Breaking News
light_mode

Depkolektor, Kekuatan Sosial Orang Maluku yang Tak Pernah Terhitung di Jakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month 18 menit yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mantan Depkolektor di Jakarta: “Kalau untuk Rp10 Juta Kami Berani, Apalagi untuk Maluku”

Ambon,Tajukmaluku.com-Ada kelompok masyarakat Maluku yang selama ini hampir tidak pernah masuk dalam pembicaraan tentang kekuatan sosial dan politik di daerah. Mereka bukan pejabat. Bukan pengusaha besar. Bukan pula elite organisasi. Mereka Adalah Depkolektor. Yang sebagaian besarnya tinggal di Jakarta.

Profesi itu melekat kuat dengan stigma negatif. Depkolektor identik dengan penagihan, tekanan, konflik, bahkan kekerasan. Tidak sedikit orang yang langsung menilai mereka sebagai kelompok bermasalah.

Mereka pergi ke Jakarta karena mencari uang. Mereka bekerja di sektor yang keras karena peluang dan kesempatan di kampung halaman juga terbatas. Kehidupan Ibukota yang keras membuat sebagian dari mereka harus menghadapi risiko setiap hari hanya untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menyambung hidup mereka.

Kini sebagian telah kembali ke Ambon. Kehidupan mereka tidak otomatis membaik.

Seorang mantan depkolektor yang pernah bekerja bertahun-tahun di Jakarta mengaku kini menjalani kehidupan serba terbatas. Tidak ada pekerjaan tetap. Penghasilan tak menentu, sementara tuntutan ekonomi keluarga terus berjalan.

Kepada TajukMaluku.com, seorang depkolektor yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita tentang kehidupannya, jaringan orang Maluku di Jakarta, dan satu hal yang menurut dia selama ini luput dari perhatian publik yakni kekuatan massa dan jaringan sosial orang-orang Maluku yang bekerja di sektor informal.

Menurut dia, jumlah orang Maluku di Jakarta sangat banyak. Mereka tersebar di berbagai sektor pekerjaan. Ada yang menjadi sopir, pekerja lapangan, tenaga pengamanan, pekerja informal, hingga depkolektor. Mereka memiliki jaringan. Dan jaringan itu, kata dia, sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan kolektif masyarakat Maluku.

“Selama ini kalau dengar depkolektor atau mata elang, orang-orang langsung pikir kami orang kasar. Bahkan di cap sebagai preman. Padahal kami juga orang Maluku. Kami punya keluarga di Maluku. Kami punya kepentingan bersama di sini,” katanya.

Ia mengakui pekerjaan sebagai depkolektor memiliki risiko. Di Jakarta, pekerjaan itu menuntut keberanian. Ada penolakan. Ada ancaman. Ada situasi yang tidak bisa diprediksi.

Namun, menurut dia, orang-orang yang pernah menjalani pekerjaan tersebut justru memahami bagaimana bekerja dalam tekanan.

“Di Jakarta kami biasa kerja dengan tekanan. Kami biasa menghadapi situasi sulit. Kami biasa bergerak dengan orang banyak,” ujarnya.

Ia bukan meminta masyarakat membenarkan praktik kekerasan dalam penagihan.

Menurut dia, tindakan melanggar hukum tetap harus diproses. Tetapi pengalaman itu, katanya, tidak otomatis membuat seseorang kehilangan hak untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.

“Kalau ada yang salah, proses secara hukum. Tapi jangan karena itu seorang depkolektor lalu dianggap tidak berguna bagi Maluku,” katanya.

Ia kemudian bicara mengenai demonstrasi.

Menurut dia, aksi massa tidak selalu identik dengan kerusuhan. Demonstrasi adalah salah satu instrumen masyarakat untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Jika suatu saat masyarakat Maluku membutuhkan dukungan untuk menyuarakan kepentingan daerah di Jakarta, ia mengaku siap ikut. Dengan syarat dan tuntutannya jelas dan untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau pemerintah pusat tidak pernah menggubris hak orang Maluku, ya masyarakat juga punya hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi lewat aksi. Kami juga bisa ikut. Tapi harus tertib,” katanya.

Di akhir percakapan, Ia kembali mengingat masa ketika bekerja di Jakarta. Penghasilan menjadi salah satu alasan mengapa pekerjaan berisiko tetap dijalani.

“Kalau dulu di Jakarta untuk Rp5 juta sampai Rp10 juta saja kita bisa bertaruh nyawa untuk itu, apalagi untuk kepentingan orang Maluku.” Tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Panggilan DPRD Maluku, PT Miranti Jaya Akui Lalai dan Beroperasi Tanpa Izin

    Hadiri Panggilan DPRD Maluku, PT Miranti Jaya Akui Lalai dan Beroperasi Tanpa Izin

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT Miranti Jaya Melati akhirnya mengakui kelalaiannya dalam mengambil material batu untuk pembangunan jalan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP). Perusahaan tersebut diketahui hanya memiliki Izin Usaha Wilayah Pertambangan (IUWP). Pengakuan itu disampaikan langsung oleh perwakilan PT Miranti Jaya Melati, Christian Wibisono, di hadapan anggota Komisi II DPRD Provinsi […]

  • Kelebihan Bayar Proyek di BPJN Maluku Capai Rp14 Miliar, APH Diminta Turun Tangan

    Kelebihan Bayar Proyek di BPJN Maluku Capai Rp14 Miliar, APH Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Aktivis Anti Korupsi (KAAKI) Maluku mendesak aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan korupsi proyek jalan dan jembatan di lingkungan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku tahun anggaran 2022–2023. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pengadaan barang dan jasa 2022 dan TA semester I 2023, ditemukan adanya kelebihan bayar pada 21 paket proyek dengan […]

  • Hendrik Lewerissa, A.M. Sangadji, dan Napas Panjang Nasionalisme dari Timur

    Hendrik Lewerissa, A.M. Sangadji, dan Napas Panjang Nasionalisme dari Timur

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Faisal Marasabessy (Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Ambon) Tak lelah, nafas juang kesejarahan harus terus di hembuskan. Kamis, 10 April 2025 pukul 11.44 WIB, Pemerintah Provinsi Maluku kembali menapak tilas perjuangan pengakuan negara terhadap jasa kepahlawanan tokoh pejuang nasional asal Maluku. Bertempat di Gedung Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, dokumen pengusulan Abdoel […]

  • KPU Maluku Gelar Rapat Evaluasi dan Peningkatan Profesionalitas Jelang Pilkada 2024

    KPU Maluku Gelar Rapat Evaluasi dan Peningkatan Profesionalitas Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar Rapat Evaluasi Wilayah Pembentukan Badan Adhock serta Peningkatan Profesionalitas, Integritas, dan Independensi KPU se-Provinsi Maluku. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 November 2024 ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2024 berjalan dengan kualitas yang lebih baik, sesuai dengan amanat undang-undang. Dalam sambutannya, Anggota KPU Provinsi […]

  • Motivasi Pemuda Asah Kemampuan Olahraga, Alhidayat Wajo Janjikan Bonus Juara Mini Soccer Cup

    Motivasi Pemuda Asah Kemampuan Olahraga, Alhidayat Wajo Janjikan Bonus Juara Mini Soccer Cup

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Alhidayat Wajo, menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan olahraga di daerah dengan menjadi inisiator pelaksanaan Turnamen Mini Soccer Sahabat Muda CUP 2025 yang berlangsung di Negeri Kobi, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Alhidayat berjanji menyiapkan bonus khusus bagi tim yang berprestasi dalam turnamen. […]

  • Strategi Pemenuhan Tenaga Dokter di Provinsi Maluku: Upaya Mewujudkan Maluku Sehat yang Berkemajuan

    Strategi Pemenuhan Tenaga Dokter di Provinsi Maluku: Upaya Mewujudkan Maluku Sehat yang Berkemajuan

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Oleh: dr. M. Saleh Tualeka, SpM.,M.Kes, (Ketua IDI Wilayah Maluku) Tajukmaluku.com-Kebutuhan penyediaan tenaga dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis di Provinsi Maluku untuk mengisi fasilitas kesehatan baik yang primer (Puskesmas) maupun yang sekunder (Rumah Sakit) masih menjadi tantangan tersendiri, butuh komitmen yang kuat sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah daerah untuk merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan […]

expand_less