Breaking News
light_mode

Rakyat Maluku Berhak Menggugat Hak Dalam Pengelolaan Blok Masela

  • account_circle Admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,Tajukmaluku.com-Maluku wajib mempertanyakan hak sebagai pemilik Blok Masela sejak dini. Sebab, empiris menunjukkan hampir semua daerah penghasil tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat. Selain itu, pengelolaan PI 10 persen tidak boleh dialihkan ke swasta.

Hal ini terungkap dalam Webinar Nasional “Blok Masela, Rakyat Maluku Dapat Apa?” yang digelar Archipelago Solidarity Foundation bersama Politeknik Negeri Ambon, Rabu (13/5/2026).

Webinar yang dibuka Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, ST,MM ini menghadirkan narasumber Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, Managing Director Economy and Policy Studies, Prof. Dr. Anthony Budiawan, dan Praktisi Migas, Ir. Haposan Napitupulu, MSi, PhD.

Selain itu, acara yang dipandu Wartawan Senior Web Warouw ini menghadirkan sejumlah penanggap, Eko Cahyono, MSc (Sayogjo Institute), Dr. Ishak Tan (Akademisi), Gede Sandra (Pengamat Ekonomi), dan Rais Mahu (aktivis Maluku).

Menurut Engelina, Maluku memiliki sumber daya alam yang kaya tapi terperosok dalam kemiskinan. Dengan potensi kekayaan Blok Masela sebenarnya kalau dikelola dengan lebih dari cukup untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat Maluku, sebab akan menjadi pengungkit ekonomi Maluku dan kawasan.

Engelina menegaskan, gerakan untuk mengubah skema kilang terapung ke darat bertujuan agar Maluku memperoleh multiplier effect. Langkah selanjutnya untuk skema industrialisasi dan hilirisasi merupakan hal terpenting karena itu yang menentukan masa depan Maluku.

“Kami berusaha dan berkorban sesuai kemampuan karena ingin melihat Maluku sejahtera dengan kekayaan alam yang ada. Kami independen dan tidak memiliki kepentingan lain, kecuali rakyat Maluku harus mendapatkan hak yang adil,” tegas Engelina.

Menurut Engelina, beberapa waktu lalu, SKK Migas mempublikasikan kalau gas Masela sudah habis terjual, tapi di saat bersamaan tidak terlihat detail rencana hilirisasi atau industrialisasi di Maluku. Pemerintah perlu menjelaskan rencana hilirisasi dan memang harus ada sehingga membawa multiplier effect untuk Maluku.

“Kalau tidak jelas dan tanpa penjelasan, sangat wajar sebagai rakyat mempertanyakan hak. Berapa porsi gas untuk hilirisasi dan inustrialisasi di Maluku? Jangan dong, kekayaan diambil tapi Maluku tidak dapat manfaat yang sepadan. Kami akan terus memperhatikan perkembangan di Blok Masela,” tegasnya.

Engelina menjelaskan, jangan bilang Maluku tidak punya modal, justru yang mau mengelola itu yang harus ditanyai. Modal Maluku sangat jelas ada gas. Jadi, tidak benar mereka datang membawa investasi, terus menguasai dan tidak meninggalkan kesejahteraan untuk Maluku. Apalagi kalau mau sekadar jadi penonton.

Sementara itu, Prof. Anthony Budiawan mengatakan, sesuai konstitusi kekayaan alam dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat, tapi kenyataan menunjukkan banyak daerah yang kaya sumber daya alam dan dieksploitasi tapi tidak membawa kesejahteraan.

Dia mengingatkan, daerah berhak untuk sejahtera dengan kekayaan alam yang dimiliki.Anthony menjelaskan, rakyat berhak menggugat dalam arti mempertanyakan manfaatnya bagi daerah. Karena dimana-mana, daerah kaya sumber daya alam tidak mampu menciptakan kesejahteraan yang semestinya.

“Kalau kita bertanya, daerah yang luar biasa kaya, adakah kesejahteraan bagi rakyat? Kita bisa lihat di Dumai, Tangguh dan di berbagai tempat apakah rakyatnya sejahtera? Belum lagi pertambangan dan perkebunan. Justru rakyat menderita karena menanggung bencana alam seperti di Sumatera,” katanya.

Hanya saja, kata Anthony, dalam eksploitasi SDA, daerah hanya mendapat sedikit yang tidak sebanding dengan risiko yang ditanggung rakyat daerah akibat eksploitasi.

Kalau dikontraskan dengan ekonomi kolonial, jelas Anthony, jangan sampai tiada bedanya. Sekarang, misalnya, Maluku hanya dapat 10 persen di Blok Masela, sementara 90 persen dikuasai pusat dan investor.

“Kalau begini, apa bedanya dengan ekonomi kolonial? Jangan sampai di era kolonial lebih dari 10 persen. Tapi, daerah harus menanggung kerusakan lingkungan, banjir, longsor dan sebagainya,” katanya.

Untuk itu, kata Anthony, daerah harus menggugat dalam arti keekonomian pemanfaatan sumber daya alam yang tidak membawa kesejahteraan daerah. Sumber daya dari daerah dieksploitasi sedemikian rupa, tapi dana bukan digunakan untuk bangun daerah justru untuk kepentingan penguasa, oligarki, proyek mercusuar yang tidak kaitan dengan kesejateraan rakyat.

“Semua dana itu hasil dari daerah, tapi daerah kaya SDA justru tidak menikmati kesejahteraan atas kekayaan alamnya, karena pembagian yang tidak adil,” tegasnya.

Menurut Anthony, upaya memindahkan kilang ke darat sudah tepat, namun perjuangan lebih besar dan mendasar agar Blok Masela membawa kesejahteraan yang nyata di Maluku. PI 10 Persen Blok Masela.

Praktisi Migas, Haposan Napitupulu menjelaskan, keberadaan Blok Masela memberikan peluang yang sangat besar bagi Maluku untuk meningkatkan kesejahteraan, dengan catatan butuh pengelolaan yang berintegritas. Sesuai ketentuan, katanya, daerah penghasil memperoleh hak participating interest (PI) 10 persen dan dana bagi hasil. Selain itu membawa multiplier effect di berbagai lini.

Khusus mengenai PI 10 persen Maluku di Blok Masela, Haposan berharap agar tidak dipindahkan ke pihak swasta, sehingga pendapatan dari PI 10 persen itu benar-benar dinikmati rakyat. Kalau PI 10 persen dikelola baik, Maluku memiliki pendapatan yang sangat signifikan.

Pengalaman dari pengelolaan PI di daerah lain, banyak yang dialihkan ke swasta sehingga daerah tidak memperoleh manfaat maksimal. PI dialihkan ke swasta karena alasan investasi. Padahal, daerah bisa mencari dana dari perbankan dan sebagainya. Selain itu, daerah bisa menggunakan skema carry, dimana operator menanggung dulu, kemudian membayar dari keuntungan, sehingga PI itu tetap ada dalam kendali Pemda.

“Yang paling penting, jangan pindah tangankan PI 10 persen, karena itu salah satu sumber pemasukan Maluku selama Blok Masela dioperasikan. Tapi kalau pindah tangan ke swasta ya nanti mereka menikmati hasil. Ini perlu dijaga agar tetap dikelola Pemda,” katanya.

Haposan mencontohkan, ada daerah yang mengalihkan PI ke swasta dan akibatnya daerah tidak bisa memperoleh manfaat seutuhnya.

Menurutnya, kalau PI dikelola dengan baik, ditambah DBH dan multiplier effect sebenarnya akan berdampak baik dalam kesejahteraan. Namun, multiplier effect ini hanya dapat dimaksimalkan dengan hilirisasi dan industrialisasi. Untuk itu, Maluku perlu memiliki blueprint atau perencanaan untuk memanfaatkan peluang.

Haposan menjelaskan secara detail dari hulu ke hilir mata rantai gas hingga menghidupkan industri dengan berbagai produk turunan seperti pupuk, plastik, ban, body mobil, fiber dan beragam produk turunan. Jadi, untuk mengolah gas menjadi beragam turunan butuh hilirisasi.

“Bahan mentah berupa gas suda ada dari Masela, yang dibutuhkan berapa jatah untuk Maluku. Kalau alokasi gas ini, maka Pemda bisa mengundang pabrik yang benar-benar kompeten dan bukan hanya di kertas. Kalau ada alokasi pasti gas untuk Maluku, saya yakin banyak yang berminat. Cari mitra terbukti benar-benar mampu untuk membangun petrokimia,” jelas Haposan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Kalah di PSU Debowae, Pasangan IKHLAS Tetap Menang Pilkada Buru

    Meski Kalah di PSU Debowae, Pasangan IKHLAS Tetap Menang Pilkada Buru

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Meski harus mengakui keunggulan rivalnya di Pemungutan Suara Ulang (PSU) TPS 2 Desa Debowae, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ikram Umasugi – Sudarmono (paslon nomor urut 2), tetap keluar sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Buru 2024. Pasangan dengan akronim IKHLAS ini kalah tipis dari pasangan Amus Besan – Hamzah Buton dalam PSU yang digelar […]

  • LIKE PLN 2024, Produk Inovasi dan UMKM Binaan PLN UIW MMU jadi Primadona

    LIKE PLN 2024, Produk Inovasi dan UMKM Binaan PLN UIW MMU jadi Primadona

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mengikuti ajang Learning, Innovation, Knowledge, and Exhibition (LIKE) 2024 di Jakarta International Expo Convention Centre dan Theatre. LIKE 2024 yang mengusung tema “Innovation Sparks the Future-Transformation 2.0” ini berlangsung selama tiga hari, yakni 22 hingga 24 Oktober. Ajang ini digelar PT PLN (Persero) untuk mendorong inovasi […]

  • Raja Negeri Batu Merah Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Nataru

    Raja Negeri Batu Merah Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Nataru

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Raja Negeri Batu Merah, Kota Ambon, Ali Hatala mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Imbauan itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan adat dalam menjaga persatuan serta keharmonisan hidup orang basudara di […]

  • Netfid Soroti Dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Kandidat Bupati Buru

    Netfid Soroti Dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Kandidat Bupati Buru

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Ketua Umum Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Provinsi Maluku, Salidin Wally menyoroti adanya dokumen ijazah yang diduga palsu serta tidak memenuhi persyaratan dalam pencalonan Bupati di Kabupaten Buru, Minggu (29/09/2024). Salidin mengatakan pemalsuan dokumen tersebut dapat mengindikasikan adanya suatu pelanggaran pemilu dan diduga sengaja diabaikan begitu saja oleh penyelenggara baik KPU dan […]

  • Wakili Indonesia Timur, Amrullah Usemahu Ditetapkan sebagai Salah Satu Calon Ketua Mata Garuda LPDP Nasional

    Wakili Indonesia Timur, Amrullah Usemahu Ditetapkan sebagai Salah Satu Calon Ketua Mata Garuda LPDP Nasional

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Amrullah Usemahu ditetapkan sebagai salah satu calon ketua Mata Garuda LPDP Nasioanl periode 2025-2028.Hal itu disampaikan Alumni Penerima beasiswa LPDP asal Maluku, Jean Kwanandar kepada Tajukmaluku.com, Minggu (29/6/2025). Dijelaskan, dari 18 pendaftar yang kemudian lolos administrasi 16 orang dan setelah dilakukan fit and proper tes, para dewan direksi LPDP hanya meloloskan 3 calon, salah satunya […]

  • Koalisi OKP Cium Bau Korupsi, Desak APH Periksa KPU Buru

    Koalisi OKP Cium Bau Korupsi, Desak APH Periksa KPU Buru

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Koalosi OKP Bela Rakyat melakukan aksi demonstrasi menuntut Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda Maluku segera menyelidiki dugaan korupsi anggaran Pilkada tahun 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru. Senin,(26/ 2025). Aliansi yang terdiri dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Maluku, DPW MPPI Maluku dan beberapa OKP lainnya, juga melakukan […]

expand_less