Breaking News
light_mode

Kepala PSDKP Ambon Johanis J. Medea Nilai RUU Daerah Kepulauan Bisa Akhiri Ketimpangan di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, Johanis J. Medea menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan bisa mengakhiri ketimpangan di Maluku.

Kata dia, wilayah Maluku membutuhkan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpijak pada karakter wilayah kepulauan.

Salah satu instrumen yang dinilai penting untuk menjawab ketimpangan itu adalah pengesahan RUU dimaksud.

Pernyataan itu disampaikan Johanis saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik “Menyambut RUU Daerah Kepulauan” yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Ambon. Sabtu (9/5/2026).

Dalam paparannya, Johanis memotret besarnya potensi kelautan Maluku yang hingga kini belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Padahal, kata dia, Maluku merupakan salah satu daerah penghasil perikanan terbesar di Indonesia.

“Produksi perikanan tangkap Maluku pada tahun 2024 hampir mencapai 400 ribu ton. Potensi ini luar biasa, tetapi belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat,” kata Johanis.

Ia menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi daerah kepulauan bukan semata sumber daya, melainkan ketimpangan kebijakan pembangunan yang selama ini masih berorientasi pada daratan.

Akibatnya, berbagai persoalan klasik seperti mahalnya transportasi laut, keterisolasian pulau-pulau, keterbatasan internet, pendidikan dan fasilitas kesehatan masih menjadi persoalan nyata di Maluku.

Menurut Johanis, paradigma pembangunan daerah kepulauan harus diubah. Laut, kata dia, tidak lagi boleh dipandang sebagai pemisah antarwilayah.

“Laut harus ditempatkan sebagai ruang utama pembangunan, jalur logistik, ruang produksi perikanan, sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Johanis menilai, kehadiran RUU Daerah Kepulauan akan menjadi landasan hukum penting dalam memperkuat kewenangan daerah mengelola sumber daya laut dan kawasan maritimnya.

Ia menjelaskan, saat ini kewenangan pengelolaan laut provinsi masih terbatas pada 12 mil laut. Sementara dalam konsep daerah kepulauan, ruang laut antar pulau yang selama ini belum terintegrasi dapat menjadi bagian dari wilayah pengelolaan daerah.

“Karakter Maluku adalah gugusan pulau yang saling terhubung oleh laut. Karena itu kebijakannya juga harus berbasis kepulauan,” katanya.

Tak hanya berbicara konsep, Johanis juga menekankan pentingnya kesiapan daerah jika RUU tersebut disahkan. Menurutnya, dokumen perencanaan seperti RTRW dan RPJMD harus segera diarahkan pada orientasi pembangunan maritim berbasis gugus pulau.

Ia juga menyoroti perlunya percepatan penataan ruang laut, sinkronisasi pengawasan pusat dan daerah, hingga digitalisasi data kelautan agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.

Di sektor pengawasan perikanan, Johanis secara khusus menyinggung masih maraknya praktik illegal fishing di wilayah Maluku. Ia menilai penguatan kewenangan daerah harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia pengawas perikanan.

Menurut dia, hasil tangkapan ikan dari wilayah administrasi Maluku semestinya lebih dahulu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal sebelum dipasarkan keluar daerah.

Selain sektor perikanan, Johanis juga melihat potensi wisata bahari Maluku masih sangat terbuka, termasuk pengembangan wisata kapal pesiar yang selama ini belum dimaksimalkan.

Ia menilai RUU Daerah Kepulauan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pengembangan ekonomi maritim masyarakat pesisir.

Namun di sisi lain, Johanis mengingatkan bahwa pembangunan maritim tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Ia menyoroti persoalan sampah plastik yang masih mencemari pesisir dan laut Maluku.

“Kalau laut dijadikan sumber kehidupan dan instrumen utama kesejahteraan masyarakat, maka laut juga wajib dijaga bersama,” tegasnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal Ramadan 1447 Hijriah di Negeri Tumalehu Barat SBB Jatuh 17 Februari 2026

    Awal Ramadan 1447 Hijriah di Negeri Tumalehu Barat SBB Jatuh 17 Februari 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Negeri Tumalehu Barat bersama tokoh agama dan masyarakat menyepakati awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam musyawarah yang digelar di Masjid Arrahman, Negeri Tumalehu Barat, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Jumat (13/2/2026) lalu. Musyawarah dihadiri unsur pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh […]

  • Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kep.Sula PLN UP3 Ternate Energizing Peningkatan Daya PT MTP

    Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kep.Sula PLN UP3 Ternate Energizing Peningkatan Daya PT MTP

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dofa,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan listrik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara. Pada Kamis (11/12/2025), PLN UIW MMU melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate sukses melakukan proses energizing untuk pelanggan kategori perubahan daya MAIN OFFICE PT MTP yang berlokasi di Desa […]

  • Sukses Amankan Kelistrikan di Pilkada Maluku, SEMMI Maluku Apresiasi Kepemimpinan Awat Tuhuloula.

    Sukses Amankan Kelistrikan di Pilkada Maluku, SEMMI Maluku Apresiasi Kepemimpinan Awat Tuhuloula.

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku, M. Umar Rumakefing, memberikan apresiasi tinggi kepada PLN Unit Induk Wilayah (IUW) Maluku-Maluku Utara di bawah kepemimpinan Awat Tuhuloula. Pencapaian PLN dalam menjaga stabilitas kelistrikan selama penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku 2024 menjadi bukti konkret profesionalisme dan komitmen pelayanan terhadap masyarakat. Umar menegaskan pentingnya ketersediaan listrik […]

  • Kantor Pertanahan Buru Selatan Luncurkan Program Pengukuran Terjadwal

    Kantor Pertanahan Buru Selatan Luncurkan Program Pengukuran Terjadwal

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Pengukuran Terjadwal, yang resmi diperkenalkan pada Senin (29/6/2026). Program ini merupakan inovasi pelayanan yang memberikan kepastian jadwal pelaksanaan pengukuran bidang tanah kepada masyarakat. Melalui layanan tersebut, pemohon dapat menentukan waktu pengukuran bersama petugas sesuai […]

  • PLN UIW MMU Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem Kelistrikan di Dobo, Kini Listrik Kembali Normal

    PLN UIW MMU Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem Kelistrikan di Dobo, Kini Listrik Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) gerak cepat menormalkan sistem kelistrikan di kawasan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Pasalnya, terjadi gangguan sistem yang menyebabkan listrik padam pada 23 Desember 2024, pukul 19.12 WIT kemarin. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan terdapat empat unit mesin dari total 11 mesin di sistem […]

  • Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Konsorsium LSM Maluku kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan peredaran sianida ilegal di Maluku, Rabu (22/4/2026). Dalam aksi ketiga ini, mereka mendesak DPRD Maluku, khususnya Komisi I, segera memanggil Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ketua Konsorsium, Alwi Rumadan, menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk tekanan agar penanganan kasus tidak berhenti pada satu […]

expand_less