Breaking News
light_mode

Ruko Digerebek, Hartini Bongkar Kelakuan Oknum Polisi Dalam Bisnis Sianida

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 541
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Penggerebekan ruko di kawasan Mardika Ambon yang diduga menyimpan Sianida memunculkan cerita baru. Hartini, pemilik ruko, menuding keterlibatan dua oknum polisi dalam bisnis ilegal itu.

“Jumlah keseluruhan itu 300 karton. Yang digerebek itu hanya sisa,” kata Hartini, (Kamis, 25/09/2025).

Hartini membantah kepemilikan Sianida tersebut. Ia menegaskan dirinya hanya menjadi perantara untuk mengembalikan barang ke pemilik di Surabaya.

“Saya luruskan, barang itu bukan milik saya. Saya bukan pembeli. Barangnya dititip untuk dikembalikan, karena yang memesan baru menyetor uang muka,” jelasnya.

Nama yang disebut Hartini: Erick Risakota, polisi bertugas di Moa. “Yang pesan itu namanya Erick. Dia oknum polisi di Moa,” ujarnya.

Menurut Hartini, awalnya pada 2023–2024 Erick meminta tolong untuk mencarikan Sianida di Surabaya. Hartini yang punya jaringan bisnis kemudian mempertemukan Eric dengan pemilik Sianida. Pesanan itu ditujukan bagi seorang bernama Haji Komar, namun gagal karena pembayaran tak kunjung dipenuhi.

“Hotel tempat tinggal Erick di Surabaya bahkan saya yang bayar. Dia sudah tidak punya uang. Entah kenapa pesanan Haji Komar tidak jadi,” kata Hartini.

Kasus serupa terulang pada akhir 2024. Kali ini Erick membayar uang muka sebagai tanda jadi. Januari 2025, 300 karton Sianida dikirim ke Pulau Buru melalui Pelabuhan Ambon. Namun barang itu disita polisi.

“Saya ditelpon Erick. Katanya kami harus bayar supaya barangnya bisa keluar. Uang itu katanya untuk bayar atasan,” kata Hartini.

Setelah pembayaran Rp100 juta, sebagian lewat transfer ke Irfan, rekan seangkatan Erick, sisanya diserahkan tunai di Ambon, barang tersebut dilepas. Dua truk lantas mengangkut Sianida menuju Dermaga Ferry Galala. Tapi masalah tak berhenti.

“Setelah diangkut, Irvan minta lagi Rp30 juta. Kalau tidak, katanya barang akan dilaporkan ke Polres Buru. Dia bahkan menyebut nama Kapolres, Ibu Sulastri,” beber Hartini.

Karena permintaan itu tidak dipenuhi, truk pembawa 300 karton kembali dirazia. Sianida disita, lalu dititipkan di rumah seorang warga bernama Wahyudi.

“Saya ini terus diperas. Kalau ditotal, saya rugi hampir satu miliar,” kata Hartini.

Menurutnya, barang sitaan seharusnya dikembalikan ke pemilik di Surabaya. Dari 300 karton, baru 35 karung terkumpul untuk dikirim kembali.

“Yang jadi pertanyaan, sisa barang ada di mana? Itu mau dikembalikan, bukan dijual. Kenapa harus disita?” ujarnya.

Hartini juga mengaku diintimidasi sebelum penggerebekan. Ia menegaskan memiliki bukti pemerasan yang akan dibawa ke Mabes Polri.

“Semua bukti akan kami laporkan, termasuk video transaksi di Hotel Swisbell. Pemilik barang juga akan melaporkan mereka,” tegasnya.

Hartini mengaku kecewa lantaran menganggap Erick seperti keluarga.

“Saya kenal Erick sudah lama. Dia yang mengenalkan Sianida kepada saya. Dia minta saya carikan di Surabaya. Sekarang malah saya diperas,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Polda Maluku maupun dua nama yang disebut Hartini. Erick dan Irfan belum memberikan keterangan resmi.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Front Pemuda Peduli Maluku menantang Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga legislatif untuk mengusut tuntas kasus hilangnya arsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku.Pasalnya, dokumen dan arsip merupakan administrasi penting di lingkungan Disdikbud Provinsi Maluku. Sehingga, kabar hilangnya arsip pada dinas pendidikan Provinsi Maluku harus menjadi perhatian di berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemerhati […]

  • Keruntuhan Trust: Dari Aksi Massa Menuju Ancaman Supremasi Sipil

    Keruntuhan Trust: Dari Aksi Massa Menuju Ancaman Supremasi Sipil

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Abe Yanlua Tajukmaluku.com-Sejarah selalu mempunyai cara untuk mengingatkan kita. Situasi yang memanas di tanggal 28 Agustus 2025, disusul eskalasi bentrok, yang diwarnai gas air mata, batu dan bom molotov, setelah kendaraan brimob melindas seorang pengemudi ojol Affan Kurniawan di depan massa protes dan mata kamera. segera para personel diamankan dan diperiksa, namu rasa-rasanya kepercayaan […]

  • Pengamanan Diperketat, 340 Personel Diterjunkan Jelang PSU di Kabupaten Buru

    Pengamanan Diperketat, 340 Personel Diterjunkan Jelang PSU di Kabupaten Buru

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 02 Desa Debowae dan PUSS di TPS 19 Desa Namlea, Kabupaten Buru, dipastikan berlangsung dengan pengamanan ekstra ketat. Dalam rapat persiapan yang digelar pada 2 April 2025, Polres dan TNI menegaskan kesiapan mereka dengan mengerahkan total 340 personel keamanan. Sebanyak 212 personel akan berjaga di Desa Debowae, sedangkan 128 […]

  • Pelayanan Tak Tertib, Penumpang KM. Labobar Keluhkan Petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

    Pelayanan Tak Tertib, Penumpang KM. Labobar Keluhkan Petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah penumpang KM. Labobar dengan tujuan Ambon-Banda keluhkan pelayanan petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Jumat, (25/07/2025). Mereka alami peristiwa yang tidak menyenangkan dari petugas di Pelabuhan Yos Sudarso saat akan melakukan boarding pass. Proses boarding penumpang berlangsung tidak tertib dan membingungkan. Penumpang diarahkan masuk ke pelabuhan sebelum tiket mereka di-boarding. Namun saat berada di […]

  • KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pertemuan Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Ternate, 23–24 Agustus, menjadi momentum konsolidasi kepentingan pembangunan berbasis potensi daerah. Forum dua hari itu dihadiri Presidium KAHMI Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, bersama Koordinator Presidium KAHMI Nasional Rifqynizami Karsayuda, Wakil Menteri Desa A. Riza Patria, serta Menteri ATR/Kepala BPN Nusron […]

  • Kuasa Hukum : Pemberitaan Soal Setoran, Pungli, Bagi-bagi proyek yang Dilayangkan Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Adalah Fitnah dan Tidak Berdasar.

    Kuasa Hukum : Pemberitaan Soal Setoran, Pungli, Bagi-bagi proyek yang Dilayangkan Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Adalah Fitnah dan Tidak Berdasar.

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kuasa Hukum Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, S. Hamid Fakaubun, SH, MH, menegaskan bahwa tuduhan terkait setoran, pungutan liar (pungli), dan bagi-bagi proyek yang diarahkan kepada kliennya, Insum Sangadji, merupakan fitnah yang tidak berdasar. Fakaubun meluruskan bahwa pemberitaan yang tersebar tidak akurat serta berpotensi merusak reputasi kliennya dan mencoreng integritas lembaga pendidikan […]

expand_less