Breaking News
light_mode

Keruntuhan Trust: Dari Aksi Massa Menuju Ancaman Supremasi Sipil

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Abe Yanlua

Tajukmaluku.com-Sejarah selalu mempunyai cara untuk mengingatkan kita. Situasi yang memanas di tanggal 28 Agustus 2025, disusul eskalasi bentrok, yang diwarnai gas air mata, batu dan bom molotov, setelah kendaraan brimob melindas seorang pengemudi ojol Affan Kurniawan di depan massa protes dan mata kamera. segera para personel diamankan dan diperiksa, namu rasa-rasanya kepercayaan publik (Public Trust), terlanjur mengalami keruntuhan.

Kumpulan Masalah

Gelombang protes yang terjadi hari-hari ini di beberapa kota di Indonesia, memang dialasi oleh beragam persoalan, disonansi yang terjadi dimulai dari persoalan, kemiskinan, lahan pekerjaan, kenaikan pajak, dan kesan elit politik yang mendapatkan keistimewaan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat, serta cara komunikasi para anggota DPR terkesan menghina masyarakat. puncaknya kematian Affan Menjadi katalis ledakan kemarahan dari semua persoalan ini.

Aksi masa ini bukanlah merupakan aksi spontan kematian. kematian Affan berfungsi sebagai Focal Point atau Wake-up Call yang mempersatukan narasi ketidak adilan. dalam Teori social Movement, sebuah peristiwa tragis sering kali menjadi Political Opportunity, yang memobilisasi massa dalam sebuah insiden yang melibatkan aparat, dengan cepat akan bertransformasi dari kasus individu menjadi simbol kekerasan negara (State Violence)

Kita tau beberapa tragedi yang kemudian menjadi focal point di antaranya. Tragedi Muhammad Yusuf Kardawi (Yusuf) yang tewas dalam kerusuhan di Tolikara (2021) menjadi simbol ketegangan bernuansa SARA dan memicu gelombang kemarahan. Kematian George Floyd di AS (2020) adalah contoh global bagaimana satu insiden menjadi katalis global bagi gerakan Black Lives Matter melawan kekerasan polisi, menunjukkan pola bagaimana sebuah tragedi personal dapat mendapatkan resonansi universal. Mohamed Bouazizi membakar dirinya sebagai bentuk protes terhadap penyitaan dan dan penghinaan yang dilakukan oleh seorang pejabat. tindakanya ini menjadi awal dari bergulirnya revolusi Tunisia.

Sementara Doug McAdam, seorang profesor sosiologi dari Stanford University yang terkenal dengan teori mobilisasi politik, berargumen bahwa ketidakpuasan yang sudah ada membutuhkan insiden pencetus untuk memobilisasi massa. Insiden itu harus dapat dirangkum dalam sebuah narasi sederhana tentang ketidakadilan yang mudah dipahami dan dikomunikasikan (McAdam, 1982).

Sehingga apa yang terjadi hari-hari ini bukanlah respons spontan terhadap satu kebijakan, melainkan letupan rasa ketidakadilan. Ia menyuarakan keresahan: lemahnya kemampuan bukan hanya lemahnya bahkan pada ketidakmampuan negara dalam memenuhi mandatnya.

Hilangnya kepercayaan Masyarakat (withdrawal of consent)

Protes yang berujung pada aksi amukan massa terhadap Institusi negara, terutama kepada DPR. diakibatkan oleh adanya disonansi, dimana DPR sebagai Perwakilan Rakyat, alih-alih menjadi kanal atau saluran aspirasi masyarakat, justru malah mengalami kemacetan dan terkesan memperkeruh masalah lewat serangkaian komunikasi yang buruk. Ketika saluran formal ini macet atau tidak didengar, jalan satu-satunya yang tersisa bagi rakyat adalah turun ke jalan.

Seperti yang diungkapkan oleh filsuf Jurgen Habermas (1991) tentang public sphere (ruang publik), di mana diskursus publik yang kritis terbentuk di luar institusi negara. Unjuk rasa adalah manifestasi fisik dari ruang publik tersebut, di mana warga secara langsung menyatakan ketidaksetujuannya. begitupun dengan Kematian Affan bukan tragedi personal, melainkan simbol hilangnya jaminan keselamatan warga dari institusi kepolisian yang seharusnya melindunginya.

Dititik inilah dimensi terpenting terletak pada erosi kepercayaan publik Trust. ketika bangunan kepercayaan itu runtuh. maka kohesi sosial akan mengalami keretakan, Masyarakat akan mengambil pilihan non demokratis untuk mengekspresikan ketidakpuasannya bahkan sampai pada taraf perbuatan criminal. Bagi Fukuyama (1995), trust bukan sekadar perasaan interpersonal, melainkan lem perekat masyarakat modern yang kompleks dan prasyarat bagi stabilitas demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Kerusuhan sosial tersebut adalah manifestasi nyata dari erosi trust yang parah terhadap institusi-institusi utama negara.

Persoalan jika kondisi ini terus dibiarkan mengalami Snowball Effect, maka supremasi sipil civilian supremacy bisa saja menjadi taruhannya. Kini ancaman terhadap supremasi Sipil tengah mengintai kita, dan jika alasan ini dijadikan dalil negara untuk menormalisasi peran militer dirana sipil yang dalam pengande Prof Jimly sebagai “Staatsnoodrecht” Berupa hak negara untuk bertindak diluar ketentuan UU dan bahkan apabila diperlukan. sehingga memungkinkan keterlibatan militer dalam mengendalikan massa dengan cara represif, dengan menggunakan senjata dan dan peluru. Kepercayaan publik ambruk, ruang sipil dipersempit, demokrasi tinggal kulit. Supremasi sipil hilang, digantikan kontrol militer di ruang publik.

Ingat kita tidak boleh mengulang sejarah saat keamanan dijadikan dalil untuk menukarnya dengan kebebasan. jika situasi ini terus berlangsung kita semua sudah harus berhitung ulang.*

Penulis adalah seorang pengajar di Universitas Pattimura.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuduhan JMM Tak Berdasar, Kemenag Maluku Keluarkan 5 Poin Bantahan

    Tuduhan JMM Tak Berdasar, Kemenag Maluku Keluarkan 5 Poin Bantahan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tuduhan tidak berdasar terus dilayangkan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, seiring dengan hadirnya berbagai penerobosan program yang digulirkan instansi vertikal pemerintah di Maluku ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada umat. Tuduhan tanpa didasari kebenaran dan kejujuran kali ini muncul melalui pemberitaan yang termuat di media InfoAktual.co.id pada tanggal 30 April 2025, dengan judul […]

  • Hadiah Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    Hadiah Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali berhasil dalam meningkatkan layanan listrik dari 12 jam ke 24 jam bagi masyarakat di 10 lokasi yang tersebar kawasan kerjanya. Kehadiran listrik 24 jam ini ditandai dengan peresmian pada masing-masing Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di bawah wilayah kerja PLN UIW MMU pada Jumat […]

  • Ketua DPRD Maluku Dorong UKIM Lahirkan SDM Berjejaring Nasional hingga Internasional 

    Ketua DPRD Maluku Dorong UKIM Lahirkan SDM Berjejaring Nasional hingga Internasional 

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun dorong Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) agar bisa melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki jaringan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.  Menurutnya, Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. “Perguruan tinggi dapat menghasilkan pengetahuan yang […]

  • KNPI Maluku: Rovik Afifudin jadi Panutan Sosok Politisi Berkualitas

    KNPI Maluku: Rovik Afifudin jadi Panutan Sosok Politisi Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menilai Rovik Akbar Afifuddin sebagai sosok politisi yang berkualitas dan pantas jadi panutan. Untuk itu, KNPI Maluku berkomitmen untuk terus membersamai dan mengawal kiprah para politisi muda berkualitas, khususnya mereka yang memiliki rekam jejak aktivisme dan pengalaman organisasi yang matang, termasuk figur-figur mantan Cipayung seperti Rovik. […]

  • PLN UIW MMU Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional dengan Polda Maluku

    PLN UIW MMU Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional dengan Polda Maluku

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terkait penyelenggaraan kegiatan jasa pengamanan Objek Vital Nasional, Senin (26/1/2026). Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan infrastruktur kelistrikan guna menjamin keandalan pasokan listrik di wilayah Maluku […]

  • AMANAH Beri ‘Signal’ Tolak Hasil PSU Pilkada Buru. BAWASLU: “Tidak Ada Pelanggaran”

    AMANAH Beri ‘Signal’ Tolak Hasil PSU Pilkada Buru. BAWASLU: “Tidak Ada Pelanggaran”

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Penghitungan Ulang Surat Suara (PUSS) di sejumlah TPS Kabupaten Buru resmi ditindaklanjuti. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru telah melaksanakan PSU dan PUSS di TPS 2 Desa Dabaowae, Kecamatan Waelata dan TPS 19 Desa Namlea, Kecamatan Namlea pada Sabtu, 5 April 2025. Usai pelaksanaan pungut […]

expand_less