Breaking News
light_mode

Paradox Efisiensi Anggaran 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • visibility 772
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

War Is Peace. Freedom Is Slavery, Ignorance Is Strength (George Orwell dalam 1984) 

Perang adalah Perdamaian, Kebebasan adalah perbudakan, ketidakpedulian adalah kekuatan, begitulah kalimat paradox Orwell guna mengolok-olok, mengejek kekuasaan yang gemar berperang. Paradox sendiri merupakan pikiran yang ingkar terhadap kenyataan. Sementara bagi Plato kondisi paradox hanya akan dialami oleh mereka yang terpenjara oleh pikiran sendiri. Paradox juga merupakan ajakan untuk keluar dari cara pikir itu-itu saja.

Pada akhirnya hari-hari ini muncul paradox pada tubuh pemerintahan. Jika melihat Kebijakan efisiensi anggaran yang digunakan oleh presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 dan diperjelas melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025.

Paradox Efisiensi-Kabinet

Kendati dampak dari kebijakan efisiensi anggaran ini berhasil menghemat Rp 306,69 triliun dalam APBN 2025. Besarnya target penghematan anggaran justru menunjukan ada yang salah dengan proses perencanaan dan penggaran  dalam birokrasi Indonesia selama ini, jika bukan karena perencanaan dan tata kelola yang buruk selama ini, niscaya kebijakan efisiensi di tahun 2025 tak ada.

Jika melihat angka dari kebijakan efisiensi anggaran, jumlah ini sangat berpeluang untuk meningkatkan stabilitas ekonomi, jika kemudian anggaran ini dialokasikan kepada proyek-proyek strategis terhadap pembangunan nasional, 2025.  

Sayangnya efisiensi anggaran di awal pemerintahan ini, dinilai tidak serius mengingat jika melihat postur kabinet yang tidak hanya gemoi tapi juga gendut di tambah staf khusus kepresidenan dan beberapa penambahan para staf menteri, justru tidak membawa pesan efisiensi anggaran.

Padahal dengan sistem meritokrasi dan birokrasi yang rasional, memungkinkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumberdaya akan jauh lebih baik, dengan struktur birokrasi atau kabinet yang lebih ramping seperti Amerika serikat dan beberapa negara lainnya. Sehingga dampak dari efisiensi anggaran dapat meningkatkan pelayanan publik dan kebutuhan nasional.

Dampak Paradox Legitimasi 

Max Weber, mendaku suatu rezim politik itu sah berarti bahwa para pesertanya memiliki keyakinan atau iman tertentu, untuk patuh, terhadap setiap sistem otoritas (legitimasi). Weber juga menekankan sebuah kepatuhan harus dituntun berdasarkan  birokrasi rasional, termasuk dalam efisiensi anggaran. 

Kendati kebijakan efisiensi anggaran dinilai populis, yang diharapkan mampu menaikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Namun jika tidak dikelola dengan hati-hati dengan prosedur yang tepat. justru akang menghilangkan tingkat kepercayaan dan legitimasi publik.

Lugasnya hasil dari efisiensi anggaran dana tersebut dialihkan, untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis. proyek presiden jika tidak dilihat berdasarkan kebutuhan justru akan memunculkan reaksi reaksonis, sebagaimana beberapa hari yang lalu terjadi di papua.

Selain itu Pemangkasan anggaran atau efisiensi anggaran pemerintah yang diharapkan  untuk semakin mendukung penguatan sektor pendidikan. Apalagi ada mandatory spending minimal 20 persen yang wajib ditunaikan oleh pemerintah, sebagaimana termaktub dalam Pasal 31 UUD 1945. Dari total anggaran pendidikan tahun 2025 yang mencapai Rp 724 triliun, Kemendikdasmen mendapat alokasi 4,63 persen atau Rp33,5 triliun. Ini menjadi paradox besar.

Lain sisi hal ini berpotensi menimbulkan masalah sosial . Pengurangan anggaran di sektor tertentu, terutama subsidi atau bantuan sosial, bisa memicu ketidakpuasan publik yang berdampak pada stabilitas politik. Efek jangka panjangnya bisa berimbas pada melemahnya legitimasi politik pemerintah.

Kalau sudah begini, ada benarnya paradox kalimat akhir Orwell “Ignorance Is Strength”, ketidakpedulian adalah kekuatan.

Muh Akbar Yanlua (Abe Yanlua), Penulis adalah Pengajar di Universitas Pattimura. Anggota Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku (2022-2027)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Dorong Sekolah Aman, Energi Terbarukan Berbasis Sampah, dan Pemanfaatan Layanan Digital PLN Mobile

    PLN Dorong Sekolah Aman, Energi Terbarukan Berbasis Sampah, dan Pemanfaatan Layanan Digital PLN Mobile

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Srikandi Sahabat Anak kembali hadir membawa misi besar mencetak generasi pelajar yang aman, peduli lingkungan, melek energi bersih, dan siap menghadapi era layanan digital. Edukasi ini diberikan kepada sekitar 300 siswa SMKN 3 Ambon dari jurusan Ketenagalistrikan dan Pelayaran.Melalui pendekatan yang interaktif dan […]

  • Bodewin Wattimena Ikut KPPE Komponen Singapura Gelombang II

    Bodewin Wattimena Ikut KPPE Komponen Singapura Gelombang II

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Komponen Singapura Gelombang II, diikuti oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama 24 Kepala Daerah lainnya, 10 – 15 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang geopolitik global, dinamika wilayah Indo-Pasifik, ancaman dan peluang yang muncul di tingkat regional dan nasional, serta untuk meningkatkan kualitas tata kelola […]

  • Resmi Nakhodai Kosgoro Maluku: Friady Toisuta Dorong Penguatan Pemuda Dalam Pembangunan Daerah

    Resmi Nakhodai Kosgoro Maluku: Friady Toisuta Dorong Penguatan Pemuda Dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Friady Toisuta resmi terpilih dan dilantik sebagai Ketua Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Maluku dalam Musyawarah Daerah (Musda) I yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/4/2026). Forum ini menjadi penanda konsolidasi awal organisasi sekaligus ruang perumusan strategi pembangunan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Musda I BMK 1957 Maluku mengusung tema “Menjaga Stabilitas […]

  • DPP Holistik Gelar FGD, Perdalam Pemahaman Publik Terkait Kedudukan Polri

    DPP Holistik Gelar FGD, Perdalam Pemahaman Publik Terkait Kedudukan Polri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Holistik menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Polri di Bawah Presiden: Amanat Sejarah dan Konstitusi”, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman publik mengenai kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam sistem ketatanegaraan, sekaligus merespons berbagai wacana yang berkembang terkait independensi dan tata kelola institusi kepolisian. FGD tersebut menghadirkan tiga narasumber […]

  • Wagub Main “Tangan Besi” Abaikan Aturan Putus Kontrak Sepihak

    Wagub Main “Tangan Besi” Abaikan Aturan Putus Kontrak Sepihak

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath diduga mulai menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Gubernur Maluku kepadanya. Ini terlihat dari upayanya dalam menangani pedagang Pasar Mardika. Sebagaimana pernyataan yang disampaikan Wagub pada laman facebook milik pemerintah Provinsi Maluku. Pada 14 Juni 2025. Gubernur telah memandatkan tugas penataan pedagang kepada Wagub. Akan tetapi bukan pedagang yang diatur, malah usaha […]

  • DPD KNPI SBB Serahkan Rekomendasi Hasil Dialog Soal MIP ke Gubernur, Diharapkan jadi Bahan Pertimbangan

    DPD KNPI SBB Serahkan Rekomendasi Hasil Dialog Soal MIP ke Gubernur, Diharapkan jadi Bahan Pertimbangan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD KNPI Seram Bagian Barat (SBB) secara resmi menyerahkan rekomendasi hasil Dialog Persoalan MIP kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam pertemuan pada Kamis kemarin yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Maluku. Penyerahan rekomendasi tersebut merupakan wujud komitmen kritis dan tanggung jawab moral KNPI SBB dalam mengawal berbagai dinamika pembangunan di Maluku, khususnya yang […]

expand_less