Breaking News
light_mode

Longsor di BTN Gadihu Indah Disinyalir Dugaan Pembangunan Paksa di Zona Rawan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Longsor yang menerjang 11 rumah di RT 004 RW 13 kawasan BTN Recidensi Gadihu Indah Desa Batu Merah Ambon tidak bisa dibaca sebagai bencana alam biasa. Muncul dugaan kuat adanya kelalaian dalam proses pembangunan kawasan perumahan yang sejak awal dinilai dipaksakan pada area rawan longsor.

Investigasi Tajukmaluku.com di lapangan menunjukkan, kawasan BTN Recidensi Gadihu Indah terdiri dari empat blok pembangunan, yakni Blok A, B, C dan D. Proyek ini mulai berjalan sejak 2016. Namun yang menjadi sorotan, pembangunan tersebut diduga tidak dijalankan oleh developer berbadan hukum sebagaimana lazimnya proyek perumahan formal.

Sejumlah sumber menyebut, proyek itu dikerjakan secara perorangan dengan pola pembangunan menyerupai kompleks perumahan komersial. Rumah-rumah kemudian dipasarkan kepada masyarakat dengan skema kredit perbankan.

“Secara teknis ini bukan developer resmi seperti perusahaan properti pada umumnya. Mereka kerja perorangan, tapi membangun kompleks besar,” kata salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Nama Ongen alias Arab disebut sebagai penanggung jawab sekaligus pengawas lapangan yang mengendalikan pembangunan di kawasan tersebut.

Di area Blok B misalnya. Warga menyebut longsor di kawasan itu bukan kali pertama terjadi. Sebelum bencana hari ini, Jumat (8/5/2026), sedikitnya sudah lima kali longsor terjadi di area yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini bukan kejadian baru. Sudah berulang kali longsor di Blok B. Struktur tanah di sini memang labil, tapi pembangunan tetap dipaksakan jalan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Ada tabir yang mulai terbuka dimana dugaan pengembang sudah mengetahui potensi kerawanan tanah, tetapi tetap melanjutkan pembangunan dan penjualan rumah.

Foto: Potret personel kepolisian saat memasang police line pada area longsor di kawasan BTN Gadihu Indah Kota Ambon, Jumat (8/5/2026) malam.

Pantauan di lokasi memperlihatkan sebagian titik perumahan berada di lereng dengan kontur curam. Sejumlah warga mengaku sejak awal sudah mempertanyakan kekuatan talud di kawasan tersebut.

“Ada yang pernah protes soal talud dan struktur tanah, tapi pembangunan terus dipaksa. Sekarang masyarakat yang tanggung risikonya,” kata sumber lain.

Persoalan menjadi semakin kompleks karena sebagian rumah diketahui masih berada dalam skema kredit bank. Harga rumah di BTN Recindesi Gadihu Indah bervariasi, dibandrol mulai dari Rp300 juta hingga Rp375 juta per unit, dengan tenor pembayaran antara 10 sampai 15 tahun. Beberapa unit juga disebut masih terikat asuransi.

Namun pasca-longsor, muncul pertanyaan baru terkait tanggung jawab perlindungan terhadap warga. Apakah rumah-rumah tersebut layak dibangun sejak awal? Bagaimana proses izin pembangunan dilakukan? Dan siapa yang bakal bertanggung jawab jika kawasan itu kembali terdampak saat hujan ekstrem berikutnya terjadi?

Sejumlah warga kini mulai mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap pembangunan kawasan pemukiman di daerah rawan bencana. Mereka menilai ada pembiaran yang membuat pembangunan terus berlangsung meski indikasi kerawanan sudah terlihat sejak lama.

“Kalau memang ini daerah rawan longsor, kenapa bisa terus dibangun? Kenapa baru jadi perhatian setelah ada bencana?” ujar seorang warga.

Hingga Jumat malam, warga masih bertahan di sekitar lokasi sambil memantau kemungkinan longsor susulan. Sebagian memilih mengunsi ke rumah kerabat karena khawatir struktur tanah di kawasan tersebut masih terus bergerak akibat hujan yang belum sepenuhnya reda.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang yang disebut bertanggung jawab atas pembangunan BTN Gadihu Indah belum berhasil dihubungi untuk memberikan penjelasan maupun tanggapan terkait dugaan kelalaian pembangunan dan longsor berulang di kawasan tersebut.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU Dorong Kopi Tuni Khas Maluku Tembus Pasar Global

    PLN UIW MMU Dorong Kopi Tuni Khas Maluku Tembus Pasar Global

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendorong Kopi Tuni tembus pasar global. Mengingat, di berbagai wilayah Maluku, aktivitas panen kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari kebun-kebun sederhana, para petani memetik biji kopi yang menjadi sumber penghidupan sekaligus potensi ekonomi yang terus berkembang. Kini, potensi tersebut mulai […]

  • Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Suasana di Lapangan RT 14, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, mendadak ramai dan penuh antusiasme pada Rabu siang 11 Maret 2026.Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti agenda penting yang dibawakan langsung oleh srikandi asal Maluku di Senayan, Novita Anakotta, SH., MH. Anggota DPD RI ini hadir untuk menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Meski […]

  • Anak Muda Jazirah Leihitu Dukung Pemekaran Kecamatan Leihitu

    Anak Muda Jazirah Leihitu Dukung Pemekaran Kecamatan Leihitu

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dukungan terhadap pemekaran wilayah di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terus menguat. Kali ini, datang dari kalangan generasi muda, menandakan partisipasi aktif mereka dalam mendorong perubahan tata kelola wilayah. Tokoh pemuda setempat, Aril Salamena, menyatakan komitmen penuhnya mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pembentukan dua kecamatan baru: Leihitu Tengah Barat dan Leihitu Timur. Ranperda ini […]

  • BEM Maluku Bicara Isu Starategis Daerah di RAKERNAS BEM Nusantara 2025

    BEM Maluku Bicara Isu Starategis Daerah di RAKERNAS BEM Nusantara 2025

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Medan,Tajukmaluku.com-Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Nusantara Wilayah Maluku menyatakan kesiapannya untuk membawa berbagai isu strategis daerah ke panggung nasional dalam agenda Rapat Kerja Nasional ( RAKERNAS ) BEM Nusantara 2025. Isu-isu tersebut dirumuskan dalam kajian strategis kampus-kampus di Maluku, dengan fokus pada pendidikan, lingkungan hidup, hukum dan HAM, ketenagakerjaan, kesehatan, Potensi Kepemudaan, Serta Stabil […]

  • PLN UIW MMU Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional dengan Polda Maluku

    PLN UIW MMU Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional dengan Polda Maluku

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terkait penyelenggaraan kegiatan jasa pengamanan Objek Vital Nasional, Senin (26/1/2026). Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan infrastruktur kelistrikan guna menjamin keandalan pasokan listrik di wilayah Maluku […]

  • Rektor Unidar Ambon Resmikan Aplikasi dan Website Baru serta Implementasi E-Office Menyeluruh

    Rektor Unidar Ambon Resmikan Aplikasi dan Website Baru serta Implementasi E-Office Menyeluruh

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Dr. Syawal Zakaria meluncurkan aplikasi mobile dan website terbaru universitas dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, dekan, serta perwakilan civitas akademika. Peluncuran ini bukan sekadar pembaruan tampilan visual, melainkan langkah strategis universitas dalam menjawab tantangan era disrupsi informasi. Salah satu tonggak utama dalam transformasi ini adalah implementasi […]

expand_less