Breaking News
light_mode

Nurlina Kawal Aspirasi Tiga Kecamatan: Pendidikan, Infrastruktur, dan Lahan Terlantar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wa ode Nurlina bersama masyarakat Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

Taliabu,Tajukmaluku.com-Dalam masa reses persidangan ke-II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, anggota legislatif Wa Ode Nurlina A.Md.Keb,menyambangi tiga kecamatan dengan seabrek masalah lama yang tak kunjung selesai. Dari pendidikan yang stagnan, infrastruktur yang rapuh, hingga pengelolaan bantuan sosial yang amburadul, keluhan masyarakat terus berulang. Namun kali ini, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bergabung dengan H. La Putu S.Pi salah satu anggota DPRD Maluku Utara Daerah Pemilihan V yang juga asal PKS. Kedua bertatap muka dan mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga.

Reses yang berlangsung sejak 9 hingga 29 Mei 2025 itu meliputi Desa Pancuran di Kecamatan Taliabu Barat, Desa Bapenu di Taliabu Selatan, dan Desa Wai Kadai di Kecamatan Taliabu Timur Selatan. Di Bapenu, Nurlina turut didampingi anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi PKS, H. La Putu, S.Pi.

Tampak Nurlina bersama H. La Putu, S.Pi saat Reses di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan.

Dalam catatan resesnya, Nurlina menyoroti buruknya kondisi jembatan gantung penghubung antara Bapenu dan Desa Kilo yang hanya tersisa beberapa lembar papan untuk melintasi. Tak jauh dari lokasi itu, warga juga meminta pembangunan pemecah ombak sepanjang 100 meter di area sekolah SMP dan SMA yang rawan abrasi.

“Di Desa Bapenu, kami turun bersama Komisi I DPRD Provinsi. Mereka akan mengawal aspirasi warga yang menyangkut kewenangan provinsi, terutama soal pembangunan jalan tani, pemecah ombak, dan jembatan penghubung yang sudah tidak layak,” ujar Nurlina dalam keterangannya kepada Tajukmaluku, Minggu, 1 Juni 2025.

Nurlina juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait lambannya penyelesaian ganti rugi lahan di Desa Nggoli yang telah tertunda sejak 2022. “Ada delapan warga terdampak yang belum mendapat kompensasi. Ini harus dikawal bersama komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR,” katanya.

Di sektor pendidikan, Nurlina menyebut problemnya struktural dan berulang. Kekurangan guru SD, tidak adanya guru Matematika dan Bahasa Inggris di SMP, serta pembayaran Dana Daerah Khusus (Dacil) yang mandek, menjadi persoalan yang terus disuarakan warga di tiga desa.

Ia bahkan mengungkap dugaan manipulasi data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menyebabkan ketimpangan distribusi tunjangan. “Ada guru yang hanya titip nama tapi menerima Dacil, sementara yang benar-benar mengajar justru tidak dibayar. Parahnya, mereka juga dimintai pungutan Rp3,5 hingga 10 juta untuk mencairkan dana itu,” ujar politisi perempuan itu.

Tampak Wa Ode Nurlina saat reses di Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat.

Tak hanya itu, masyarakat Desa Pancuran juga menuntut pergantian kepala sekolah SMK dan SMP yang dinilai abai terhadap tanggung jawab dan pengembangan mutu pendidikan. Mereka menilai kepala sekolah lalai memanfaatkan program keahlian sesuai kebutuhan lokal, seperti perikanan.

Di sektor pemberdayaan, pemuda-pemuda di Wai Kadai mengusulkan pelatihan teknis seperti perbengkelan untuk membuka peluang usaha mandiri. “UMKM tidak bisa berkembang kalau keterampilan dasar saja tidak disediakan,” kata Nurlina.

Tampak Wa Ode Nurlina ketika reses di Desa Wai Kadai kecamatan Taliabu Timur Selatan

Keluhan lain juga datang dari para petani kelapa (kopra) yang tak memiliki akses ke pestisida dan alat pertanian. Di Desa Pancuran dan Wai Kadai, permintaan mesin pemotong rumput, pupuk, dan bibit menjadi aspirasi dominan.

Warga juga mengeluhkan keterbatasan layanan dasar seperti gedung Pustu, tenaga medis, jaringan internet, listrik, hingga buruknya jalan desa. Permintaan untuk mengganti kepala desa yang dinilai tidak aspiratif juga muncul dari beberapa wilayah.

Nurlina menyebut bahwa dirinya tidak sekadar mencatat aspirasi, melainkan akan membawa seluruh keluhan itu ke rapat-rapat komisi yang relevan. “Ini bukan daftar masalah. Ini mandat politik warga yang harus kami kawal sampai ada kebijakan nyata,” ucapnya.

Komitmen serupa juga ditunjukkan Komisi I DPRD Provinsi yang turun bersama Nurlina. Menurutnya, sinergi DPRD kabupaten dan provinsi sangat penting, terutama untuk menyelesaikan masalah infrastruktur strategis yang bukan menjadi kewenangan kabupaten semata.

Hasil Reses Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

  1. Renovasi jembatan penghubung Desa Bapenu ke beberapa desa lainnya, khususnya jembatan gantung kayu merah-putih di perbatasan Bapenu dan Desa Kilo.
  2. Permintaan keterbukaan informasi dari Dinas Pendidikan terkait penyuluhan atau sosialisasi mengenai kuota sekolah untuk anak-anak tingkat SD dan SMP.3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  4. Pembangunan pemecah ombak di sekitar area SMP dan SMA, masing-masing sepanjang 100 meter.
  5. Pengawalan oleh DPRD, khususnya Komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR, untuk menindaklanjuti ganti rugi lahan sejak tahun 2022 di Desa Ngoli (sekitar 8 orang terdampak).
  6. Permintaan bantuan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk Desa Bapenu dan Desa Tumpana, serta desa-desa lain yang belum memiliki fasilitas TPA.

Hasil Reses Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat

  1. Pembangunan jalan setapak.
  2. Penyediaan lampu jalan bertenaga surya
  3. Kolaborasi DPRD Komisi II dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan terhadap guru-guru SD, SMP, dan SMK agar memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan. Dikeluhkan bahwa guru-guru hanya datang setelah jam pelajaran selesai.
  4. Tindak lanjut terhadap Kepala Sekolah SMK yang dianggap tidak bertanggung jawab dan melakukan pembiaran terhadap program pendidikan. SMK seharusnya fokus pada bidang perikanan dan sejenisnya.
  5. Dana Tunjangan Daerah Khusus (Dacil) yang belum dibayarkan hingga saat ini.
  6. Praktik pungutan biaya untuk pengambilan ijazah.
  7. Kebutuhan fasilitas perumahan guru, termasuk mesin air dan tenaga surya.
  8. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SMP dan SMK, serta penambahan tenaga guru.
  9. Pergantian Kepala Desa Pancuran.
  10. Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).
  11. Penambahan kampung di wilayah Desa Dufo.
  12. Pengawasan dan tindak lanjut oleh DPRD Komisi I Provinsi terkait BLT yang belum terbayarkan, khususnya di Desa Pancuran.

Bidang Pertanian:

•Permintaan bantuan dari Dinas dan melalui Pokir DPRD, berupa alat mesin rumput, pupuk, obat-obatan pertanian, dan bibit tanaman.

Hasil Reses Desa Wai Kadai, Kecamatan Taliabu Timur Selatan

Bidang Pendidikan:

  1. Penambahan guru SD.
  2. Penambahan guru SMP, khususnya guru Matematika dan Bahasa Inggris.
  3. Dana Dacil yang belum terbayarkan.
  4. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SD dan SMP.
  5. Sistem pendidikan yang dianggap belum memadai dan perlu perbaikan.

Bidang Pertanian

  1. Permintaan obat hama untuk petani kelapa (Kopra)
  2. Pengadaan mesin pemotong rumput.

Sebagai tambahan, masyarakat juga menginginkan ketersediaan gedung Pustu dan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan. Selain itu, ada permintaan pergantian kepala desa dan pembangunan kantor desa yang representatif. Soal anggaran pembangunan disesuaikan dengan alokasi yang tersedia. Masalaj jalan beraspal, dan jaringan telekomunikasi serta kelistrikan juga menjadi kebutuhan warga yang selama ini dikeluhkan.

“Apapun yang dituntut akan kami upayakan untuk direalisasikan.” Kata Nurlina dalam pesan pendeknya kepada redaksi Tajukmaluku.com

Nurlina juga menambahkan, problem mendasar yang dihadapi pemerintah saat ini yakni soal efisiensi, meski demikian apa yang telah disampaikan itu akan tetap diperjuangkannya. *(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran PLN _Journalist Award_ 2024 Tinggal Sebulan Lagi, Kirimkan Karya Jurnalistik Terbaikmu!

    Pendaftaran PLN _Journalist Award_ 2024 Tinggal Sebulan Lagi, Kirimkan Karya Jurnalistik Terbaikmu!

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) mengajak para insan Jurnalis untuk dapat berpartisipasi dalam ajang PLN Journalist Award (PJA) 2024. Mengusung tema “Salurkan Energi Bersih, Wujudkan Kolaborasi”, periode pendaftaran PJA 2024 akan ditutup pada 31 Oktober 2024. Ajang tahunan ini menjadi kesempatan emas bagi para jurnalis di seluruh Tanah Air untuk mengikutsertakan karya terbaiknya melalui 6 […]

  • Tual Pertahankan WTP, Walikota Akhmad Yani Renuat Terima Penghargaan Kedua

    Tual Pertahankan WTP, Walikota Akhmad Yani Renuat Terima Penghargaan Kedua

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kota Tual kembali torehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku dalam sebuah seremoni di Ambon, Selasa (27/5/2025). Wali Kota Tual, H. Akhmad […]

  • Indikasi Markup Pada Proyek BAK Air Bersih, Praktisi Hukum Desak Audit DD Negeri Yaputih

    Indikasi Markup Pada Proyek BAK Air Bersih, Praktisi Hukum Desak Audit DD Negeri Yaputih

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Praktisi hukum Soetrisno Hatapayo mendesak Inspektorat Daerah segera melakukan audit mendalam atas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2024 di Negeri Yaputih, Kecamatan Tehoru. Desakan tersebut muncul setelah adanya indikasi perbedaan nilai anggaran pada proyek pembangunan bak penampung air bersih. Berdasarkan informasi dilapangan, nilai anggaran yang tercantum pada papan proyek jauh berbeda dengan dokumen resmi yang […]

  • Siap Sukseskan Rapimpurna, KNPI Bakal Dorong Kongres Nasional Pemuda Sagu 2026 di SBT

    Siap Sukseskan Rapimpurna, KNPI Bakal Dorong Kongres Nasional Pemuda Sagu 2026 di SBT

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) II Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyatakan kesiapan penuh untuk berpartisipasi aktif dan menyukseskan Rapat Pimpinan dan Paripurna Nasional (Rapimpurna) KNPI yang akan digelar di Jakarta. Forum strategis nasional ini menjadi momentum penting bagi DPD KNPI II SBT untuk membawa isu-isu pembangunan pemuda daerah ke tingkat […]

  • Dorong Perekonomian dan Kesejahteraan, PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 7 Lokasi Kabupaten Kepulauan Aru

    Dorong Perekonomian dan Kesejahteraan, PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 7 Lokasi Kabupaten Kepulauan Aru

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aru,Tajukmaluku.com-Setelah sukses meresmikan layanan listrik 24 jam penuh di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menorehkan pencapaian signifikan. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dobo, PLN meningkatkan pola operasi kelistrikan di delapan lokasi di Kabupaten Kepulauan […]

  • Milad ke-19, YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan bagi 238 Mustahik di Maluku

    Milad ke-19, YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan bagi 238 Mustahik di Maluku

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Milad ke-19, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dengan menyerahkan bantuan kepada 238 orang mustahik yang tersebar di Provinsi Maluku. Para penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kelompok tani, hingga […]

expand_less