Breaking News
light_mode

Derlen: Jangan Sampai RUU Kepulauan Bernasib Seperti LIN dan Ambon New Port

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemuda Maluku, Randy Derlen, mengingatkan masyarakat Maluku agar tidak lengah mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepulauan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Randy, momentum pembahasan RUU Kepulauan tidak boleh dipandang sebagai agenda politik biasa.

Ia menilai regulasi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi Maluku untuk memperoleh keadilan fiskal dan pembangunan yang selama ini tertinggal akibat karakter wilayah kepulauan yang tidak diperhitungkan secara proporsional oleh pemerintah pusat.

“Maluku sangat layak menyandang status sebagai provinsi kepulauan. Kita punya ratusan pulau, wilayah laut yang luas, serta potensi perikanan dan kelautan yang besar. Tapi semua itu selama ini tidak ditopang dengan kebijakan anggaran yang pasti,” kata Randy. Minggu (18/5/2026).

Ia menilai, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu faktor yang membuat potensi sumber daya laut Maluku belum dikelola secara maksimal. Karena itu, RUU Kepulauan dinilai penting untuk mendorong keberpihakan kebijakan nasional terhadap daerah-daerah berbasis kepulauan.

Derlen juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terlena dengan narasi pembangunan dari pusat.

Ia menyinggung pengalaman Maluku yang beberapa kali dijanjikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi akhirnya hanya berhenti sebagai wacana politik.

Ia mencontohkan proyek Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP) yang sebelumnya masuk dalam proyek strategis nasional era Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, namun kemudian gagal direalisasikan secara konkret.

“Jangan sampai RUU Kepulauan bernasib sama seperti LIN dan Ambon New Port. Sudah dicanangkan besar-besaran, tetapi akhirnya hilang tanpa kepastian. Masyarakat Maluku tidak boleh lagi hanya jadi penonton dalam agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Randy menegaskan, pengawalan terhadap RUU Kepulauan tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah daerah maupun anggota legislatif.

Menurutnya perjuangan menjadikan Maluku memperoleh hak sebagai provinsi kepulauan adalah tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat Maluku.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa hingga kota, organisasi kepemudaan, akademisi, tokoh adat, hingga kelompok masyarakat sipil ikut mengawal proses pembahasan regulasi tersebut agar tidak kehilangan substansi dan keberpihakannya terhadap daerah kepulauan.

“Perjuangan ini bukan milik elit semata. Ini perjuangan masyarakat Maluku secara bersama untuk mendapatkan keadilan pembangunan dan kesejahteraan,” kata Randy.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpilih Secara Aklamasi, Ainun Samidah Pimpin DPP IMORI Periode 2025-2027

    Terpilih Secara Aklamasi, Ainun Samidah Pimpin DPP IMORI Periode 2025-2027

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke IX (MUNAS IMORI IX) yang di laksanakan pada tanggal 16-21 Februari 2025 di Universitas Pattimura Ambon, Maluku. Ainun Samidah terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IMORI Periode 2025-2027. Adapun yang didapuk sebagai pimpinan sidang 1 Nikolas Galandjindjinay dari DPW Sulawesi Utara, Pimpinan sidang 2 Azka […]

  • Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat

    Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Lima Puluh Kota, Tajukmaluku.com-Sertipikat tanah ulayat menjadi pegangan penting bagi masyarakat adat di Sumatera Barat dalam menjaga aset nagari agar tetap terlindungi dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Bagi masyarakat Nagari Sitapa di Kabupaten Lima Puluh Kota, kepastian hukum atas tanah ulayat sangatlah memperkuat posisi ninik mamak dalam melindungi tanah adat dari berbagai potensi permasalahan. […]

  • Sering Macet, DPRD Maluku Minta Pertamina Segera Tertibkan Antrean di SPBU Kebun Cengkeh

    Sering Macet, DPRD Maluku Minta Pertamina Segera Tertibkan Antrean di SPBU Kebun Cengkeh

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi II DPRD Provinsi Maluku meminta PT Pertamina mengambil langkah penertiban terhadap aktivitas SPBU Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kota Ambon. Pasalnya, SPBU yang satu ini dinilai kerap menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Maluku, Nita bin Umar usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (6/8/2025). Menurutnya, letak SPBU yang berada […]

  • Gelar Safari Ramadhan, GMPI Maluku dan RAA Connection Salurkan Paket Santunan Untuk Warga Kota Ambon

    Gelar Safari Ramadhan, GMPI Maluku dan RAA Connection Salurkan Paket Santunan Untuk Warga Kota Ambon

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pimpinan Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Provinsi Maluku menggandeng RAA Connection dalam aksi sosial bertajuk Safari Ramadhan. Kegiatan ini menyasar warga kurang mampu, termasuk janda, anak yatim, dan kaum dhuafa di sejumlah titik di Kota Ambon, seperti Lorong Amalatu, Air Besar, dan Kahena. Ketua Wilayah GMPI Maluku, Bansa Hadi Sella, memimpin langsung penyaluran santunan […]

  • Pastikan Siaran Piala Dunia Dapat Diakses Masyarakat, KPID Bakal Rapat dengan TVRI Maluku

    Pastikan Siaran Piala Dunia Dapat Diakses Masyarakat, KPID Bakal Rapat dengan TVRI Maluku

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku dalam waktu dekat akan mengundang pihak TVRI Maluku untuk membahas program siaran Piala Dunia Tahun 2026. Ketua KPID Maluku Mutiara D Utama memgatakan pihaknya telah menggelar pleno dan menjadwalkan pertemuan tersebut dan akan menyurati resmi pihak TVRI Maluku. “TVRI merupakan pemegang hak siar Piala Dunia di Indonesia, penting bagi […]

  • Dekolonisasi Penyelesaian Konflik Tanah di Maluku

    Dekolonisasi Penyelesaian Konflik Tanah di Maluku

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Dhani Pelupessy (Akademisi UIN Ambon) Tajukmaluku.com-Belakangan ini, urusan tanah dan batas wilayah sering jadi pemicu konflik di Maluku. Sepintas, masalah ini bisa gampang diselesaikan lewat jalur struktural (baca: pemerintah). Tapi pertanyaannya adalah apakah masyarakat mau menyerahkan urusan itu sepenuhnya ke pemerintah? Jawabannya tidak sesederhana “mau” atau “tidak mau”. Ada hal yang lebih dalam untuk […]

expand_less