Breaking News
light_mode

International Women’s Day 2025: Aksi Bisu, dan Duka Perempuan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Massa Aksi Bisu International Woman’s Day 2025, Ambon, Maluku

Ambon,Tajukmaluku.com– “Indonesia boleh gelap tapi perempuan adalah cahaya yang tidak akan padam“. Demikian sorak perlawanan yang digaungkan para perempuan Maluku dalam Aksi Bisu memperingati International Women’s Day (IWD) di Bundaran Poka, Kota Ambon (10/3/2025).

Gerakan aktivis perempuan yang diprakarsai oleh Korps HMI-Wati (Kohati) Komisariat Polnam, Kohati Komisariat Ekonomi dan Bisnis Unpatti, Bidang Pemberdayaan Perempuan HMI Komisariat Saintek Unpatti dan Kohati Komisariat Isip Unpatti diharapkan dapat menjadi katalisator bagi wacana dan isu keberdayaan perempuan.

Koordinator lapangan (Korlap), Zahwa Kalderak, mengatakan aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes dan gambaran dari bagaimana suara dan peran perempuan yang sering kali diabaikan, baik dalam hukum, kebijakan, maupun kehidupan sosial sehari-hari. Perubahan sosial memerlukan katalis dan gerakan perempuan yang ada saat ini dapat menjadi katalis itu sendiri.

Dengan memilih aksi bisu, para peserta aksi menunjukkan bahwa meskipun mereka tidak berbicara, tetapi ketidakadilan yang mereka alami tetap harus didengar. Dunia perlu memahami peran dan keterampilan perempuan dalam mempertahankan identitas kulturalnya.

Sejarah International Women’s Day

Dalam sejarahnya, peringatan International Women’s Day bermula dari perjuangan melawan penindasan terhadap kaum perempuan yang terjadi hingga awal abad ke-20. Pada tahun 1908, perempuan semakin aktif menyuarakan ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang mereka alami melalui berbagai kampanye. 

Gerakan ini semakin mendapat perhatian ketika sekitar 15.000 perempuan di New York, Amerika Serikat, melakukan aksi demonstrasi menuntut hak-hak mereka, termasuk upah yang lebih baik, jam kerja yang lebih manusiawi, dan hak untuk memilih dalam pemilu.

Setahun kemudian, pada 1909, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan di seluruh Amerika Serikat. Pada tahun-tahun berikutnya, Kopenhagen, Denmark, menjadi tuan rumah konferensi internasional bagi pekerja perempuan.

Dalam konferensi tersebut, Clara Zetkin, pemimpin Women’s Office dari Partai Sosial Demokrat di Jerman, mengusulkan ide untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional.

Pada tahun 1911, peringatan ini pertama kali dihormati di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss pada tanggal 19 Maret. Sementara itu, antara tahun 1913 dan 1914, perempuan di Rusia merayakan Hari Perempuan pertama mereka pada 23 Februari.

Hingga akhirnya diputuskan bahwa tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional yang diterima secara global. PBB secara resmi memperingati hari ini untuk pertama kalinya pada tahun 1975.

Duka Perempuan yang Disampaikan Dalam Aksi Bisu

Ketidakadilan yang Masih Merajalela

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat tanpa keadilan bagi korban, kerentanan Pekerja Rumah Tangga (PRT), masalah krisis Iklim, undang-undang terkait masyarakat adat, bullying atau perundungan yang dialami perempuan. Masih banyaknya diskriminasi gender dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja, pendidikan, dan kebijakan publik.

Menuntut Perubahan Nyata

Mendorong implementasi yang lebih tegas terhadap UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Mendorong pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Meminta akses yang lebih baik terhadap keadilan dan layanan bagi korban kekerasan seksual dan KDRT.
Menuntut kesetaraan gender dalam ruang publik dan kebijakan pemerintah.
Memperjuangkan kebebasan berekspresi dan hak perempuan untuk bersuara tanpa takut dikriminalisasi atau dikucilkan.

Simbolisme Perlawanan

Massa aksi menggunakan pakaian hitam sebagai simbol duka atas ketidakadilan yang dialami perempuan. Dan masker di mulut untuk menggambarkan bagaimana suara perempuan sering dibungkam.
Poster dan tulisan berisi deskripsi tentang hak-hak perempuan, dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

International Women’s Day dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Bertujuan untuk memperingati pencapaian sosial, ekonomi, budaya, politik, dan perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Peringatan Hari Perempuan internasional yang dilaksanakan ini, bisa menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih jauh dari selesai.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Keluhkan Layanan KM Pangrango: Banyak Kecoa dan Ruangan Pengap

    Penumpang Keluhkan Layanan KM Pangrango: Banyak Kecoa dan Ruangan Pengap

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Salah satu penumpang, Putri Hastari keluhkan pelayanan di KM. Pangrango yang melayani rute Ambon-Banda Neira. Pasalnya, saat berlayar menggunakan kapal milik PT Pelni tersebut, terdapat hal-hal yang cukup mengganggu kenyamanan selama berlayar. Seperti banyaknya kecoa yang berkeliaran di dalam kapal serta ruangan yang panas dan pengap. “Kecoa kecil terlihat di sekitar tempat tidur, di barang-barang […]

  • PLN UP3 Sofifi Gelar Khitan Massal, Wujud Kepedulian Generasi Sehat dan Masa Depan Gemilang

    PLN UP3 Sofifi Gelar Khitan Massal, Wujud Kepedulian Generasi Sehat dan Masa Depan Gemilang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menyelenggarakan kegiatan Khitan Massal dengan mengusung tema “Khitan Bersama, Masa Depan Gemilang” yang bertempat di Kantor PLN UP3 Sofifi. Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), […]

  • Masyarakat Kini Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang untuk Perkuat Kepastian Hukum Rumah Tinggal

    Masyarakat Kini Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang untuk Perkuat Kepastian Hukum Rumah Tinggal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Bagi masyarakat yang saat ini memegang Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk rumah tinggal, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepastian hukum atas tanah, yakni dengan mengubah status hak menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM). Mengingat, miliki rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi tentang memastikan aset yang dimiliki punya landasan hukum yang kuat sehingga […]

  • Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

    Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malang,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, pada acara Panen Raya TNI yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/07/2026). Dalam keterangannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa kepastian hukum hak atas tanah menjadi faktor utama dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan. “Bagi kami, ketahanan pangan […]

  • Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menerima audiensi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) pada Kamis (28/3/2025). Audiensi yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon itu dihadiri oleh General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuoula; Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN UIW MMU, Gamal Rizal Kambey; Manager UP3 Ambon, Kurniawan Fitrianto; beserta […]

  • Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

    Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN tahun 2025 dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu (15/07/2026). Laporan disampaikan sebagai tindak lanjut dari pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun […]

expand_less