Peta Politik Maluku 2031: Wacana Duet Arnold Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat
- account_circle Admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Peta politik Maluku menuju Pemilihan Gubernur 2031 mulai bergerak. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, termasuk Mayjen TNI (Purn.) Arnold Paplapna Ritiauw dan M. Thaher Hanubun.
Wacana duet keduanya mempertemukan dua latar belakang berbeda. Ritiauw datang dari lingkungan militer dan birokrasi pemerintahan pusat. Sementara Thaher sendiri punya pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan daerah.
Thaher bukan nama baru dalam politik Maluku. Ia pernah menjabat Bupati Maluku Tenggara selama satu periode dan kembali terpilih pada Pilkada 2024 untuk periode 2025-2030.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku. Pengalaman tersebut membuat Thaher memiliki rekam jejak politik dan pemerintahan di kawasan Tenggara Maluku. Posisi itu menjadi salah satu modal yang diperhitungkan jika wacana pencalonannya di tingkat provinsi terus berkembang.
Di sisi lain, Arnold Ritiauw memiliki jalur pengalaman yang berbeda. Purnawirawan TNI itu pernah menjabat Danrem 151/Binaiya. Kini ia berada di lingkungan pemerintahan pusat.
Pengalaman Ritiauw di Maluku dan pemerintahan pusat menjadi bagian lain dari konfigurasi yang mulai dibicarakan. Ia memiliki pengalaman memimpin satuan teritorial di Maluku sekaligus memahami birokrasi pemerintahan di tingkat nasional.
Jika duet tersebut benar-benar terbentuk, kombinasi keduanya akan mempertemukan pengalaman pemerintahan daerah dengan jejaring birokrasi nasional.
Pemerhati politik daerah, Iksan, melihat konfigurasi tersebut memiliki karakter tersendiri.
“Sinergi rekam jejak birokrasi daerah dan jejaring strategis di pusat menjadi modal kuat untuk mendorong agenda pembangunan infrastruktur serta stabilitas kawasan,” kata Iksan di Ambon, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Iksan, latar belakang militer dan sipil dapat menjadi kombinasi yang relevan dengan karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan.
Sisi militer, kata dia, menawarkan disiplin, kepemimpinan transformasional, serta stabilitas keamanan kawasan. Sementara unsur sipil melengkapi kepemimpinan melalui pendekatan tata kelola pemerintahan daerah, diplomasi politik, serta kedekatan dengan basis massa sosial-kemasyarakatan.
“Karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan membutuhkan figur yang tegas dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus cakap dalam mengelola pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik. Kombinasi militer-sipil menghadirkan sinergi komprehensif antara keteguhan eksekusi dan keluwesan birokrasi,” ujarnya.
Namun, wacana Arnold Ritiauw-Thaher Hanubun masih sebatas pembicaraan politik. Belum ada deklarasi resmi maupun pernyataan dari kedua figur tersebut mengenai pencalonan bersama pada Pilgub Maluku 2031.
Pilgub 2031 juga masih berjarak cukup jauh. Konstelasi politik masih sangat mungkin berubah. Partai politik akan menjadi salah satu faktor penting, selain dinamika pemerintahan daerah, regenerasi elite, serta konsolidasi politik di berbagai wilayah Maluku.
Karena itu, kemunculan nama Ritiauw dan Thaher saat ini lebih tepat dibaca sebagai bagian dari proses awal pembentukan peta politik Maluku menuju 2031.
Pembicaraan mengenai Pilgub 2031 mulai muncul jauh sebelum tahapan resmi pemilihan dimulai. Nama-nama yang hari ini diperbincangkan masih akan berhadapan dengan dinamika politik yang panjang hingga pertarungan gubernur Maluku benar-benar dimulai.*(01-F)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar