Breaking News
light_mode

Nurlina Kawal Aspirasi Tiga Kecamatan: Pendidikan, Infrastruktur, dan Lahan Terlantar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 381
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wa ode Nurlina bersama masyarakat Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

Taliabu,Tajukmaluku.com-Dalam masa reses persidangan ke-II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, anggota legislatif Wa Ode Nurlina A.Md.Keb,menyambangi tiga kecamatan dengan seabrek masalah lama yang tak kunjung selesai. Dari pendidikan yang stagnan, infrastruktur yang rapuh, hingga pengelolaan bantuan sosial yang amburadul, keluhan masyarakat terus berulang. Namun kali ini, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bergabung dengan H. La Putu S.Pi salah satu anggota DPRD Maluku Utara Daerah Pemilihan V yang juga asal PKS. Kedua bertatap muka dan mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga.

Reses yang berlangsung sejak 9 hingga 29 Mei 2025 itu meliputi Desa Pancuran di Kecamatan Taliabu Barat, Desa Bapenu di Taliabu Selatan, dan Desa Wai Kadai di Kecamatan Taliabu Timur Selatan. Di Bapenu, Nurlina turut didampingi anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi PKS, H. La Putu, S.Pi.

Tampak Nurlina bersama H. La Putu, S.Pi saat Reses di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan.

Dalam catatan resesnya, Nurlina menyoroti buruknya kondisi jembatan gantung penghubung antara Bapenu dan Desa Kilo yang hanya tersisa beberapa lembar papan untuk melintasi. Tak jauh dari lokasi itu, warga juga meminta pembangunan pemecah ombak sepanjang 100 meter di area sekolah SMP dan SMA yang rawan abrasi.

“Di Desa Bapenu, kami turun bersama Komisi I DPRD Provinsi. Mereka akan mengawal aspirasi warga yang menyangkut kewenangan provinsi, terutama soal pembangunan jalan tani, pemecah ombak, dan jembatan penghubung yang sudah tidak layak,” ujar Nurlina dalam keterangannya kepada Tajukmaluku, Minggu, 1 Juni 2025.

Nurlina juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait lambannya penyelesaian ganti rugi lahan di Desa Nggoli yang telah tertunda sejak 2022. “Ada delapan warga terdampak yang belum mendapat kompensasi. Ini harus dikawal bersama komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR,” katanya.

Di sektor pendidikan, Nurlina menyebut problemnya struktural dan berulang. Kekurangan guru SD, tidak adanya guru Matematika dan Bahasa Inggris di SMP, serta pembayaran Dana Daerah Khusus (Dacil) yang mandek, menjadi persoalan yang terus disuarakan warga di tiga desa.

Ia bahkan mengungkap dugaan manipulasi data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menyebabkan ketimpangan distribusi tunjangan. “Ada guru yang hanya titip nama tapi menerima Dacil, sementara yang benar-benar mengajar justru tidak dibayar. Parahnya, mereka juga dimintai pungutan Rp3,5 hingga 10 juta untuk mencairkan dana itu,” ujar politisi perempuan itu.

Tampak Wa Ode Nurlina saat reses di Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat.

Tak hanya itu, masyarakat Desa Pancuran juga menuntut pergantian kepala sekolah SMK dan SMP yang dinilai abai terhadap tanggung jawab dan pengembangan mutu pendidikan. Mereka menilai kepala sekolah lalai memanfaatkan program keahlian sesuai kebutuhan lokal, seperti perikanan.

Di sektor pemberdayaan, pemuda-pemuda di Wai Kadai mengusulkan pelatihan teknis seperti perbengkelan untuk membuka peluang usaha mandiri. “UMKM tidak bisa berkembang kalau keterampilan dasar saja tidak disediakan,” kata Nurlina.

Tampak Wa Ode Nurlina ketika reses di Desa Wai Kadai kecamatan Taliabu Timur Selatan

Keluhan lain juga datang dari para petani kelapa (kopra) yang tak memiliki akses ke pestisida dan alat pertanian. Di Desa Pancuran dan Wai Kadai, permintaan mesin pemotong rumput, pupuk, dan bibit menjadi aspirasi dominan.

Warga juga mengeluhkan keterbatasan layanan dasar seperti gedung Pustu, tenaga medis, jaringan internet, listrik, hingga buruknya jalan desa. Permintaan untuk mengganti kepala desa yang dinilai tidak aspiratif juga muncul dari beberapa wilayah.

Nurlina menyebut bahwa dirinya tidak sekadar mencatat aspirasi, melainkan akan membawa seluruh keluhan itu ke rapat-rapat komisi yang relevan. “Ini bukan daftar masalah. Ini mandat politik warga yang harus kami kawal sampai ada kebijakan nyata,” ucapnya.

Komitmen serupa juga ditunjukkan Komisi I DPRD Provinsi yang turun bersama Nurlina. Menurutnya, sinergi DPRD kabupaten dan provinsi sangat penting, terutama untuk menyelesaikan masalah infrastruktur strategis yang bukan menjadi kewenangan kabupaten semata.

Hasil Reses Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan

  1. Renovasi jembatan penghubung Desa Bapenu ke beberapa desa lainnya, khususnya jembatan gantung kayu merah-putih di perbatasan Bapenu dan Desa Kilo.
  2. Permintaan keterbukaan informasi dari Dinas Pendidikan terkait penyuluhan atau sosialisasi mengenai kuota sekolah untuk anak-anak tingkat SD dan SMP.3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  3. Pengadaan fasilitas penunjang untuk Ibu-ibu PKK, terutama peralatan memasak yang digunakan saat acara pernikahan maupun kedukaan.
  4. Pembangunan pemecah ombak di sekitar area SMP dan SMA, masing-masing sepanjang 100 meter.
  5. Pengawalan oleh DPRD, khususnya Komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR, untuk menindaklanjuti ganti rugi lahan sejak tahun 2022 di Desa Ngoli (sekitar 8 orang terdampak).
  6. Permintaan bantuan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk Desa Bapenu dan Desa Tumpana, serta desa-desa lain yang belum memiliki fasilitas TPA.

Hasil Reses Desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat

  1. Pembangunan jalan setapak.
  2. Penyediaan lampu jalan bertenaga surya
  3. Kolaborasi DPRD Komisi II dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan terhadap guru-guru SD, SMP, dan SMK agar memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan. Dikeluhkan bahwa guru-guru hanya datang setelah jam pelajaran selesai.
  4. Tindak lanjut terhadap Kepala Sekolah SMK yang dianggap tidak bertanggung jawab dan melakukan pembiaran terhadap program pendidikan. SMK seharusnya fokus pada bidang perikanan dan sejenisnya.
  5. Dana Tunjangan Daerah Khusus (Dacil) yang belum dibayarkan hingga saat ini.
  6. Praktik pungutan biaya untuk pengambilan ijazah.
  7. Kebutuhan fasilitas perumahan guru, termasuk mesin air dan tenaga surya.
  8. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SMP dan SMK, serta penambahan tenaga guru.
  9. Pergantian Kepala Desa Pancuran.
  10. Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).
  11. Penambahan kampung di wilayah Desa Dufo.
  12. Pengawasan dan tindak lanjut oleh DPRD Komisi I Provinsi terkait BLT yang belum terbayarkan, khususnya di Desa Pancuran.

Bidang Pertanian:

•Permintaan bantuan dari Dinas dan melalui Pokir DPRD, berupa alat mesin rumput, pupuk, obat-obatan pertanian, dan bibit tanaman.

Hasil Reses Desa Wai Kadai, Kecamatan Taliabu Timur Selatan

Bidang Pendidikan:

  1. Penambahan guru SD.
  2. Penambahan guru SMP, khususnya guru Matematika dan Bahasa Inggris.
  3. Dana Dacil yang belum terbayarkan.
  4. Permintaan pergantian Kepala Sekolah SD dan SMP.
  5. Sistem pendidikan yang dianggap belum memadai dan perlu perbaikan.

Bidang Pertanian

  1. Permintaan obat hama untuk petani kelapa (Kopra)
  2. Pengadaan mesin pemotong rumput.

Sebagai tambahan, masyarakat juga menginginkan ketersediaan gedung Pustu dan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan. Selain itu, ada permintaan pergantian kepala desa dan pembangunan kantor desa yang representatif. Soal anggaran pembangunan disesuaikan dengan alokasi yang tersedia. Masalaj jalan beraspal, dan jaringan telekomunikasi serta kelistrikan juga menjadi kebutuhan warga yang selama ini dikeluhkan.

“Apapun yang dituntut akan kami upayakan untuk direalisasikan.” Kata Nurlina dalam pesan pendeknya kepada redaksi Tajukmaluku.com

Nurlina juga menambahkan, problem mendasar yang dihadapi pemerintah saat ini yakni soal efisiensi, meski demikian apa yang telah disampaikan itu akan tetap diperjuangkannya. *(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKNP-PTLP Tematik Tahun 2026 Berakhir, Pengalaman Lapangan Jadi Best Practice Taruna/i Poltek Agraria STPN

    KKNP-PTLP Tematik Tahun 2026 Berakhir, Pengalaman Lapangan Jadi Best Practice Taruna/i Poltek Agraria STPN

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yogyakarta,Tajukmaluku.com-Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Tenri Abeng, secara resmi menutup sekaligus menerima kembali 619 taruna/i peserta Kuliah Kerja Nyata Pertanahan-Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tematik Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/07/2026) di Pendopo Widya Sasana Bhumi, Politeknik […]

  • Pemuda Pulau Buru Minta Gubernur Maluku Sikat Mafia Tambang Gunung Botak

    Pemuda Pulau Buru Minta Gubernur Maluku Sikat Mafia Tambang Gunung Botak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Adat Pulau Buru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini menjadi bentuk protes atas maraknya praktik tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat setempat. Jumat (16/5/2025) Aksi damai ini dikawal ketat Aparat dari Satuan […]

  • Rapat Strategis PLN UIW MMU-Pemda Malut Bahas Pemulihan Total Jaringan Listrik Halmahera Pasca Bencana

    Rapat Strategis PLN UIW MMU-Pemda Malut Bahas Pemulihan Total Jaringan Listrik Halmahera Pasca Bencana

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menggelar rapat koordinasi strategis bersama Pemerintah Daerah Maluku Utara. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi ini diikuti oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Barat, dan Sekda […]

  • BPJN Maluku Pastikan Pengerjaan 4 Jembatan Piru–Taniwel Tuntas, Berpedoman Sesuai Ketentuan dan Pengawasan

    BPJN Maluku Pastikan Pengerjaan 4 Jembatan Piru–Taniwel Tuntas, Berpedoman Sesuai Ketentuan dan Pengawasan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Muh. Ulwan Talaohu dan Rekam Pengalaman di Maluku Ambon,Tajukmaluku.com- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku memberikan penjelasan resmi terkait informasi mengenai pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang berkembang di sejumlah media dan ruang publik. BPJN Maluku menegaskan bahwa setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan nasional dilakukan melalui mekanisme perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan […]

  • Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Sekjen ATR/BPN: Butuh Pejabat Penggerak Organisasi yang Hasilkan Kerja Berdampak bagi Masyarakat

    Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Sekjen ATR/BPN: Butuh Pejabat Penggerak Organisasi yang Hasilkan Kerja Berdampak bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menilai Pejabat Administrator harus mampu menjadi motor penggerak perubahan pada Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi cukup berfokus pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi harus mampu menghasilkan kinerja yang berorientasi pada manfaat untuk masyarakat. “Kementerian ATR/BPN membutuhkan pemimpin Administrator yang mampu membaca […]

  • SBT Tak Butuh Amahoru, Tapi Orang Jujur

    SBT Tak Butuh Amahoru, Tapi Orang Jujur

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Pemerhati Demokrasi (KPD) Maluku angkat bicara soal dugaan manipulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Achmad Quadri Amahoru, calon kuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). “Jika benar yang bersangkutan tidak melaporkan kekayaan secara jujur, itu artinya Amahoru tidak layak ditetapkan sebagai Sekda SBT,” kata Ketua KPD Maluku, Risman Soulissa, menanggapi […]

expand_less