Breaking News
light_mode

KPID Maluku Gelar Monitoring: Ungkap Fenomena TV-Radio Gulung Tikar hingga Masalah Kesejahteraan SDM

  • account_circle Admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku kembali monitoring arsip dan isi serta program siaran di sejumlah lembaga penyiaran yang beroperasi di wilayah Maluku.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu memiliki beberapa tujuan sebagaimana yang diamanahkan dalam undang-undang, yakni tentang Kepatuhan Regulasi.

“Penting bagi kami untuk meninjau rekaman arsip dan konten siaran guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum, norma, atau isi yang menyesatkan,” kata Ketua KPID Maluku, Mutiara D. Utama melalui pers rilis yang diterima redaksi, Rabu (23/9/2026).

Selain itu, KPID berupaya untuk menjaga kualitas siaran agar tetap sehat, aman bagi anak-anak, netral, serta mendidik pengagum atau pendengar setempat.

Terpenting lagi soal Pemenuhan Konten Lokal. KPID perlu memastikan lembaga penyiaran (khususnya penyiaran swasta/berjaringan) memenuhi porsi konten lokal dan melestarikan budaya Maluku.

Untuk mengefektifkan waktu pemgawasan dan monitoring, KPID Maluku membagi enam komisioner ke dalam dua tim, masing-masing tim akan melaksanakan monitoring langsung di lembaga penyiaran televisi dan radio.

Berdasarkan data terkahir, jumlah lembaga penyiaran yang beroperasi di wilayah Maluku mengalami dinamika yang cukup dinamis, terkini di pertengahan tahun hanya terdapat lima radio swasta, satu radio komunitas, serta satu lembaga penyiaran radio publik.

Sementara televisi berjaringan alami pertumbuhan positif terkini ada 15 stasiun televisi berjaringan dari 14 ditambahkan satu lembaga penyiaran publik.

“Ada beberapa radio yang sudah tak lagi beroperasi diantaranya Radio Ameks FM, Radio Alfatah, dan Radio Komunitas Harmoni di UIN Amsa, serta televisi swasta lokal semisal Carang TV yang tak lagi on air di frekuensi terestial,” jelas Ketua KPID Maluku.

Menurutnya, problem utama sehingga banyak radio tak lagi on air, karena bergesernya pendengar seiring laju perkembangan teknologi komunikasi kemudian masalah adminitrasi tentang perizinan dan pendapatan.

Mutiara juga mengatakan, berdasarkan hasil monitoring, digitalisasi penyiaran ini juga telah berdampak buruk terhadap angka kerja di Maluku, sebab ada beberapa lembaga penyiaran yang sudah melakukan perampingan SDM (sumber daya manusia).
Semisal grup Trans Crop (TRANS TV,Trans7) yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada beberapa karyawannya.

“Di Trans Crop untuk dua televisi tersisa satu SDM saja. Kami juga menemukan masalah pada tingkat kesejahteraan SDM di lembaga penyiaran. Ada beberapa karyawan di salah satu grup televisi yang gajinya itu telah dicicil tak lagi dibayarakan sekaligus setiap bulannya,” imbuhnya.

Istri Ketua DPRD Maluku itu memastikan, berbagai temuan tersebut dan sejumlah masalah lainnya tentang isi dan program siaran lembaga penyiaran akan disusun dan dianalisa untuk kemudian ditindaklanjuti kepada pihak-pihak terkait.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan KPI Pusat dan Komdigi tentang pemanfataan tower-tower Bhakti di Maluku, agar aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan oleh daerah untuk kepentingan penyebaran informasi melalui lembaga penyiaran,” pungkasnya.

Selain itu, KPID Maluku juga mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan RUU tentang Daerah Kepulauan dan revisi UU Penyiaran.

Mutiara menilai, kedua RUU tersebut sangat dinantikan agar masyarakat Maluku di berbagai pelosok pulau memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses informasi (digital & information equality), serta terbebas dari isolasi komunikasi yang selama ini dialami.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Konsorsium LSM Maluku kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan peredaran sianida ilegal di Maluku, Rabu (22/4/2026). Dalam aksi ketiga ini, mereka mendesak DPRD Maluku, khususnya Komisi I, segera memanggil Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ketua Konsorsium, Alwi Rumadan, menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk tekanan agar penanganan kasus tidak berhenti pada satu […]

  • Dukung Pemerataan Energi, PLN UP3 Ambon Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pemkab Buru

    Dukung Pemerataan Energi, PLN UP3 Ambon Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pemkab Buru

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kerja, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus mempererat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi yang dilakukan melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon, sebagai perpanjangan […]

  • Pastikan Stok BBM Aman, Anos Yeremias Minta Warga Tak Lagi Panic Buying Berujung

    Pastikan Stok BBM Aman, Anos Yeremias Minta Warga Tak Lagi Panic Buying Berujung

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Golkar, Anos Yeremias meminta warga agar tak lagi panic buying terhadap pembelian BBM, Rabu (1/4/2026). Mengingat, pihak Pertamina telah memberikan penjelasan resmi terkait situasi distribusi BBM. Dimana ketersediaan BBM di seluruh terminal dan depot dilaporkan dalam kondisi aman dan mencukupi. Penyaluran BBM dari depot ke SPBU serta lembaga […]

  • Hadirkan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis, FGD Holistik Institute Bahas Independensi Polri

    Hadirkan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis, FGD Holistik Institute Bahas Independensi Polri

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Holistik Institute gelar Focus Group Discussion (FGD). Diskusi yang berlangsung di Jakarta itu mempertemukan akademisi, jurnalis, dan aktivis muda dalam satu ruang kritik terhadap arah independensi kepolisian. FGD bertemakan “Menjaga Independensi Polri serta Mengawal Polri Tetap di Bawah Presiden” menghadirkan tiga narasumber: akademisi Dr. Rorano S. Abubakar, jurnalis Sadam Bugis […]

  • Komisi III DPRD Maluku Desak Prioritas Penanganan Banjir dan Perbaikan Ruas Jalan

    Komisi III DPRD Maluku Desak Prioritas Penanganan Banjir dan Perbaikan Ruas Jalan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com – Komisi III DPRD Maluku meminta Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), BPBD, dan Dinas PUPR Provinsi Maluku segera mengambil langkah cepat menangani sejumlah titik banjir dan kerusakan jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Mumin Refra, menyebut titik banjir yang dibahas dalam rapat bersama tersebut meliputi […]

  • Anggota DPD RI Bisri Latuconsina Masuk dalam Tim Panja RUU Kepulauan

    Anggota DPD RI Bisri Latuconsina Masuk dalam Tim Panja RUU Kepulauan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Bisri As Shiddiq Latuconsina, Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku masuk dalam tim Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan bentukan DPD-RI. Panja RUU Daerah Kepulauan yang berisikan 15 anggota DPD itu merupakan perwakilan dari sejumlah provinsi di Indonesia. Yakni Senator Bisri wakili Provinsi Maluku, Sultan Hidayat […]

expand_less