh kobaran api yang melahap kawasan hutan di beberapa titik seperti Amahusu, Tawiri, hingga Dusun Alinong di Desa Kusu Kusu.
Selain itu, aktivitas pembakaran sampah di area terbuka oleh warga di tengah cuaca panas dan tiupan angin kencang mempercepat penyebaran api ke area lahan kering di sekitarnya.
Situasi paling krusial terjadi ketika lima titik kebakaran mengamuk secara beruntun hanya dalam rentang waktu sekitar empat jam pada Selasa petang.
Kejadian ini menguji kesigapan dan fisik para petugas pemadam kebakaran yang harus membagi armada untuk menangani beberapa lokasi bencana sekaligus.
Awal insiden terjadi pada pukul 13.53 WIT di kawasan Keisya, Siwang, di mana api diduga bermula dari seonggok sampah tak bertuan lalu merambat ganas ke kawasan hutan sebelum berhasil dikendalikan pada pukul 17.00 WIT
. Tak berselang lama, laporan kebakaran berikutnya datang dari Kompleks Nahel, Amahusu, pada pukul 16.07 WIT.
Rentetan berlanjut ke kawasan Tawiri pada pukul 16.40 WIT, diikuti oleh insiden mencekam di Kebun Cengkeh pada pukul 17.35 WIT di mana kobaran api merayap mendekati halaman rumah Warga.
Penanganan di Kebun Cengkeh melibatkan armada gabungan dari Pos Passo, Pos Hatiwe, dan bantuan Provos untuk menenangkan warga yang panik.
Titik api kelima dilaporkan pada pukul 17.53 WIT di Karang Panjang, kawasan Rinjani, Kecamatan Sirimau, yang akhirnya padam total pada pukul 21.10 WIT berkat dukungan penuh BPBD.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, menyatakan bahwa seluruh petugas harus bekerja ekstra keras melompat dari satu titik api ke titik api lainnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam rangkaian musibah kebakaran tersebut, Alfredo melayangkan imbauan keras agar masyarakat segera menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan
Kondisi cuaca panas ekstrem membuat hamparan lahan dan hutan menjadi sangat kering sehingga sangat mudah terpicu oleh percikan api sekecil apa pun.
Merespons ancaman polusi asap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mengimbau warga agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Sekretaris Dinkes Kota Ambon, Yakobus Lewier, menegaskan bahwa pemakaian masker merupakan langkah pencegahan awal terhadap risiko penyakit saluran pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait peningkatan kasus gangguan pernapasan dari Puskesmas setempat, Dinkes Ambon tetap menyiagakan fasilitas kesehatan dan meminta penambahan stok masker
“Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan pemantauan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kemungkinan keluhan atau gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kualitas udara dan paparan asap yang terjadi di Ambon,” kata Yakobis beberapa waktu lalu.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini juga mengkonfirmasi fenomena “Udara Kabur” yang melanda wilayah kecamatan di Kota Ambon, meliputi Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, hingga Leitimur Selatan.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar