Breaking News
light_mode

Nurlina Kawal Aspirasi Tiga Kecamatan: Pendidikan, Infrastruktur, dan Lahan Terlantar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wa ode Nurlina bersama masyarakat Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

Taliabu,Tajukmaluku.com-Dalam masa reses persidangan ke-II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, anggota legislatif Wa Ode Nurlina A.Md.Keb,menyambangi tiga kecamatan dengan seabrek masalah lama yang tak kunjung selesai. Dari pendidikan yang stagnan, infrastruktur yang rapuh, hingga pengelolaan bantuan sosial yang amburadul, keluhan masyarakat terus berulang. Namun kali ini, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bergabung dengan H. La Putu S.Pi salah satu anggota DPRD Maluku Utara Daerah Pemilihan V yang juga asal PKS. Kedua bertatap muka dan mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga.

Reses yang berlangsung sejak 9 hingga 29 Mei 2025 itu meliputi Desa Pancuran di Kecamatan Taliabu Barat, Desa Bapenu di Taliabu Selatan, dan Desa Wai Kadai di Kecamatan Taliabu Timur Selatan. Di Bapenu, Nurlina turut didampingi anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi PKS, H. La Putu, S.Pi.

Tampak Nurlina bersama H. La Putu, S.Pi saat Reses di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan.

Dalam catatan resesnya, Nurlina menyoroti buruknya kondisi jembatan gantung penghubung antara Bapenu dan Desa Kilo yang hanya tersisa beberapa lembar papan untuk melintasi. Tak jauh dari lokasi itu, warga juga meminta pembangunan pemecah ombak sepanjang 100 meter di area sekolah SMP dan SMA yang rawan abrasi.

“Di Desa Bapenu, kami turun bersama Komisi I DPRD Provinsi. Mereka akan mengawal aspirasi warga yang menyangkut kewenangan provinsi, terutama soal pembangunan jalan tani, pemecah ombak, dan jembatan penghubung yang sudah tidak layak,” ujar Nurlina dalam keterangannya kepada Tajukmaluku, Minggu, 1 Juni 2025.

Nurlina juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait lambannya penyelesaian ganti rugi lahan di Desa Nggoli yang telah tertunda sejak 2022. “Ada delapan warga terdampak yang belum mendapat kompensasi. Ini harus dikawal bersama komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR,” katanya.

Di sektor pendidikan, Nurlina menyebut problemnya struktural dan berulang. Kekurangan guru SD, tidak adanya guru Matematika dan Bahasa Inggris di SMP, serta pembayaran Dana Daerah Khusus (Dacil) yang mandek, menjadi persoalan yang terus disuarakan warga di tiga desa.

Ia bahkan mengungkap dugaan manipulasi data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menyebabkan ketimpangan distribusi tunjangan. “Ada guru yang hanya titip nama tapi menerima Dacil, sementara yang benar-benar mengajar justru tidak dibayar. Parahnya, mereka juga dimintai pungutan Rp3,5 hingga 10 juta untuk mencairkan dana itu,” ujar politisi perempuan itu.

Tampak Wa Ode Nurlina saat reses di Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat.

Tak hanya itu, masyarakat Desa Pancuran juga menuntut pergantian kepala sekolah SMK dan SMP yang dinilai abai terhadap tanggung jawab dan pengembangan mutu pendidikan. Mereka menilai kepala sekolah lalai memanfaatkan program keahlian sesuai kebutuhan lokal, seperti perikanan.

Di sektor pemberdayaan, pemuda-pemuda di Wai Kadai mengusulkan pelatihan teknis seperti perbengkelan untuk membuka peluang usaha mandiri. “UMKM tidak bisa berkembang kalau keterampilan dasar saja tidak disediakan,” kata Nurlina.

Tampak Wa Ode Nurlina ketika reses di Desa Wai Kadai kecamatan Taliabu Timur Selatan

Keluhan lain juga datang dari para petani kelapa (kopra) yang tak memiliki akses ke pestisida dan alat pertanian. Di Desa Pancuran dan Wai Kadai, permintaan mesin pemotong rumput, pupuk, dan bibit menjadi aspirasi dominan.

Warga juga mengeluhkan keterbatasan layanan dasar seperti gedung Pustu, tenaga medis, jaringan internet, listrik, hingga buruknya jalan desa. Permintaan untuk mengganti kepala desa yang dinilai tidak aspiratif juga muncul dari beberapa wilayah.

Nurlina menyebut bahwa dirinya tidak sekadar mencatat aspirasi, melainkan akan membawa seluruh keluhan itu ke rapat-rapat komisi yang relevan. “Ini bukan daftar masalah. Ini mandat politik warga yang harus kami kawal sampai ada kebijakan nyata,” ucapnya.

Komitmen serupa juga ditunjukkan Komisi I DPRD Provinsi yang turun bersama Nurlina. Menurutnya, sinergi DPRD kabupaten dan provinsi sangat penting, terutama untuk menyelesaikan masalah infrastruktur strategis yang bukan menjadi kewenangan kabupaten semata.

Hasil Reses Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

  1. Renovasi jembatan penghubung Desa Bapenu ke beberapa desa lainnya, khususnya jembatan gantung kayu merah-putih di perbatasan Bapenu dan Desa Kilo.
  2. Permintaan keterbukaan informasi dari Dinas Pendidikan terkait penyuluhan atau sosialisasi mengenai kuota sekolah untuk anak-anak tingkat SD dan SMP.3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  4. Pembangunan pemecah ombak di sekitar area SMP dan SMA, masing-masing sepanjang 100 meter.
  5. Pengawalan oleh DPRD, khususnya Komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR, untuk menindaklanjuti ganti rugi lahan sejak tahun 2022 di Desa Ngoli (sekitar 8 orang terdampak).
  6. Permintaan bantuan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk Desa Bapenu dan Desa Tumpana, serta desa-desa lain yang belum memiliki fasilitas TPA.

Hasil Reses Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat

  1. Pembangunan jalan setapak.
  2. Penyediaan lampu jalan bertenaga surya
  3. Kolaborasi DPRD Komisi II dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan terhadap guru-guru SD, SMP, dan SMK agar memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan. Dikeluhkan bahwa guru-guru hanya datang setelah jam pelajaran selesai.
  4. Tindak lanjut terhadap Kepala Sekolah SMK yang dianggap tidak bertanggung jawab dan melakukan pembiaran terhadap program pendidikan. SMK seharusnya fokus pada bidang perikanan dan sejenisnya.
  5. Dana Tunjangan Daerah Khusus (Dacil) yang belum dibayarkan hingga saat ini.
  6. Praktik pungutan biaya untuk pengambilan ijazah.
  7. Kebutuhan fasilitas perumahan guru, termasuk mesin air dan tenaga surya.
  8. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SMP dan SMK, serta penambahan tenaga guru.
  9. Pergantian Kepala Desa Pancuran.
  10. Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).
  11. Penambahan kampung di wilayah Desa Dufo.
  12. Pengawasan dan tindak lanjut oleh DPRD Komisi I Provinsi terkait BLT yang belum terbayarkan, khususnya di Desa Pancuran.

Bidang Pertanian:

•Permintaan bantuan dari Dinas dan melalui Pokir DPRD, berupa alat mesin rumput, pupuk, obat-obatan pertanian, dan bibit tanaman.

Hasil Reses Desa Wai Kadai, Kecamatan Taliabu Timur Selatan

Bidang Pendidikan:

  1. Penambahan guru SD.
  2. Penambahan guru SMP, khususnya guru Matematika dan Bahasa Inggris.
  3. Dana Dacil yang belum terbayarkan.
  4. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SD dan SMP.
  5. Sistem pendidikan yang dianggap belum memadai dan perlu perbaikan.

Bidang Pertanian

  1. Permintaan obat hama untuk petani kelapa (Kopra)
  2. Pengadaan mesin pemotong rumput.

Sebagai tambahan, masyarakat juga menginginkan ketersediaan gedung Pustu dan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan. Selain itu, ada permintaan pergantian kepala desa dan pembangunan kantor desa yang representatif. Soal anggaran pembangunan disesuaikan dengan alokasi yang tersedia. Masalaj jalan beraspal, dan jaringan telekomunikasi serta kelistrikan juga menjadi kebutuhan warga yang selama ini dikeluhkan.

“Apapun yang dituntut akan kami upayakan untuk direalisasikan.” Kata Nurlina dalam pesan pendeknya kepada redaksi Tajukmaluku.com

Nurlina juga menambahkan, problem mendasar yang dihadapi pemerintah saat ini yakni soal efisiensi, meski demikian apa yang telah disampaikan itu akan tetap diperjuangkannya. *(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teknologi: Tantangan dan Harapan

    Teknologi: Tantangan dan Harapan

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Evolusi Teknologi dan Dampaknya Teknologi telah mengalami evolusi yang signifikan dari masa ke masa, membawa perubahan yang mendalam dalam berbagai aspek kehidupan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi sosial. Sejak munculnya internet pada akhir abad ke-20, dunia telah mengalami transformasi besar dalam akses informasi dan komunikasi global. […]

  • Hentikan Budaya Puja-Puji Tidak Penting, Gubernur Maluku Tekankan Meritokrasi dan Profesionalisme ASN

    Hentikan Budaya Puja-Puji Tidak Penting, Gubernur Maluku Tekankan Meritokrasi dan Profesionalisme ASN

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan berbasis meritokrasi, menghapus budaya like and dislike, dan menuntut profesionalisme ASN dalam melayani masyarakat. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan ribuan ASN dan Non-ASN se-Provinsi Maluku di Auditorium Universitas Pattimura Ambon. Rabu, (05/03/2025). Dalam sambutannya, Gubernur menekankan lima poin utama sebagai pedoman utama […]

  • Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surabaya,Tajukmaluku.com-Walikota Tual H.Akhmad Yani Renuat menjadi narasumber utama dalam Kuliah Tamu yang diselenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu,7 Mei 2025. Di hadapan para civitas akademika UNESA, Walikota Tual, secara terstruktur menjabarkan progres dan capaian pembangunan Kota Tual, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah […]

  • DPRD Maluku Desak BPN Klarifikasi Lahan Bandara Banda

    DPRD Maluku Desak BPN Klarifikasi Lahan Bandara Banda

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) segera memberikan klarifikasi terkait status lahan di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Lahan yang sejak awal ditetapkan sebagai kawasan bandara dan zona hijau itu kini disebut beralih ke tangan Abdullah Tuasikal, mantan Bupati Maluku Tengah, bersama sejumlah pejabat lain. Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menegaskan lahan […]

  • Jaga Kelestarian Budaya, Wadir LPHI Dorong DPRD Bursel Bentuk Perda Adat

    Jaga Kelestarian Budaya, Wadir LPHI Dorong DPRD Bursel Bentuk Perda Adat

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Direktur Lembaga Pengawasan Hukum Indonesia (LPHI), Saputra Belassa mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan untuk membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang adat. Keberadaan Perda tersebut lanjutnya, untuk menjaga hak masyarakat adat dan kelestarian budaya. Selain itu, tujuan pembentukan Perda tentang adat adalah sebagai alat perlindungan masyarakat adat untuk menjaga hak-haknya. Kemudian, pelestarian […]

  • Gimik Pilkada Bursel, Pilih SELAMAT atau TAMAT !

    Gimik Pilkada Bursel, Pilih SELAMAT atau TAMAT !

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Yunasril La Galeb Kontestasi pilkada semakin dekat, segala cara tentu dijalankan. Perhelatan lima tahunan kepala Daerah (pilkada) tentu kian memanas. Pelaksanaan pilkada terdiri atas Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wali Kota, yang akan diselenggarakan secara serentak di beberapa daerah di Indonesia. Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada tahun 2024 ini sebanyak 545 (lima […]

expand_less