Breaking News
light_mode

Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 427
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Olivia Ch. Salampessy

Wakil Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)

Sambil menikmati hangatnya teh hijau di pagi hari, saya menyempatkan diri membaca lembar demi lembar buku R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang – Door Duisternis Tot Licht, yang berisi surat-surat beliau.

Membayangkan Kartini, seorang gadis remaja di usia dua belas tahun harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia luar. Tidak lagi pergi ke sekolah. Ia dikurung di rumah, dipingit oleh adat yang tak bisa dibantah.

Dari ruang kamarnya yang sepi, ia menghadirkan surat-surat yang lahir dari keresahan, diantaranya kepada Stella Zeehandelaar, Nyonya Rosa Abendanon, Nyonya Nellie van Kohl, Nyonya M.C. E. Ovink-Soer, juga Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya.

Keresahan atas kesempatan yang tidak didapatkan perempuan di negerinya, sebagaimana cerita-cerita tentang perempuan di negeri jauh yang bisa bebas memilih jalan hidupnya. Keresahan atas adat yang begitu keras pada mereka yang hanya ingin belajar. Begitu kritis dan peka terhadap kondisi saat itu yang penuh ketidakadilan bagi perempuan.

Surat-suratnya yang melampaui tembok rumahnya, melintasi samudera, sampai ke tangan orang-orang yang terkejut karena seorang gadis Jawa bicara tentang kesetaraan, pendidikan dan masa depan bangsanya.

Surat-suratnya adalah panggungnya, yang walaupun tanpa mikrofon dan kerumunan yang bersorak, mampu membakar diam-diam. Bicara tentang perempuan sebagai fondasi peradaban dan pentingnya pendidikan bagi semua perempuan, bukan hanya untuk perempuan bangsawan saja.

…Kami memohon dengan sangat supaya disini diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan. Bukanlah karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan menjadi saingan orang laki-laki, melainkan karena kami yakin akan pengaruh besar yang mungkin datang dari kaum perempuan…Pekerjaan memajukan peradaban itu haruslah diserahkan kepada kaum perempuan. Dengan demikian maka peradaban itu akan meluas dengan cepat dalam kalangan bangsa Jawa. Ciptakanlah ibu-ibu yang cakap serta berpikiran maju, maka tanah Jawa pasti akan mendapat pekerja yang tangkas. Peradaban dan kepandaiannya akan diturunkannya kepada anak-anaknya. Anak-anak perempuannya akan menjadi ibu pula, sedangkan anak-anak yang laki-laki kelak pasti akan menjadi penjaga kepentingan bangsanya. (Surat kepada Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)

Sepenggal surat Kartini di atas, menguatkan saya, begitu pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ini adalah senjata pamungkas Kartini dalam membangunkan bangsa Jawa yang tertidur lelap oleh kungkungan adat. Pemikiran Kartini menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan pendidikan, organisasi perempuan dan bahkan sebagai cikal bakal nasionalisme.

Kartini menjadi tokoh berwajah epik, yang melampaui zamannya. Di sisi lain, Kartini menampilkan wajah yang menyimpan luka, menjalani poligami yang tidak disukainya karena bakti dan cintanya kepada sang ayah. Yang tidak sempat melihat dan mengecap buah perjuangannya. Dua wajah yang saling melengkapi, yang hidup di antara harapan dan keterpaksaan.

Menyeruput teh hijau yang mulai dingin dengan rasa pahit yang lebih kuat, terlintas tampilan anak-anak perempuan, para gadis dan ibu-ibu berkebaya sambil menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, sebuah tradisi setiap tanggal 21 April.

Bersukacita disaat nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan kemajuan bagi perempuan yang diperjuangkan Kartini, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dituntaskan selama seratus dua puluh dua tahun. Berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan masih terus terjadi. Kekerasan seksual marak terjadi di ruang-ruang pendidikan dengan aktor orang-orang terdidik, yang seharusnya melindungi.

Perjuangan Kartini masih harus dilanjutkan dengan meyakini bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang terkecil, dari kamar sunyi dengan secarik kertas dan berbagai pertanyaan, sebagaimana dilakukan Kartini. Walaupun dalam pingitan tetap bisa menyalakan cahaya. Dunia boleh mengurungmu, tapi jangan biarkan pikiranmu ikut terkunci.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan, Ketimpangan  dan Krisis Sosial

    Ramadhan, Ketimpangan  dan Krisis Sosial

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini wajah kapitalisme semakin memperlihatkan karakternya yang semakin serakah. Hampir semua ruang kehidupan manusia dikendalikan oleh norma-norma ekonomi dan sosial. Termasuk ruang religiutas manusia. Ibadah Puasa yang sebentar lagi menghampiri umat jagat ini, juga tidak terhindarkan dari kapitalisasi yang ekstrim yang dipelopori oleh industri media. Semua menawarkan pesona dan keindahan puasa dengan dibarengi pola […]

  • Dihadapan Senator Bisri, DKP : Sekarang Kita Hanya Penonton di Laut Maluku

    Dihadapan Senator Bisri, DKP : Sekarang Kita Hanya Penonton di Laut Maluku

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi Maluku kembali dibatasi untuk mengelolah laut, meski dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Kewenangan Pemerintah Provinsi adalah sebesar 12 mil laut dari garis pantai. Semua mekanisme perijinan pengelolaan wilayah laut saat ini telah diurusi Pemerintah Pusat secara langsung, bahkan untuk keramba ikan di Teluk Ambon harus ada ijin Kementrian Perikanan dan Kelautan di […]

  • PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

    PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejak pertama kali masuk Maluku pada 2018, PT Spice Islands Maluku (PT SIM) perusahaan produksi pisang abaka ini memegang SKT untuk ribuan hektar lahan di Hatusuwa. Namun, alih-alih mengoptimalkan izin itu, PT SIM justru memilih melirik wilayah lain. Hatusuwa ditinggalkan, optimalisasi ribuan hektar tanpa laporan bulanan maupun tahunan kepada Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) […]

  • PLN UP3 Sofifi Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip selama Perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara

    PLN UP3 Sofifi Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip selama Perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi dengan bangga mengumumkan keberhasilannya dalam menjamin keandalan pasokan listrik selama rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Maluku Utara. Perayaan yang berlangsung meriah pada 8–12 Oktober 2025 di Kota Sofifi ini melibatkan berbagai acara penting, […]

  • DPD DPR dan DPRD Maluku Rapat Bersama Soal Efisiensi Anggaran

    DPD DPR dan DPRD Maluku Rapat Bersama Soal Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menggelar rapat dengar pendapat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dari daerah pemilihan Maluku. Rapat yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, turut dihadiri para wakil dan anggota DPRD Provinsi Maluku serta enam dari delapan anggota […]

  • KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pertemuan Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Ternate, 23–24 Agustus, menjadi momentum konsolidasi kepentingan pembangunan berbasis potensi daerah. Forum dua hari itu dihadiri Presidium KAHMI Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, bersama Koordinator Presidium KAHMI Nasional Rifqynizami Karsayuda, Wakil Menteri Desa A. Riza Patria, serta Menteri ATR/Kepala BPN Nusron […]

expand_less