Breaking News
light_mode

Dihadapan Senator Bisri, DKP : Sekarang Kita Hanya Penonton di Laut Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 231
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi Maluku kembali dibatasi untuk mengelolah laut, meski dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Kewenangan Pemerintah Provinsi adalah sebesar 12 mil laut dari garis pantai.

Semua mekanisme perijinan pengelolaan wilayah laut saat ini telah diurusi Pemerintah Pusat secara langsung, bahkan untuk keramba ikan di Teluk Ambon harus ada ijin Kementrian Perikanan dan Kelautan di Jakarta, meski usaha itu berjarak hanya 5 sampai 10 meter dari rumah mereka.

Segudang problem ini disampaikan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku kepada Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina dalam agenda resesnya. Kamis, (16/10 2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor DKP Maluku, hadir Kepala Bidang TGKP, R. Makatita, Kabid PBP2HP Karolis Iwamony dan Imran Sangadji Kabid Pengawasan SDKP serta R.Elake staf Bidang PRL.

Menurut mereka,sejumlah aturan yang diterbitkan Pemerintah Pusat dirasa telah merugikan masyarakat pesisir. Salah satunya soal pengelolaan wilayah laut dan juga soal PNBP khusus sektor keluatan perikanan. Aturan ini sangat membebani para pelaku usaha budidaya.

“Kita sekarang hanya jadi penonton saja, ijin pengelolaan laut sudah di pusat, PNBP langsung disetor ke pusat, kita juga tak dapat bagi hasilnya sekarang,” kata Kabid PBP2HP Karolis Iwamony.

Lebih parahnya lagi, pelabuhan-pelabuhan di Maluku sudah banyak kehilangan pendapatan, karena pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran yang mengizinkan adanya aktivitas bongkar muat di tengah laut antara kapal penangkap dan kapal pengumpul.

“Tidak ada pedaratan ikan lagi, banyak kapal bertransaksi langsung di tengah laut, dan itu diperbolehan pemerintah pusat melalui surat edaran,” beber Karolis.

Masalah lain yang dikeluhkan tentang program kampung nelayan merah putih, ada 100 kuota untuk seluruh Indonesia di tahun 2025, tapi Provinsi Maluku yang luas lautnya lebih besar dari daratan, hanya mendapatkan jatah untuk dua desa satu di Pulau Buru dan satunya di Tual. Ini terjadi karena syarat pada juknis yang ditetapkan pemerintah pusat tidak realistis dengan kondisi geografis Maluku.

“Syaratnya yang tidak bisa kita penuhi, yakni ketersediaan lahan di darat, padahal kita ini kan pulau-pulau kecil,” urai bidang R.Elake salah satu staf pada Bidang PRL DKP Maluku.

Mendapati sejumlah informasi penting ini, Senator Bisri bertekad akan berupaya maksimal melobi pemerintah pusat untuk sekiranya aturan-aturan tersebut dapat ditinjau kembali sehingga daerah kepulauan seperti Provinsi Maluku yang dominasinya laut tidak dirugikan.

“Dalam pertemuan ini, saya mendapati beberapa masalah yang memang harus ditindaklanjuti. Ada banyak regulasi yang menghambat pemerintah provinsi untuk melakukan inovasi-inovasi dan akserelasi dalam rangka percepatan pembangunan industri perikanan di Maluku,” ujar Bisri.

Menurut Bisri, kehadirannya di DKP Maluku kaitannya dengan implementasi Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, tapi masalah-masalah yang disampaikan DKP Maluku sangat kompleks, membutuhkan energi esktra serta peran bersama elemen terkait. Apalagi bidang kerja Komite I DPD RI sejatinya tak ada hubungannya secara langsung dengan perikanan tangkap dan budidaya serta soal PNBP.

“Intinya sebagai daerah kepulauan,seharusnya sektor perikanan itu menjadi unjuk tombak dalam peningkatan PAD, dalam pertemuan ini saya menemukan ada berbagai regulasi yang menghambat, ini menjadi catatan bagi saya. Saya bersyukur juga saya didukung dengan data untuk berjuang di Jakarta,” bebernya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Industri Perikanan Morotai, PLN Hadirkan Solusi Kelistrikan bagi SKPT Daeo

    Perkuat Industri Perikanan Morotai, PLN Hadirkan Solusi Kelistrikan bagi SKPT Daeo

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Morotai,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) UP3 Tobelo menggelar Sharing Session bersama pelanggan potensial di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Daeo, Kabupaten Pulau Morotai, sebagai upaya memperkuat kemitraan sekaligus memahami kebutuhan kelistrikan sektor perikanan yang terus berkembang di wilayah tersebut. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa keandalan listrik […]

  • Maluku Integrated Port Dalam Perspektif Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

    Maluku Integrated Port Dalam Perspektif Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Amrullah Usemahu, S.Pi, M.Si (Wasekjend 3 DPP Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia) Tajukmaluku.com-Maluku dikenal sebagai salah satu lumbung sumber daya kelautan dan perikanan terbesar di Indonesia. Secara geografis, wilayah ini berada di jantung kawasan timur Nusantara yang dikelilingi oleh laut luas yang mencapai 92,4 % dengan karakteristik ekosistem yang sangat kaya. Potensi tersebut tidak hanya […]

  • Sosialisasi Literasi Digital di SMP Xaverius Ambon: Cegah Generasi Muda Terjebak  Kecemasan Digital

    Sosialisasi Literasi Digital di SMP Xaverius Ambon: Cegah Generasi Muda Terjebak Kecemasan Digital

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketergantungan generasi muda terhadap media sosial semakin meningkat, bias terhadap kesehatan mental juga dikhawatirkan . Menyikapi fenomena ini, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kota Ambon kembali menggelar sosialisasi literasi digital di lingkungan pendidikan, SMP Xaverius Ambon, Rabu (11/03/2025). Bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura (FISIP Unpatti) serta Gerakan Mahasiswa Kristen […]

  • Resmi Bersertipikat, Kantah Buru Selatan Serahkan SHM Munjiyah di Desa Labuang

    Resmi Bersertipikat, Kantah Buru Selatan Serahkan SHM Munjiyah di Desa Labuang

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menyerahkan Sertipikat Hak Milik (SHM) kepada Munjiyah, warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Rabu (16/9/2026). Penyerahan sertipikat dilakukan melalui loket pelayanan Kantah Buru Selatan sebagai bagian dari penyelesaian proses administrasi pendaftaran tanah yang diajukan pemohon. Sertipikat tersebut diserahkan langsung oleh petugas loket Kantah Buru Selatan, Rahmat Mudzakir Sultan. Sebelumnya, proses penerbitan […]

  • Anggaran Makan-Minum DPRD Ambon Berpotensi Gaib, KAAKI Desak Sekwan Dipecat

    Anggaran Makan-Minum DPRD Ambon Berpotensi Gaib, KAAKI Desak Sekwan Dipecat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Aktivis Anti Korupsi Indonesia (KAAKI) Maluku menyorot dugaan penyimpangan anggaran belanja makanan dan minuman rapat serta jamuan tamu di Sekretariat DPRD Kota Ambon tahun 2024 yang mencapai Rp877.769.326.00. Angka tersebut, menurut KAAKI, tidak dapat diyakini kebenarannya alias gaib dan berpotensi menimbulkan masalah hukum. Selain itu, tercatat masih ada tunggakan pembayaran ke penyedia jasa sebesar […]

  • PPP Maluku Solid, Deklarasi Dukung Agus Suparmanto–Gus Taj Yasin Maimoein di Muktamar X

    PPP Maluku Solid, Deklarasi Dukung Agus Suparmanto–Gus Taj Yasin Maimoein di Muktamar X

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku bersama seluruh DPC dan badan otonom partai menyatakan sikap politiknya jelang Muktamar X PPP tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 27-29 September mendatang. Maluku tegas mendukung pasangan H. Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum dan Gus Taj Yasin Maimoein sebagai Sekjen DPP PPP […]

expand_less