Kepada Mereka yang Bertahan di Saleman: Terima Kasih
- account_circle Admin
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Rabu sore, sekitar pukul 17.00 WIT, rombongan personel gabungan tiba di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Ambon. Mereka datang dari Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, setelah beberapa hari berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan.
Tidak ada operasi lanjutan. Di markas itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla gabungan Kodaeral IX dan Zona Bakamla Timur dinyatakan bubar.
Personel dari dua institusi tersebut dikembalikan ke satuan dan instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas kedinasan. Dengan itu, penugasan unsur TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Saleman resmi berakhir.
Tugas mereka selama di Seram Bagian Utara adalah membantu pemadaman dan mengamankan kawasan yang terdampak.
Di Saleman, kabar kepulangan itu disambut dengan rasa terima kasih sekaligus kewaspadaan.
Masyuri Maswatu, pemuda Saleman kepada redaksi mengatakan warga melihat langsung kerja satgas selama api mengancam kebun dan permukiman mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Kodaeral IX dan Zona Bakamla Timur. Mereka datang, bekerja di lapangan, dan bertahan bersama warga sampai api benar-benar dikendalikan. Itu kami lihat langsung,” kata Masyuri, Jumat (8/11/2026).
Menurut dia, kehadiran aparat memberi rasa aman dan memudahkan koordinasi dengan warga yang ikut bergotong royong. Tetapi Masyuri tidak ingin kepulangan satgas dibaca sebagai akhir persoalan.
“Satgas boleh ditarik, tetapi risiko kebakaran tidak ikut hilang. Pemerintah daerah, instansi terkait, perlu menyiapkan langkah pencegahan, mulai dari pengawasan pembukaan lahan sampai kesiapan peralatan dan pelatihan warga,” ujarnya.
Ia juga meminta evaluasi terbuka tentang penyebab kebakaran.
Wasekjen Gp Ansor itu juga mempertanyakan penyebab pasti Karhutla disana terjadi.
“Kami ingin tahu apa yang terjadi, supaya kejadian serupa tidak berulang. Kami tidak ingin menduga-duga,” katanya.
Kebakaran hutan dan lahan kerap berulang pada musim kering di sejumlah wilayah Maluku. Dikerahkannya satuan dari Ambon ke Seram Utara menunjukkan bahwa kemampuan penanganan di tingkat lokal belum selalu memadai ketika api meluas ke daerah yang sulit dijangkau. Setiap operasi serupa pun menyisakan pertanyaan yang sama yakni siapa yang siap ketika satgas sudah pulang.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar