Breaking News
light_mode

Gagal Tapi Percaya Diri: Jais Ely dan Ilusi Prestasi Pariwisata Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 324
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Angka adalah kepastian. Ia tak bisa dibantah, apalagi dipoles dengan modal retoris bombastis seperti pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Jais Ely dalam wawancaranya yang dimuat oleh salah satu media online lokal. Jais menyebut institusi yang dipimpinya itu masuk dalam “lima besar penyumbang PAD” Pemerintah Provinsi Maluku tahun ini. Klaim itu dilontarkan di tengah capaian PAD sektor pariwisata yang baru menyentuh Rp342 juta hingga pertengahan tahun — atau hanya 36 persen dari target Rp1,1 miliar.

Angka itu, alih-alih menunjukan prestasi, justru memperkuat kesimpulan bahwa sektor pariwisata Maluku masih stagnan. Apalagi jika capaian yang minim itu disebut sebagai “prestasi lima besar”.

Direktur Democracy Network for Civil Society (DNCS), Marwan Titaheluw menyebut pernyataan Jais tersebut sebagai bentuk “manipulasi data berbasis ilusi prestasi”

“Kalau Rp342 juta saja sudah masuk lima besar, itu bukan keberhasilan Dinas Pariwisata, itu cermin betapa rusaknya kinerja OPD-OPD lain dalam menyumbang PAD,” kata Marwan saat dihubungi Tajukmaluku.com. Rabu (23/7/2025).

Jais Ely dalam pernyataannya juga menyebut bahwa capaian PAD itu masih “on track”. Namun, tak ada penjelasan tentang strategi realistis mengejar 64 persen sisa target dalam enam bulan ke depan. Tak ada proyeksi peak season lanjutan, tidak ada roadmap percepatan yang dipaparkan, apalagi pendekatan terukur berbasis data.

“Frasa ‘on the track’ itu hanya jargon pengalihan. Tidak ada skenario real mengejar target. Biasanya kata itu digunakan saat pejabat tidak lagi bicara soal hasil, tapi sibuk memoles citra” Ujar Marwan.

Menurut Marwan, dalam kondisi anggaran yang katanya seret, Jais Ely justru menyebut pendekatan CSR sebagai “strategi inovatif”. Secara tidak langsung Jais Ely mengakui kelemahan dan ketidakmampuan Pemprov Maluku dalam mengelola dan membiayai sektor pariwisata secara mandiri.

“CSR itu tambal-sulam, bukan solusi. setau saya CSR yang ada itu juga inovasi dari BUMD.” tambah Marwan.

Marwan juga menyorot sikap Jais Ely yang terkesan arogan, dimana Jais menyebut sebagian kritik yang diarahkan kepadanya berasal dari opini yang “tidak berbasis data” dan menyarankan pengkritik untuk “belajar dulu”. Kalimat ini justru mempertebal kesan bahwa Jais Ely adalah pejabat yang lebih suka menyalahkan publik daripada membenahi masalah.

“Pernyataan yang defensif itu tidak pantas keluar dari mulut pejabat publik. Justru data yang ia sampaikan sendiri memperkuat pikiran publik Maluku bahwa dia gagal dalam mengelola Pariwisata Maluku” Ujar Marwan.

Selama ini Jais Ely dikenal lihai membungkus kinerja dengan jargon: “kolaboratif”, “strategis”, “gemilang”, “berbasis data”. Namun ketika dilihat dari sisi outcome, narasi-narasi itu tidak terealisasi dalam bentuk program real yang berdampak luas. Tidak ada lonjakan jumlah wisatawan, tidak ada peningkatan signifikan di infrastruktur destinasi, bahkan kontribusi PAD pun stagnan.

“Kalau semua sudah diklaim gemilang padahal angka bicara sebaliknya, cara berpikir publik kita sedang dihina dan kita sedang dipaksa percaya pada dongeng,” tutup Marwan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ceramah di Markas Kodam XV/Pattimura, Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Iman, Amal dan Perdamaian di Era Disrupsi

    Ceramah di Markas Kodam XV/Pattimura, Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Iman, Amal dan Perdamaian di Era Disrupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, menyampaikan ceramah tentang penguatan iman dan amal di hadapan Pangdam XV/Pattimura Putranto Gatot Sri Handoyo dan jajaran prajurit Muslim. Jumat (20/2/2026). Yamin menegaskan, iman tidak berhenti pada simbol dan pengakuan lisan. “Iman itu harus terucap dengan lisan, diyakini dalam hati, dan terbukti dalam perbuatan. Tidak cukup […]

  • Wujudkan Asta Cita Presiden RI di Hari Kemerdekaan, PLN UP3 Sofifi Hadirkan Listrik di SMP Negeri 35 Pulau Kahatola

    Wujudkan Asta Cita Presiden RI di Hari Kemerdekaan, PLN UP3 Sofifi Hadirkan Listrik di SMP Negeri 35 Pulau Kahatola

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, PLN UIW MMU menyalakan listrik untuk pertama kalinya di SMP Negeri 35 yang berlokasi di Pulau Kahatola, Kabupaten Halmahera Barat. Penyalaan listrik ini bukan sekadar penyediaan energi, melainkan wujud […]

  • Apresiasi Kepemimpinan Hasanussi, KNPI Kota Tual: Sangat Progres, Kami Siap Kolaborasi

    Apresiasi Kepemimpinan Hasanussi, KNPI Kota Tual: Sangat Progres, Kami Siap Kolaborasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual, TajukMaluku.com– DPD KNPI Kota Tual dibawah kepemimpinan Arman Kalean, Jumat kemarin berkesempatan melakukan pertemuan dengan Penjabat (Pj) Walikota Tual, Affandy Hasanussy. Pertemuan dengan misi silaturahmi serta kolaborasi itu digelar di Pandopo Kota Tual dan langsung di Terima oleh Pj. Walikota Tual. Ketua DPD KNPI Kota Tual, Husin Rahajaan mengapresiasi Pemkot Tual atas respon baik […]

  • Framing Yang Diabaikan Media dari Pesan-Pesan yang Menggema

    Framing Yang Diabaikan Media dari Pesan-Pesan yang Menggema

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Udin Najil (Pegiat Kajian Media dan Budaya) Tajukmaluku.com-Ruang berita merupakan ruang negosiasi dari berbagai kelompok kepentingan. Kelompok-kelompok ini menentukan aturan tidak tersirat mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perangkat yang dipakai media baik kata, frasa, kalimat, maupun tampilan-tampilan visual yang melegitimasi atau mendiskreditkan. Misalnya, dari […]

  • Kasus Pembunuhan di Hualoy, Keluarga Tak Puas Pelaku Hanya Dituntut 5 Tahun Penjara

    Kasus Pembunuhan di Hualoy, Keluarga Tak Puas Pelaku Hanya Dituntut 5 Tahun Penjara

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keluarga korban pembunuhan Abdul Aziz Manuputty meminta Pengadilan Negeri Daratan Hunipopu menghukum pelaku dengan hukuman makmisal. Opan Wakano mewakili keluarga korban menuturkan, saudaranya alm Abdul Aziz Manuputty meninggal dunia secara tragis di Desa Hualoy Kecamatan Amalatu, tepatnya di depan Masjid Zainal Abidin. Visum et Repertum No. 015/VER/PT/I/2025 dengan tegas juga menyatakan penyebab kematian alm Abd […]

  • Soal Dugaan Pungli dan Penerbitan Sertifikat Ganda, Nanaku dan Gabungan LSM Ambon Demo BPN

    Soal Dugaan Pungli dan Penerbitan Sertifikat Ganda, Nanaku dan Gabungan LSM Ambon Demo BPN

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Lembaga Nanaku Maluku dan gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (8/5/2025). Aksi ini sebagai bentuk protes atas keresahan warga Kota Ambon terkait dugaan kasus-kasus Pungutan Liar (Pungli) dan penerbitan sertifikat ganda. Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis menjelaskan, tidak hanya soal dua […]

expand_less