Breaking News
light_mode

Paradox Efisiensi Anggaran 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • visibility 653
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

War Is Peace. Freedom Is Slavery, Ignorance Is Strength (George Orwell dalam 1984

Perang adalah Perdamaian, Kebebasan adalah perbudakan, ketidakpedulian adalah kekuatan, begitulah kalimat paradox Orwell guna mengolok-olok, mengejek kekuasaan yang gemar berperang. Paradox sendiri merupakan pikiran yang ingkar terhadap kenyataan. Sementara bagi Plato kondisi paradox hanya akan dialami oleh mereka yang terpenjara oleh pikiran sendiri. Paradox juga merupakan ajakan untuk keluar dari cara pikir itu-itu saja.

Pada akhirnya hari-hari ini muncul paradox pada tubuh pemerintahan. Jika melihat Kebijakan efisiensi anggaran yang digunakan oleh presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 dan diperjelas melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025.

Paradox Efisiensi-Kabinet

Kendati dampak dari kebijakan efisiensi anggaran ini berhasil menghemat Rp 306,69 triliun dalam APBN 2025. Besarnya target penghematan anggaran justru menunjukan ada yang salah dengan proses perencanaan dan penggaran  dalam birokrasi Indonesia selama ini, jika bukan karena perencanaan dan tata kelola yang buruk selama ini, niscaya kebijakan efisiensi di tahun 2025 tak ada.

Jika melihat angka dari kebijakan efisiensi anggaran, jumlah ini sangat berpeluang untuk meningkatkan stabilitas ekonomi, jika kemudian anggaran ini dialokasikan kepada proyek-proyek strategis terhadap pembangunan nasional, 2025.  

Sayangnya efisiensi anggaran di awal pemerintahan ini, dinilai tidak serius mengingat jika melihat postur kabinet yang tidak hanya gemoi tapi juga gendut di tambah staf khusus kepresidenan dan beberapa penambahan para staf menteri, justru tidak membawa pesan efisiensi anggaran.

Padahal dengan sistem meritokrasi dan birokrasi yang rasional, memungkinkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumberdaya akan jauh lebih baik, dengan struktur birokrasi atau kabinet yang lebih ramping seperti Amerika serikat dan beberapa negara lainnya. Sehingga dampak dari efisiensi anggaran dapat meningkatkan pelayanan publik dan kebutuhan nasional.

Dampak Paradox Legitimasi 

Max Weber, mendaku suatu rezim politik itu sah berarti bahwa para pesertanya memiliki keyakinan atau iman tertentu, untuk patuh, terhadap setiap sistem otoritas (legitimasi). Weber juga menekankan sebuah kepatuhan harus dituntun berdasarkan  birokrasi rasional, termasuk dalam efisiensi anggaran. 

Kendati kebijakan efisiensi anggaran dinilai populis, yang diharapkan mampu menaikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Namun jika tidak dikelola dengan hati-hati dengan prosedur yang tepat. justru akang menghilangkan tingkat kepercayaan dan legitimasi publik.

Lugasnya hasil dari efisiensi anggaran dana tersebut dialihkan, untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis. proyek presiden jika tidak dilihat berdasarkan kebutuhan justru akan memunculkan reaksi reaksonis, sebagaimana beberapa hari yang lalu terjadi di papua.

Selain itu Pemangkasan anggaran atau efisiensi anggaran pemerintah yang diharapkan  untuk semakin mendukung penguatan sektor pendidikan. Apalagi ada mandatory spending minimal 20 persen yang wajib ditunaikan oleh pemerintah, sebagaimana termaktub dalam Pasal 31 UUD 1945. Dari total anggaran pendidikan tahun 2025 yang mencapai Rp 724 triliun, Kemendikdasmen mendapat alokasi 4,63 persen atau Rp33,5 triliun. Ini menjadi paradox besar.

Lain sisi hal ini berpotensi menimbulkan masalah sosial . Pengurangan anggaran di sektor tertentu, terutama subsidi atau bantuan sosial, bisa memicu ketidakpuasan publik yang berdampak pada stabilitas politik. Efek jangka panjangnya bisa berimbas pada melemahnya legitimasi politik pemerintah.

Kalau sudah begini, ada benarnya paradox kalimat akhir Orwell “Ignorance Is Strength”, ketidakpedulian adalah kekuatan.

Muh Akbar Yanlua (Abe Yanlua), Penulis adalah Pengajar di Universitas Pattimura. Anggota Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku (2022-2027)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Nyala 24 Jam di Tonu Jaya: Bukti Kolaborasi Nyata Bupati SBB dengan PLN

    Listrik Nyala 24 Jam di Tonu Jaya: Bukti Kolaborasi Nyata Bupati SBB dengan PLN

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dusun Tonu Jaya, Pulau Kelang Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya merasakan listrik menyala 24 jam penuh. Momen bersejarah itu menjadi sorotan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 yang digelar PLN UIW Makuku dan Maluku Utara, Sabtu (20/9/2025). Bupati SBB, Asri Arman, tampil sebagai wajah daerah yang menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan PLN untuk menghadirkan […]

  • CV Rumbia Korban Hulu Balang AV

    CV Rumbia Korban Hulu Balang AV

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Samson Alkatiri, orang dekat Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath (AV), diduga kuat menjadi ‘pembisik’ utama dalam upaya merebut pengelolaan lahan parkir di kawasan Pasar Mardika, yang sebelumnya dipegang oleh CV. Rumbia. Dengan dalih penertiban, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kota, memutus sepihak kontrak kerja sama pengelolaan parkir dan sarana mandi cuci kakus […]

  • PLN UP3 Ambon Gerak Cepat Atasi Gangguan Listrik di Amahusu akibat Banjir dan Longsor

    PLN UP3 Ambon Gerak Cepat Atasi Gangguan Listrik di Amahusu akibat Banjir dan Longsor

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon bergerak cepat merespons gangguan kelistrikan yang terjadi di Desa Amahusu, Kota Ambon, akibat bencana banjir dan tanah longsor. Gangguan listrik tersebut terjadi sejak Senin pagi (22/7/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan tanah longsor dan […]

  • Komisi III DPRD Maluku Desak Prioritas Penanganan Banjir dan Perbaikan Ruas Jalan

    Komisi III DPRD Maluku Desak Prioritas Penanganan Banjir dan Perbaikan Ruas Jalan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com – Komisi III DPRD Maluku meminta Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), BPBD, dan Dinas PUPR Provinsi Maluku segera mengambil langkah cepat menangani sejumlah titik banjir dan kerusakan jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Mumin Refra, menyebut titik banjir yang dibahas dalam rapat bersama tersebut meliputi […]

  • Surya Paloh Tunjuk Ridwan Nurdin jadi Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku

    Surya Paloh Tunjuk Ridwan Nurdin jadi Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ridwan Nurdin ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Maluku periode 2024-2029. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Surya Paloh bersama Sekretaris Jenderal DPP NasDem, Hermawan Taslim, Jumat (6/2/2026) yang diserahkan oleh Sekretaris Wilayah NasDem Maluku Andreas Rentanubun kepada Ridwan Nurdin di Kantor DPP NasDem, Jakarta. Penunjukan Ridwan […]

  • Alhidayat Wajo Akui DPRD Maluku Belum Dilibatkan Dalam Proses Koordinasi MIP

    Alhidayat Wajo Akui DPRD Maluku Belum Dilibatkan Dalam Proses Koordinasi MIP

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menyoroti polemik rencana Maluku Integrated Port (MIP) dalam Dialog Pemuda yang digelar DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di Media Kafe, Graha Ambon Ekspres, Ambon, Rabu (4/3/2026). Dialog yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu mengangkat tema “Katong Bicara: Evaluasi Gagalnya Maluku Integrated Port (MIP) di […]

expand_less