Kepsek Raddy Jamair Akui Ada Kasus Bullying dan Kekerasan di Sekolah Rakyat Malteng
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Malteng,Tajukmaluku.com-Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Maluku Tengah (Malteng), Raddy Jamair akui adanya insiden bullying dan kekerasan di sekolahnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (5/10/2026), bermula ketika beberapa siswa terlibat saling adu mulut.
Kemudian, seorang siswa berinisial DNW menerima tamparan dan ditonjok oleh dua siswa lainnya.
Atas tindakan kekerasan itu, DNW kemudian mengalami memar pada bagian wajah.
Kejadian itu kemudian membuat korban merasa trauma. Dia memilih mengurung diri sendiri di kamar dan takut untuk ke sekolah.
Atas kejadian itu, Kepsek mengaku pihak sekolah tengah menyikapinya dengan serius dan telah melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Saat ini pihak sekolah sedang melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk memastikan kondisi dan kebutuhan siswa yang bersangkutan,” katanya, Kamis (8/10/2026).
Dijelaskan, aspek keamanan, perlindungan, serta pemulihan kondisi siswa menjadi perhatian utama pihak sekolah.
Terkait informasi bahwa korban mengalami trauma dan belum masuk sekolah, pihaknya juga menghormati kondisi pribadi siswa dan keluarga.
“Sehingga untuk hal-hal yang bersifat pribadi kami tidak dapat menyampaikan secara detail kepada publik,” ungkapnya.
Pihaknya memastikan bahwa apabila terbukti terjadi pelanggaran, sekolah akan mengambil langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang,” cetusnya.
Menurutnya, ada tim penanganan yang terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali asrama dan wali asuh untuk menangani permasalahan tersebut.
Tim sudah melakukan klarifikasi kepada pihak terkait, serta melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap siswa.
Selanjutnya, hasil penanganan akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan sekolah.
“Kami memastikan persoalan ini akan ditangani secara serius dan tidak dibiarkan,” tandasnya.
Diketahui, Sekolah Rakyat (SR) adalah program strategis nasional berupa satuan pendidikan formal berasrama (boarding school) yang dibiayai penuh oleh negara untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program inklusif yang diinisiasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi lewat pendidikan berkualitas.
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar