Wahid Laitupa Ingatkan Warga Siaga Hadapi Dampak Musim Hujan di Maluku
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa ingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.
Mengingat, dampak musim hujan selalu tidak terlepas dari potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.
“Memasuki musim hujan seperti saat ini, kita semua harus senantiasa waspada. Perhatikan dengan cermat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal, terutama bagi warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai maupun wilayah perbukitan yang rawan terjadi tanah longsor,” kata Wahid, Senin (4/5/2026).
Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang mengindikasikan potensi bencana, seperti meningkatnya debit air secara tiba-tiba, munculnya retakan pada permukaan tanah, hingga pergeseran struktur bangunan.
“Apabila sudah ditemukan tanda-tanda seperti itu, sebaiknya segera melakukan evakuasi sementara menuju tempat yang lebih aman. Jangan menunggu hingga keadaan semakin memburuk, karena akan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun keluarga,” katanya.
Selain itu, Laitupa juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Tindakan tersebut seringkali menjadi penyebab tersumbatnya saluran air, yang pada akhirnya memperparah dampak banjir.
Menurutnya, langkah sederhana namun sangat bermanfaat seperti, melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing dapat memberikan dampak yang signifikan, dalam menekan potensi terjadinya genangan air saat turun hujan deras.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Apabila lingkungan sekitar bersih dan terawat, maka aliran air pun akan berjalan lancar. Dengan demikian, risiko terjadinya banjir dapat kita kurangi secara maksimal,” jelasnya.
Untuk itu, Laitupa mendorong masyarakat untuk aktif mencari, dan mengikuti informasi terkait kondisi cuaca yang disampaikan oleh instansi yang berwenang.
Selain itu, warga diminta memanfaatkan saluran komunikasi di tingkat lingkungan seperti Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) atau desa, untuk saling menyampaikan informasi, apabila terjadi kondisi yang berbahaya.
Di sisi lain, Laitupa juga mengingatkan kepada seluruh orang tua, untuk lebih memperhatikan dan mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat turun hujan.
Anak-anak diimbau untuk tidak bermain di tempat-tempat yang berisiko seperti di sekitar selokan, aliran sungai, maupun daerah lereng perbukitan.
“Keselamatan dan keamanan keluarga harus selalu menjadi prioritas utama. Jangan sampai kita lengah, karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa diduga,” tegasnya.
Laitupa berharap, dengan semakin meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, dampak buruk yang ditimbulkan, akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir.
“Saya mendorong pemerintah daerah, untuk senantiasa meningkatkan kualitas penanganan, dan upaya mitigasi bencana secara langsung di lapangan,” tandasnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar