Breaking News
light_mode

International Women’s Day 2025: Aksi Bisu, dan Duka Perempuan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Massa Aksi Bisu International Woman’s Day 2025, Ambon, Maluku

Ambon,Tajukmaluku.com– “Indonesia boleh gelap tapi perempuan adalah cahaya yang tidak akan padam“. Demikian sorak perlawanan yang digaungkan para perempuan Maluku dalam Aksi Bisu memperingati International Women’s Day (IWD) di Bundaran Poka, Kota Ambon (10/3/2025).

Gerakan aktivis perempuan yang diprakarsai oleh Korps HMI-Wati (Kohati) Komisariat Polnam, Kohati Komisariat Ekonomi dan Bisnis Unpatti, Bidang Pemberdayaan Perempuan HMI Komisariat Saintek Unpatti dan Kohati Komisariat Isip Unpatti diharapkan dapat menjadi katalisator bagi wacana dan isu keberdayaan perempuan.

Koordinator lapangan (Korlap), Zahwa Kalderak, mengatakan aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes dan gambaran dari bagaimana suara dan peran perempuan yang sering kali diabaikan, baik dalam hukum, kebijakan, maupun kehidupan sosial sehari-hari. Perubahan sosial memerlukan katalis dan gerakan perempuan yang ada saat ini dapat menjadi katalis itu sendiri.

Dengan memilih aksi bisu, para peserta aksi menunjukkan bahwa meskipun mereka tidak berbicara, tetapi ketidakadilan yang mereka alami tetap harus didengar. Dunia perlu memahami peran dan keterampilan perempuan dalam mempertahankan identitas kulturalnya.

Sejarah International Women’s Day

Dalam sejarahnya, peringatan International Women’s Day bermula dari perjuangan melawan penindasan terhadap kaum perempuan yang terjadi hingga awal abad ke-20. Pada tahun 1908, perempuan semakin aktif menyuarakan ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang mereka alami melalui berbagai kampanye. 

Gerakan ini semakin mendapat perhatian ketika sekitar 15.000 perempuan di New York, Amerika Serikat, melakukan aksi demonstrasi menuntut hak-hak mereka, termasuk upah yang lebih baik, jam kerja yang lebih manusiawi, dan hak untuk memilih dalam pemilu.

Setahun kemudian, pada 1909, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan di seluruh Amerika Serikat. Pada tahun-tahun berikutnya, Kopenhagen, Denmark, menjadi tuan rumah konferensi internasional bagi pekerja perempuan.

Dalam konferensi tersebut, Clara Zetkin, pemimpin Women’s Office dari Partai Sosial Demokrat di Jerman, mengusulkan ide untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional.

Pada tahun 1911, peringatan ini pertama kali dihormati di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss pada tanggal 19 Maret. Sementara itu, antara tahun 1913 dan 1914, perempuan di Rusia merayakan Hari Perempuan pertama mereka pada 23 Februari.

Hingga akhirnya diputuskan bahwa tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional yang diterima secara global. PBB secara resmi memperingati hari ini untuk pertama kalinya pada tahun 1975.

Duka Perempuan yang Disampaikan Dalam Aksi Bisu

Ketidakadilan yang Masih Merajalela

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat tanpa keadilan bagi korban, kerentanan Pekerja Rumah Tangga (PRT), masalah krisis Iklim, undang-undang terkait masyarakat adat, bullying atau perundungan yang dialami perempuan. Masih banyaknya diskriminasi gender dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja, pendidikan, dan kebijakan publik.

Menuntut Perubahan Nyata

Mendorong implementasi yang lebih tegas terhadap UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Mendorong pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Meminta akses yang lebih baik terhadap keadilan dan layanan bagi korban kekerasan seksual dan KDRT.
Menuntut kesetaraan gender dalam ruang publik dan kebijakan pemerintah.
Memperjuangkan kebebasan berekspresi dan hak perempuan untuk bersuara tanpa takut dikriminalisasi atau dikucilkan.

Simbolisme Perlawanan

Massa aksi menggunakan pakaian hitam sebagai simbol duka atas ketidakadilan yang dialami perempuan. Dan masker di mulut untuk menggambarkan bagaimana suara perempuan sering dibungkam.
Poster dan tulisan berisi deskripsi tentang hak-hak perempuan, dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

International Women’s Day dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Bertujuan untuk memperingati pencapaian sosial, ekonomi, budaya, politik, dan perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Peringatan Hari Perempuan internasional yang dilaksanakan ini, bisa menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih jauh dari selesai.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Tahun Baru, PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Pelanggan Pasang Baru 131 KVA PT Samator Indo Gas Tbk

    Jelang Tahun Baru, PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Pelanggan Pasang Baru 131 KVA PT Samator Indo Gas Tbk

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi berhasil melakukan penyalaan untuk pelanggan pasang baru, yakni PT Samator Indo Gas Tbk. Diketahui PT Samator Indo Gas Tbk merupakan perusahaan gas industri terbesar di Indonesia yang mengoperasikan 44 pabrik dan lebih dari 100 stasiun […]

  • HMI Kecam Pelayanan di RSUP Leimena: Durasi Antre Lama, Kondisi Pasien Memburuk

    HMI Kecam Pelayanan di RSUP Leimena: Durasi Antre Lama, Kondisi Pasien Memburuk

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon mengecam pelayanan kesehatan di RSUP Dr. J. Leimena. Pelayanan dimaksud khusus untuk pasien rawat inap dan rawat jalan yang membutuhkan durasi yang cukup lama untuk bisa terlayani. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman HMI Cabang Ambon, Putri Hastari kepada Tajukmaluku.com, Kamis (24/7/2025). “Untuk antrean pasien rawat jalan […]

  • HUT RI ke-80, PLN UIW MMU Perkenalkan Program Diskon 50% Penambahan Daya saat Kunjungan Gubernur Maluku Utara

    HUT RI ke-80, PLN UIW MMU Perkenalkan Program Diskon 50% Penambahan Daya saat Kunjungan Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi mendapat kehormatan menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur, H. Sarbin Sehe, pada kegiatan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Jumat (15/8/2025). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting […]

  • PMII Kota Ambon: “Jaga Perdamaian, Tolak Provokasi”

    PMII Kota Ambon: “Jaga Perdamaian, Tolak Provokasi”

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ambon menyerukan masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah keharmonisan. Pernyataan ini disampaikan menyusul bentrok yang terjadi antara pemuda Pohon Pule Jalan Baru dan pemuda Urimesing, yang berlangsung dari pukul 02.00 hingga 06.30 pagi. Insiden tersebut dipicu oleh balapan liar […]

  • Pasca Pemerintahan Murad Ismail, Hendrik Lewerissa Kini Ajukan Lagi Pinjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun

    Pasca Pemerintahan Murad Ismail, Hendrik Lewerissa Kini Ajukan Lagi Pinjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sedang mengajukan permohonan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,5 Triliun. Peminjaman dana itu digadang-gadang bakal untuk membiayai berbagai program prioritas, di bumi raja-raja ini, terutama pembangunan infrastruktur mendesak. Padahal, peminjaman dana dari PT SMI di era pemerintahan sebelumnya, yakni dibawah kepemimpinan Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku […]

  • Danlanud Pattimura Diminta Evaluasi Penanganan Kasus KDRT Pratu TLS

    Danlanud Pattimura Diminta Evaluasi Penanganan Kasus KDRT Pratu TLS

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kuasa hukum WK, Bansa Hadi Sella, S.HI dan Sutrisno Hatapayo, S.HI, meminta Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Jhonson Henrico Simatupang, M.Han., untuk mengevaluasi kinerja anggotanya dalam menangani laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami klien mereka. Permintaan ini disampaikan menyusul pernyataan Kepala Penerangan Lanud Pattimura Ambon, Sus Lulut Dwi Atmanto, yang menyatakan bahwa laporan […]

expand_less