Breaking News
light_mode

Kapolres Tual Diminta Terbuka: Kematian Ahmad Sofyanto Penuh Kejanggalan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 435
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sudah sembilan hari berlalu sejak Ahmad Sofyanto (44 tahun) ditemukan tewas di jalan sunyi dekat Un Pantai Otto Air, Kota Tual. Namun tak ada kejelasan yang muncul, melainkan sederet kejanggalan yang justru makin menebalkan kecurigaan keluarga.

Tak ada luka khas kecelakaan. Tak ada motor rusak. Tak ada olah tempat kejadian perkara. Namun pihak kepolisian dengan cepat menyimpulkan bahwa ini adalah kecelakaan tunggal — hanya berdasarkan pernyataan lisan, tanpa berita acara, tanpa tim identifikasi, dan tanpa prosedur standar lantas.

Keluarga korban menolak terima. Mereka menyebut penanganan polisi terburu-buru, prematur, bahkan terkesan menghindari penyelidikan.

Yang paling mencolok, datang dari keterangan polisi pertama di lapangan, Bripka Stenly Solarbisoin. Ia menyampaikan dua versi berbeda soal siapa yang pertama kali menemukan korban. Versi pertama menyebut informasi datang dari warga sipil. Tapi dalam pernyataan kedua, Stenly menyebut tiga anggota Polsek Tual yang sedang patroli lebih dulu melihat jenazah lalu menghubunginya.

Dua pernyataan bertolak belakang itu disampaikan hanya dalam jeda beberapa jam—pertama saat subuh, kedua di pagi hari. Namun hingga kini, tak ada klarifikasi dari pihak kepolisian mengenai perbedaan kronologi tersebut. Tak jelas siapa sebenarnya saksi pertama di lokasi kejadian.

Tak berhenti di situ. Yang lebih membuat keluarga geram adalah pernyataan Stenly yang langsung menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan tunggal—tanpa olah TKP, tanpa laporan formil, dan tanpa investigasi tempat kejadian.

“Dia cuma bilang itu laka tunggal. Lisan saja. Tidak ada garis polisi, tidak ada BAP, tidak ada investigasi di lokasi,” ujar Amin kepada media tajukmaluku-com-989806.hostingersite.com “Apa penilaian sepihak seperti ini bisa mengalahkan bukti-bukti fisik yang janggal?” lanjutnya.

Motor Mulus, Wajah Lebam

Dugaan keluarga bukan tanpa dasar. Saat melihat jenazah Ahmad, mereka langsung curiga. Tak ada luka lecet, tak ada darah, tak ada tanda-tanda benturan keras yang lazim ditemukan pada korban kecelakaan motor. Sebaliknya, yang tampak jelas adalah memar besar di bawah mata kiri dan tulang pipi yang tidak semetris, ada luka dibelakang leher, dan memar di tubuh bagian belakang seolah akibat hantaman benda tumpul.

“Kalau orang jatuh dari motor, pasti luka di tangan, lutut, atau bahu. Ini tidak. Motornya juga tidak rusak. Terlalu rapi untuk disebut kecelakaan,” kata Amin selaku pihak keluarga.

Pernyataan Polisi Tak Sinkron

Usai pemakaman, pihak keluarga bersama pendamping hukum sempat menemui Kanit Lantas Polres Tual. Menurut pengakuan keluarga, Kanit menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai proses awal penanganan kasus ini. Pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa polisi akan terbuka menyelidiki ulang kematian Ahmad.

Rentetan kejanggalan kembali muncul. Pada Rabu, 11 Juni 2025, keluarga dan pendamping hukum kembali bertemu dengan Bripka Stenly. Dalam pertemuan itu, Stenly justru bertanya ulang kepada mereka:

“Apakah kasus ini mau dilaporkan kembali?”

Pertanyaan itu membuat keluarga bingung. Pasalnya, sebelumnya pernyataan Kanit menyatakan proses awal akan dimulai. Ini menambah kebingungan keluarga: apakah unit di internal kepolisian tidak saling berkoordinasi, ataukah memang ada upaya untuk menggiring keluarga agar menyerah pada narasi “laka murni”?

Keluarga kini meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh, pemanggilan semua personel yang pertama berada di lokasi, dan peninjauan ulang terhadap prosedur kepolisian dalam menangani kematian tak wajar.

“Yang kami heran, kenapa bisa secepat itu dibilang laka tunggal? Polisi seolah ingin kasus ini segera ditutup,” Ungkap,Amin

Saat dihubungi via whatsaap oleh media tajukmaluku-com-989806.hostingersite.com, Kapolres Tual, AKBP Adrian Tuuk, SIK, MH masih mengecek kronologi peristiwa ini. “Terima kasih infonya, sementara saya lagi cek ke Kasat Lantas kronologinya” balas, Kapolres.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontrol Politik, Harapan Baru Maluku

    Kontrol Politik, Harapan Baru Maluku

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dalam sela-sela acara pelantikan pengurus ICMI Maluku periode 2025 – 2030 pada tanggal 27 Januari kemarin, Gubernur Maluku terpilih Hendrik Lewerissa saat pidatonya menyampaikan bahwa beberapa pokok pikiran tentang strategi pembangunan provinsi Maluku yang akan terus di akselerasi untuk menyambut cita-cita Pembangunan Maluku 2045, dengan konsep hilirisasi perikanan. Maluku merupakan salah satu provinsi yang terletak […]

  • KPU Maluku Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024, Bahas Peningkatan Kualitas Pemilihan

    KPU Maluku Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024, Bahas Peningkatan Kualitas Pemilihan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pemilihan Tahun 2024, bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (25/02/25) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyusunan laporan evaluasi pemilihan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Maluku. FGD ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Provinsi Maluku, M. Shaddek […]

  • Provinsi Maluku Diminta Bebas dari Kebijakan Efisiensi Anggaran

    Provinsi Maluku Diminta Bebas dari Kebijakan Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Anggota DPRD Maluku, Lucky Wattimury meminta adanya pembebasan dari kebijakan efisiensi anggaran. Pasalnya, menurut Mantan Ketua DPRD Maluku itu, kebijakan Prabowo tentu berdampak bagi pemerintahan Hendrik Lewerisa dan Abdullah Vanath selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Sebab, ditengah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim, APBD Maluku senilai Rp 3,3 trilyun, dibagi untuk bayar hutang […]

  • Akhirnya, Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

    Akhirnya, Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Akhirnya Setelah 1,5 tahun dihantui berbagai catatan evaluasi, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Keputusan itu diambil setelah Presiden menerima berbagai catatan hasil monitoring dan evaluasi selama 1,5 tahun terakhir terhadap kinerja lembaga yang menjadi ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis. Menteri Sekretaris Negara […]

  • Mengapa Luas Tanah Bisa Berbeda Saat Diukur Ulang? Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Buru Selatan

    Mengapa Luas Tanah Bisa Berbeda Saat Diukur Ulang? Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Buru Selatan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Perbedaan luas bidang tanah setelah dilakukan pengukuran ulang kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit pemilik tanah yang mendapati hasil pengukuran terbaru berbeda dengan luas yang tercantum pada sertipikat maupun dokumen pertanahan lainnya. Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan administrasi. Dalam banyak kasus, perubahan luas bidang […]

  • MAFINDO Maluku Gelar Kampanye “Maluku Lawan Hoaks” di Pasar dan Terminal Mardika Ambon

    MAFINDO Maluku Gelar Kampanye “Maluku Lawan Hoaks” di Pasar dan Terminal Mardika Ambon

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Masyarakat AntiFitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Maluku menggelar kampanye bertajuk “Maluku Lawan Hoaks” di Pasar dan Terminal Mardika, Ambon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyikapi peredaran informasi hoaks, serta mencegah provokasi dan kericuhan antar kelompok ras yang dapat mengganggu proses pelantikan kepala daerah di Provinsi Maluku. Kampanye ini dilakukan melalui pembagian […]

expand_less