IDI Wilayah Maluku dan Cabang Kepulauan Tanimbar Gelar Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-118
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Saumlaki,Tajukmaluku.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku bersama IDI Cabang Kepulauan Tanimbar menggelar Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 18 hingga 20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Yul Ratuanak. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kedokteran dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan di daerah.
Yul juga mengapresiasi kinerja IDI Cabang Kepulauan Tanimbar di bawah kepemimpinan dr. Maria Priska, Sp.A, yang dinilai aktif mendukung berbagai program kesehatan di wilayah tersebut.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada IDI Wilayah Maluku yang mempercayakan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai tuan rumah pelaksanaan HBDI tingkat wilayah Maluku tahun ini.
Ketua Panitia, dr. Feby Rutman, menjelaskan peringatan HBDI ke-118 dirancang dengan sejumlah agenda pelayanan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Kegiatan ini bakal dipusatkan di Kota Saumlaki dan Kecamatan Larat.
“Empat kegiatan utama yang dilaksanakan yakni bakti sosial operasi katarak gratis bekerja sama dengan PERDAMI, seminar kesehatan untuk tenaga kesehatan dengan tema hipertensi, pelayanan kesehatan spesialistik di Kecamatan Larat oleh dokter spesialis IDI Wilayah Maluku, serta pelantikan pengurus IDI Cabang Kepulauan Tanimbar,” kata Feby. Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Maluku, dr. M. Saleh Tualeka Sp.M.,M.Kes menegaskan pelaksanaan HBDI di wilayah kepulauan merupakan bentuk nyata kehadiran dokter hingga ke daerah perbatasan dan terluar.

Dalam sambutannya, Tualeka menyebut tema HBDI tahun ini, “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”, mencerminkan komitmen profesi dokter untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Ia mengatakan dokter tidak hanya berperan sebagai tenaga medis, tetapi juga agen perubahan sosial dan pembangunan bangsa.
Karena itu, momentum HBDI dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pengabdian nyata bagi masyarakat.
Menurut Tualeka, pelaksanaan HBDI di Kepulauan Tanimbar juga menjadi simbol pemerataan pelayanan kesehatan di Maluku.
“Kami merasa sangat bersyukur dan terhormat karena pelaksanaan HBDI ke-118 tahun ini dapat dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini adalah wujud nyata kehadiran dokter tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke wilayah perbatasan dan kepulauan,” ujar Saleh.
Ia menambahkan, kegiatan HBDI tahun ini dibangun melalui tiga pilar utama, yakni edukasi, pengabdian, dan sejarah. Pilar edukasi diwujudkan melalui seminar kesehatan, pilar pengabdian lewat pelayanan kesehatan gratis dan bakti sosial, sedangkan pilar sejarah menjadi upaya mengingat kembali peran dokter sebagai motor kebangkitan nasional sejak era Budi Utomo.
IDI Wilayah Maluku berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara profesi dokter, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan kesehatan yang lebih merata di Maluku.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar