Breaking News
light_mode

Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 495
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Olivia Ch. Salampessy

Wakil Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)

Sambil menikmati hangatnya teh hijau di pagi hari, saya menyempatkan diri membaca lembar demi lembar buku R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang – Door Duisternis Tot Licht, yang berisi surat-surat beliau.

Membayangkan Kartini, seorang gadis remaja di usia dua belas tahun harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia luar. Tidak lagi pergi ke sekolah. Ia dikurung di rumah, dipingit oleh adat yang tak bisa dibantah.

Dari ruang kamarnya yang sepi, ia menghadirkan surat-surat yang lahir dari keresahan, diantaranya kepada Stella Zeehandelaar, Nyonya Rosa Abendanon, Nyonya Nellie van Kohl, Nyonya M.C. E. Ovink-Soer, juga Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya.

Keresahan atas kesempatan yang tidak didapatkan perempuan di negerinya, sebagaimana cerita-cerita tentang perempuan di negeri jauh yang bisa bebas memilih jalan hidupnya. Keresahan atas adat yang begitu keras pada mereka yang hanya ingin belajar. Begitu kritis dan peka terhadap kondisi saat itu yang penuh ketidakadilan bagi perempuan.

Surat-suratnya yang melampaui tembok rumahnya, melintasi samudera, sampai ke tangan orang-orang yang terkejut karena seorang gadis Jawa bicara tentang kesetaraan, pendidikan dan masa depan bangsanya.

Surat-suratnya adalah panggungnya, yang walaupun tanpa mikrofon dan kerumunan yang bersorak, mampu membakar diam-diam. Bicara tentang perempuan sebagai fondasi peradaban dan pentingnya pendidikan bagi semua perempuan, bukan hanya untuk perempuan bangsawan saja.

…Kami memohon dengan sangat supaya disini diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan. Bukanlah karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan menjadi saingan orang laki-laki, melainkan karena kami yakin akan pengaruh besar yang mungkin datang dari kaum perempuan…Pekerjaan memajukan peradaban itu haruslah diserahkan kepada kaum perempuan. Dengan demikian maka peradaban itu akan meluas dengan cepat dalam kalangan bangsa Jawa. Ciptakanlah ibu-ibu yang cakap serta berpikiran maju, maka tanah Jawa pasti akan mendapat pekerja yang tangkas. Peradaban dan kepandaiannya akan diturunkannya kepada anak-anaknya. Anak-anak perempuannya akan menjadi ibu pula, sedangkan anak-anak yang laki-laki kelak pasti akan menjadi penjaga kepentingan bangsanya. (Surat kepada Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)

Sepenggal surat Kartini di atas, menguatkan saya, begitu pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ini adalah senjata pamungkas Kartini dalam membangunkan bangsa Jawa yang tertidur lelap oleh kungkungan adat. Pemikiran Kartini menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan pendidikan, organisasi perempuan dan bahkan sebagai cikal bakal nasionalisme.

Kartini menjadi tokoh berwajah epik, yang melampaui zamannya. Di sisi lain, Kartini menampilkan wajah yang menyimpan luka, menjalani poligami yang tidak disukainya karena bakti dan cintanya kepada sang ayah. Yang tidak sempat melihat dan mengecap buah perjuangannya. Dua wajah yang saling melengkapi, yang hidup di antara harapan dan keterpaksaan.

Menyeruput teh hijau yang mulai dingin dengan rasa pahit yang lebih kuat, terlintas tampilan anak-anak perempuan, para gadis dan ibu-ibu berkebaya sambil menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, sebuah tradisi setiap tanggal 21 April.

Bersukacita disaat nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan kemajuan bagi perempuan yang diperjuangkan Kartini, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dituntaskan selama seratus dua puluh dua tahun. Berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan masih terus terjadi. Kekerasan seksual marak terjadi di ruang-ruang pendidikan dengan aktor orang-orang terdidik, yang seharusnya melindungi.

Perjuangan Kartini masih harus dilanjutkan dengan meyakini bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang terkecil, dari kamar sunyi dengan secarik kertas dan berbagai pertanyaan, sebagaimana dilakukan Kartini. Walaupun dalam pingitan tetap bisa menyalakan cahaya. Dunia boleh mengurungmu, tapi jangan biarkan pikiranmu ikut terkunci.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Membongkar Mitos”: Benarkah Alam Kaya Membuat Orang Maluku Malas?

    “Membongkar Mitos”: Benarkah Alam Kaya Membuat Orang Maluku Malas?

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A.M Sangadji; Peneliti Psikologi Lingkungan dan Masyarakat Adat) Tajukmaluku.com-Sudah menjadi cerita lama yang terus diulang bahwa “orang Maluku itu malas karena alamnya terlalu kaya raya”. Ungkapan ini sering kita dengar di berbagai tempat. Baik saat kita santai di warung kopi maupun dalam ruang-ruang diskusi formal tentang […]

  • Jelang Tahun Baru, YBM PLN UIW MMU Berikan Santunan bagi Mustahik di Ternate

    Jelang Tahun Baru, YBM PLN UIW MMU Berikan Santunan bagi Mustahik di Ternate

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menyerahkan santunan kepada kaum dhuafa, yatim dan piatu pada penghujung 2024. Penyerahan santunan itu berlangsung di Mushallah Nurul Masyriq PLN Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate. Setidaknya terdapat 37 mustahiq yang merupakan Pelajar Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah menjadi target bantuan tersebut. […]

  • Kapolresta Ambon: LGJI Amboina 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

    Kapolresta Ambon: LGJI Amboina 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kapolresta Ambon dan PP Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho mengajak masyarakat menjadikan Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) Amboina 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan menjaga perdamaian di Kota Ambon. Pesan itu disampaikan Andrias saat menghadiri pembukaan LGJI Amboina 2026 yang dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Kota Ambon, Sabtu (5/9/2026). Lomba ini digelar dalam rangkaian […]

  • Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

    Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dali Serdang,Tajukmaluku.com-Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut secara resmi dilepas dalam Apel Pelepasan Relawan BUMN Peduli pada Jumat (19/12) di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara untuk didistribusikan ke lokasi-lokasi […]

  • KEIND Gaet BI Perkuat Arah Ekonomi Syariah Nasional

    KEIND Gaet BI Perkuat Arah Ekonomi Syariah Nasional

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pelaku usaha dan regulator untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah, Kamar Entrepreuner Indonesia (KEIND) bertemu manajamen Bank Indonesia, di Jakarta. Fokus pembahasan mencakup peluang kolaborasi, penguatan program pemberdayaan UMKM syariah, hingga persiapan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Lantai […]

  • Rahantan: Kota Tual Raih Penghargaan Kemendagri, Bukti Kepemimpinan AYR Semakin Maju

    Rahantan: Kota Tual Raih Penghargaan Kemendagri, Bukti Kepemimpinan AYR Semakin Maju

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kota Tual setelah berhasil meraih penghargaan dalam ajang “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026). Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Pengendalian Inflasi tingkat kota untuk Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan […]

expand_less