Breaking News
light_mode

Engelina: Konversi Tanah Rakyat Jadi Saham di Blok Masela

  • account_circle Admin
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,Tajukmaluku.com-Proyek Blok Masela di Maluku jangan terjebak dalam pusaran politik teatrikal menjelang tenggat target operasional. Langkah seremonial groundbreaking yang dilakukan kelihatan hanya menjadi komoditas pencitraan politik jangka pendek. Sebab, kesiapan teknis dan keekonomian riil tidak menunjukkan kesiapan yang matang. Begitu juga dengan kesiapan finansial terutama yang menjadi kewajiban PHE Masela terkait dukungan dari Danantara.

“Karena dalam industri hulu migas, struktur pembiayaan apapun namanya, trustee borrowing atau On-Lending, atau lainnya, pada akhirnya begitu operator mengadakan cash call, maka pertanyaannya hanya satu ‘Apa dananya ada’?” jelas Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/6/2026).

Selain itu, kata Engelina, kehadiran aparat keamanan di lapangan Blok Masela juga perlu dipertanyakan. Kalau pendekatan keamanan yang dikedepankan ini berarti akan menyudutkan masyarakat lokal. “Rakyat jangan ditekan untuk mendukung proyek tanpa mempertimbangkan hak atas tanah dan ruang lingkup kehidupannya,” ujarnya.

Engelina membandingkan kehadiran militer pada masa awal Permina yang cikal bakal Pertamina di Pangkalan Brandan tahun 1950an. Saat itu, tentara tidak bekerja untuk kepentingan investor, tapi tentara teknik (genie pioner) yang dikirim untuk memperbaiki kilang yang rusak akibat perang.

“Sekarang apa relevansinya aparat keamanan di Blok Masela? Itu kita bisa anggap menekan rakyat untuk jangan macam-macam. Ini negara dikelola kok seperti begini? Rakyat itu bukan musuh tapi mitra strategis. Jadi, jangan rampas tanah rakyat,” tegas Engelina yang menyaksikan sendiri perbaikan kilang Pangkalan Brandan tahun 1959an ini.

Ditanyai mengenai potensi konflik agraria di lokasi kilang Blok Masela, Engelina mengatakan potensi sudah menunjukkan gejala nyata. Untuk itu, katanya, perlu dorongan progresif untuk mengubah pendekatan pengadaan lahan dari metode konvensional seperti ganti rugi lalu gusur menuju skema penyertaan modal, dimana tanah rakyat menjadi saham.

“Menurut saya tanah menjadi saham adalah jalan tengah terbaik untuk mewujudkan keadilan agraria. Dengan skema ini, relasi rakyat dengan tanahnya tidak putus. Rakyat tidak menjadi mantan pemilik lahan tapi pemilik selamanya yang berhak menerima dividen berkala secara lintas generasi,” tutur Engelina.

Menurut Engelina, dari aspek ekonomi politik, skema ini akan menaikkan posisi tawar masyarakat adat untuk menjadi mitra strategis korporasi. Rakyat bukan sekadar objek mitigasi dampak sosial. Pengelolaan sahamnya pun bisa dilakukan secara komunal seperti melalui Koperasi Adat atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tapi, kalau tanah rakyat diklaim sebagai tanah negara untuk melegitimasi pengambilalihan ini dengan sendirinya akan menuai konflik tak berkesudahan dan akan menjadi duri bagi operasional Blok Masela.

Metode ganti rugi, jelas Engelina, menyebabkan relasi rakyat dengan tanahnya langsung putus setelah transaksi selesai. Uang tunai yang diterima bakal habis dalam beberapa tahun untuk konsumsi, yang pada gilirannya meninggalkan masyarakat tanpa aset produksi dan tanpa ruang hidup.

“Kalau tanah jadi saham, ​rakyat tidak kehilangan hak ekonomis atas tanah leluhur dan tanah ditempatkan sebagai kapital utama yang nilainya terus melekat pada proyek, sehingga rakyat Maluku di laham proyek akan menerima dividen berkala. Ini menciptakan kesejahteraan lintas generasi dan bukan kemiskinan pasca-proyek. Ini pilihan bagi para penguasa,” ujar Engelina.

Dalam pengalaman di berbagai tempat, jelas Engelina, metode ganti rugi dan gusur menjadikan rakyat di posisi yang rentan ditekan instrumen negara demi dalih kepentingan umum yang memicu konflik berkepanjangan. Persoalannya, rakyat menjadi korban, sehingga perlu rakyat menjadi mitra dan memiliki suara dalam batas tertentu dan menjadi bagian dari entitas bisnis.

“Tapi, kalau negara melihat masyarakat lokal sebagai gangguan sosial, sehingga perlu kirim aparat ya persoalan dengan masyarakat lokal tidak akan selesai. Solusinya, rakyat harus jadi mitra bisnis strategis yang kelangsungan hidupnya berkelanjutan bersama proyek, termasuk keberlanjutan kepemilikan lahannya,” kata Engelina.

Engelina menyadari, skema konversi lahan menjadi saham ini butuh terobosan untuk membongkar hambatan birokrasi. Sebab, skemaProduction Sharing Contract (PSC) migas buta realitas sosial, sehingga tidak mengenal kepemilikan saham berbasis tanah lokal.

Hal ini, katanya, diperparah logika gampang dari penguasa yang lebih menyukai metode pembebasan lahan dengan uang tunai demi mengejar target seremonial cepat tanpa pedulikan dengan kemiskinan struktural jangka panjang masyarakat lokal. Jadi, ada perbedaan kepentingan masyarakat lokal dan proyek yang perlu dicarikan titik temu.

Engelina menegaskan tanpa adanyakeberanian politik (political will) baik dari penguasa lokal maupun penguasa nasional, maka rakyat lokal di lapangan akan dipaksa mengalah demi aliran gas yang keuntungannya terbang ke luar daerah.

“Indikasi pemaksaan sudah menunjukkan gejala dengan pengerahan aparat keamaman di sana. Iya kan, kalau tidak untuk apa mereka di sana. Mau perang dengan siapa, kalau bukan untuk mengintimidasi rakyat,” tegas Engelina.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Tual Gandeng BI Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan PAD

    Walikota Tual Gandeng BI Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan PAD

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menyambangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku di Ambon. Diterima langsung oleh Kepala BI Maluku, Muhammad Latif.Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darnawati Amir, Pertemuan ini membahas pengendalian inflasi, digitalisasi layanan pemerintah, dan peningkatan pendapatan daerah. Senin.(11/08/2025). Renuat memaparkan inflasi tahunan (year-on-year) Kota Tual per Juli 2025 tembus […]

  • DPRD Maluku Nilai Kesiapan Pelabuhan Yos Sudarso Sambut Nataru Belum Maksimal

    DPRD Maluku Nilai Kesiapan Pelabuhan Yos Sudarso Sambut Nataru Belum Maksimal

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo menilai kesiapan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dalam menyambut mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) belum maksimal. Mengingat, kepadatan penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso terjadi karena banyak penumpang dari luar provinsi yang harus melakukan transit sambil menunggu jadwal kapal lanjutan. Kondisi tersebut berbeda dengan pelabuhan lain yang […]

  • Bupati Kaidel Tegaskan 4 Agenda Pokok di Musrenbang RPJMD 2025–2029

    Bupati Kaidel Tegaskan 4 Agenda Pokok di Musrenbang RPJMD 2025–2029

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru memulai proses penyusunan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 yang dibuka langsung oleh Bupati Timotius Kaidel di lantai II Kantor BPKAD, Kamis (6/11/2025). Dalam forum yang dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, dan pimpinan OPD itu, Kaidel menegaskan Musrenbang kali ini harus menjadi momentum pembenahan arah […]

  • PLN Perkuat Sinergi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk Dukung Keandalan Listrik dan Percepatan Pembangunan Daerah

    PLN Perkuat Sinergi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk Dukung Keandalan Listrik dan Percepatan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara PLN dan Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keandalan pasokan listrik, serta pelayanan kelistrikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, […]

  • Ketwil PPP Maluku: Menolak Agus Suparmanto Sama Saja Menutup Jalan Bangkit

    Ketwil PPP Maluku: Menolak Agus Suparmanto Sama Saja Menutup Jalan Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Jelang pembukaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP), wacana pencalonan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum memicu polemik. Sejumlah kalangan menolak dengan alasan Agus disebut sebagai “orang luar” PPP. Ketua DPW PPP Maluku, Aziz Hentihu, menilai alasan itu tidak objektif. Menurut dia, setelah gagal menempatkan wakil di parlemen pada Pemilu 2024, PPP justru membutuhkan energi baru […]

  • Terangi Desa Terpencil, PLN Hadirkan SuperSUN di MBD

    Terangi Desa Terpencil, PLN Hadirkan SuperSUN di MBD

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmen terhadap pembangunan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dengan menghadirkan teknologi SuperSUN di TK Kota Anak, sebuah taman kanak-kanak yang selama ini berjuang tanpa listrik yang memadai. Di Desa Masapun, Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, PLN UIW MMU […]

expand_less