Breaking News
light_mode

PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 491
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sejak pertama kali masuk Maluku pada 2018, PT Spice Islands Maluku (PT SIM) perusahaan produksi pisang abaka ini memegang SKT untuk ribuan hektar lahan di Hatusuwa. Namun, alih-alih mengoptimalkan izin itu, PT SIM justru memilih melirik wilayah lain. Hatusuwa ditinggalkan, optimalisasi ribuan hektar tanpa laporan bulanan maupun tahunan kepada Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) nyaris tak pernah terdengar.

Masalah memuncak di 2020–2021, ketika PT SIM merangsek ke wilayah Kawa. Sebuah kawasan sensitif karena berbatasan langsung dengan hak ulayat di Ety dan beberapa dusun, termasuk Pelita Jaya. Sejarah konflik antarwilayah membuat keputusan itu riskan.

Beberapa bulan lalu Bupati Asri Arman sempat mengambil jalan tengah, menunda sementara aktivitas perusahaan demi mencegah benturan horizontal di masyarakat. Namun, PT SIM tetap terlihat menyalakan bara dengan membentuk opini publik seolah Bupati Asri Arman menghentikan aktivitas mereka padahal apa yang dilakukan justru terlihat bijak.

Sebagai kepala daerah sekaligus penanggung jawab tertinggi di wilayahnya, Bupati Asri Arman tentu saja tak ingin ada konflik yang merugikan masyarakat, apalagi diketahui PT SIM sendiri selama ini tak pernah melaporan secara resmi soal optimalisasi lahan yang sebelumnya digarap, atau pun soal hitungan data real dari klaim kalkulasi investasi Rp 600M yang digembar-gemborkan di ruang publik sebagai kerugikan investasi atau soal hasil ekspor dari produksi pisang abaka selama ini kepada Pemda SBB.

Dari Kontrak ke Pelepasan Hak

Kabar terbaru menambah lapisan gelap praktik PT SIM. Lahan 632,25 hektar di Desa Kawa, yang diyakini masyarakat hanya dikontrakkan untuk perkebunan abaka, ternyata sudah beralih status menjadi pelepasan hak penuh ke PT SIM. Informasi ini mengejutkan warga, mereka merasa ditipu habis-habisan.

Gelombang protes muncul dari Masyarakat Kawa, mereka menuding PT SIM telah mengubah hubungan kerja sama menjadi perampasan hak. Status “kontrak” yang selama ini diyakini ternyata hanyalah ilusi.

Koordinator BEM Nus Maluku, Adam Rahantan, membaca langkah PT SIM sebagai strategi licik: membiarkan Hatusuwa terbengkalai, lalu menggeser operasi ke Kawa dan Ety, wilayah yang sarat ketegangan sosial. Dengan begitu, perusahaan seolah melempar bola panas ke tengah masyarakat dengan membuat pemerintah daerah SBB terjebak di posisi sulit.

“Harusnya PT SIM fokus mengoptimalkan izin di Hatusuwa. Kenapa justru masuk ke Kawa tanpa sosialisasi, padahal daerah ini rentan konflik?” kata Adam.

Izin Pemprov, Beban Pemda SBB

Ironisnya, izin PT SIM sejak awal keluar dari Pemerintah Provinsi Maluku, bukan dari Pemda SBB. Namun, setiap kali terjadi gesekan, Pemda-lah yang diseret ke ruang publik, seakan menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh. Situasi ini menambah lapisan absurditas. Perusahaan mendapat legitimasi dari atas, tetapi meninggalkan bara api di bawah.

Kini masyarakat Kawa menuntut keadilan. Mereka mendesak pemerintah turun tangan, membuka fakta secara transparan, dan memastikan hak ulayat tidak dilucuti lewat permainan hukum dan kontrak abu-abu.

Di tengah protes yang kian memuncak, satu hal jadi jelas: PT SIM bukan sekadar gagal berinvestasi, melainkan diduga turut merancang peta konflik di SBB. Dan selama pola ini dibiarkan, ketegangan sosial di Seram Bagian Barat menjadi bom waktu yang tinggal menunggu ledakan berikutnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Maluku Sesalkan Ucapan Wagub di MBD: Dinilai Timbulkan Keresahan Umat

    MUI Maluku Sesalkan Ucapan Wagub di MBD: Dinilai Timbulkan Keresahan Umat

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath yang disampaikan dalam sambutan resmi pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Maluku Barat Daya beberapa waktu lalu. Ucapan tersebut dinilai menyinggung perasaan umat Islam dan berpotensi memicu keresahan sosial. Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi Tajukmaluku.com , MUI Maluku […]

  • Perkuat Layanan di Sektor Kesehatan, PLN UP3 Ambon Tambah Daya Listrik Labkesda Maluku

    Perkuat Layanan di Sektor Kesehatan, PLN UP3 Ambon Tambah Daya Listrik Labkesda Maluku

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung layanan publik, khususnya di sektor kesehatan, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Kunjungan ini menandai peresmian peningkatan atau perubahan daya listrik di kantor tersebut, dari sebelumnya 53.000 VA menjadi 164.000 […]

  • PLN Berhasil Masuk Daftar Fortune Global 500 Tahun 2025

    PLN Berhasil Masuk Daftar Fortune Global 500 Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PLN (Persero) berhasil menembus daftar Fortune Global 500 tahun 2025 dan menempati peringkat ke-469 dunia, didorong oleh pendapatan sebesar Rp545,4 triliun sepanjang 2024 atau tumbuh 11,9% dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan PLN sebagai satu-satunya perusahaan utilitas asal Indonesia yang masuk dalam daftar korporasi terbesar global. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut keberhasilan ini sebagai […]

  • Komisi I DPRD Maluku Pastikan Bakal Bahas Skema Penanganan Bentrok Komunal bersama Polda

    Komisi I DPRD Maluku Pastikan Bakal Bahas Skema Penanganan Bentrok Komunal bersama Polda

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku memastikan akan memanggil Kepolisian Daerah (Polda) Maluku guna membahas langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian. Hal itu menyusul adanya ekskalasi konflik yang terjadi pada sejumlah wilayah di Maluku, termasuk di Ohoi Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi catatan penting bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku. Ketua Komisi […]

  • Perdana Pulang Kampong, Anggota DPRD Provinsi Maluku, H Ridwan Nurdin Bawakan Materi Di MAPABA PMII Buru

    Perdana Pulang Kampong, Anggota DPRD Provinsi Maluku, H Ridwan Nurdin Bawakan Materi Di MAPABA PMII Buru

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com- Pasca dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku pada 17 September 2024, H Ridwan Nurdin melakukan kunjung perdana ke kampung halamannya, Pulau Buru. Bertepatan dengan acara Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Cabang Buru, H Ridwan Nurdin dengan semangat aktivis yang masih membara berbagi ilmu dan pengalamannya pada moment […]

  • PLN Jajaki Sinergi Strategis dengan The Natsepa dan PPI Saumlaki

    PLN Jajaki Sinergi Strategis dengan The Natsepa dan PPI Saumlaki

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon dan UP3 Saumlaki terus memperkuat sinergi dan komunikasi dengan pelanggan potensial. Melalui kunjungan langsung ke Hotel The Natsepa di Ambon dan Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Saumlaki di Kepulauan Tanimbar, Rabu (21/5/2025), PLN menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik […]

expand_less