Breaking News
light_mode

Gimik Pilkada Bursel, Pilih SELAMAT atau TAMAT !

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • visibility 204
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yunasril La Galeb

Kontestasi pilkada semakin dekat, segala cara tentu dijalankan. Perhelatan lima tahunan kepala Daerah (pilkada) tentu kian memanas. Pelaksanaan pilkada terdiri atas Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wali Kota, yang akan diselenggarakan secara serentak di beberapa daerah di Indonesia. Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada tahun 2024 ini sebanyak 545 (lima ratus empat puluh lima). Akan ada 37 Provinsi untuk pemilihan Gubernur, 415 Kabupaten untuk pemilihan Bupati dan 93 kota untuk pemilihan Wali Kota. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 Jadwal dan tahapan telah ditetapkan oleh Komisi Pimilihan Umum, maka kita berharap pelaksanaan Pilkada serentak dapat berjalan lancar dan demokratis.

Berbicara pilkada memanglah menarik. Salah satunya ialah kontestasi Pikalda di Kab. Buru Selatan (bursel) atau daerah yang bertajuk Bumi Lolik Lalen Fedak Fena. Penulis asal aktivis muda bursel ini memprediksi akan banyak peristiwa hukum yang terjadi di setiap tahapan. Peristiwa hukum tersebut dapat masuk dalam ranah pidana, administrasi, tata usaha negara, etik, termasuk sampai berjalannya periodisasi kepemimpinan kepala daerah. Itulah sebabnya, pesan ini menjadi penting agar para kandidat serta konstituennya tidak melakukan pelanggaran, kejahatan bahkan tindakan yang tidak bermoral.

Secara literatur Pelanggaran dan kejahatan merupakan dua hal yang berbeda. Kejahatan sudah pasti merupakan pelanggaran. Namun pelanggaran belum tentu sebagai kejahatan. Pelanggaran adalah perilaku yang menyimpang untuk melakukan tindakan menurut kehendak sendiri, tanpa memperhatikan peraturan yang telah dibuat. Pelanggaran dilakukan terhadap perbuatan yang hanya dilarang oleh undang-undang, namun tidak memberikan efek yang berpengaruh secara langsung kepada orang lain, seperti tidak memakai masker, tidak memakai helm, tidak memasang kaca spion, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendara, dan lain sebagainya.

Selain pelanggaran dan kejahatan pemilu, instrumen yang lazim kita dengar maupun dapatkan dalam perhelatan pilkada, ialah politisasi dengan ancaman “PILIH SELAMAT ATAU TAMAT” hal ini sering digunakan para kandidat dan/atau petahana dalam setiap kontestasi khususnya di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena. Penyelenggaraan demokrasi merupakan manifestasi kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan pemerintah atau petahana. Maka hal ini tentu merupakan tanggungjawab generasi bahkan masyarakat secara luas dalam upaya memastikan proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya, agar siapun yang terpilih merupakan murni pilihan rakyat bedasarkan hati dan pikirannya, bukan atas tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

Ketiga pasangan calon kepala daerah (Bursel) yang tampil dalam kontestasi Pilakda Tahun 2024 ini merupakan tokoh daerah bahkan tokoh nasional dengan berbagai latar belakang serta pengalaman berbeda. Tentunya, mereka diharapkan menjadi simbol daerah yang mengangkat kesejahteraan dan mencerdaskan rakyat, simbol hukum yang bersih dari KKN, simbol politik yang beradab dan menjadi pemimpin yang tampil netral, tegas, serta tidak berpihak dan hadir untuk semua golongan.

Kepemimpinan sendiri merupakan kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan. Tidak semua pemimpin adalah para manajer dan tidak semua manajer adalah para pemimpin. Dengan adanya hak-hak yang dimiliki oleh manajer, tidak menjamin mereka untuk dapat memimpin secara efektif. Ada banyak pendapat-pendapat ahli tentang teori kepemimpinan, akan tetapi penulis merangkum teori tersebut kurang lebihnya seperti di awal alinea. Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi atau daerahnya serta bagi dirinya sendiri, sebab ia selaku penanggung jawab tercapainya tujuan suatu organisasi atau suatu daerah.

Seorang kepala daerah senantiasa memandang ke depan dan mampu memprediksi apa yang akan terjadi, serta selalu waspada terhadap setiap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju, akan dapat berlangsung terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Dia harus peka terhadap perkembangan situasi, baik di dalam maupun di luar daerah, sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, “baik yang kecil maupun yang besar”.

Menurut penulis, kepala daerah harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari-hari yang menunjukkan bawahan serta rakyatnya sendiri. Sebagai contoh: tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas dan peraturan perundang-undangan, sehinga dapat berjalan sebagaimana mestinya.. Banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari perasaan, firasat atau intuisi, pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional.

Seorang kepala daerah tentu senantiasa bersikap penuh perhatian terhadap bawahan dan rakyatnya. Ia Harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, memengaruhi pemerintahannya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap daerah yang dipimpinnya. Pemberian anugerah berupa ganjaran, hadiah, pujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh bawahan atau masyarakatnya, sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya. Dia harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap bawahan yang menyeleweng, malas atau berbuat salah, sehingga merugikan daerah, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya.

“Pilkada sebagai ajang demokrasi adalah proses penentuan untuk melahirkan sosok pemimpin baru yang mampu mewujudkan perubahan, ini adalah kerinduan mendalam bagi setiap masyarakat yang mengharapkan perubahan”. Sebab seorang pemimpin suatu daerah layaknya lokomotif yang akan menarik gerbong pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan.

Di akui bahwa rezim pilkada telah berhasil melahirkan sejumlah kepala daerah yang dinilai mampu membawa perubahan bagi wilayah yang dipimpinnya. Namun tidak dengan daerah yang bertajuk Bumi Lolik lalen Fedak Fena ini sebab faktanya, kepala daerah hasil pilkada justru mengakhiri jabatannya di penjara. Sebutlah misalnya Mantan Bupati Busel Tagop S. Soulissa yang terjerat korupsi berkaitan dengan suap dan gratifikasi, hal ini tentu menjadi legacy buruk bagi daerah sekaligus mengindikasikan buruknya kualitas demokrasi kita. Sebab kontentasi Pilakda bursel kemarin telah melahirkan pemimpin yang buruk atau korup. Dan tentunya berimpek pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bursel secara luas.

Dengan demikian Integritas dan kompetensi seorang calon kepala daerah tercermin dari rekam jejak yang natural dan spontan, bukan karena suatu pencitraan. Perilaku kepemimpinan yang jujur dan sederhana menjadi tolok ukur bagi rakyat untuk memberikan suara dengan harapan pemimpin yang terpilih bisa membuktikan janjinya. Keberhasilan meraih kepercayaan publik untuk memimpin daerah, seyogyanya dibarengi dengan kemauan belajar dan mengasah kompetensi kepemimpinan sebagai tugas utamanya membawa perubahan. Pemimpin yang mampu melakukan perubahan di tengah masyarakat akan tercatat sebagai sosok mumpuni dan layak mendapat kepercayaan yang lebih luas ditingkat nasional. Kecerdasan dan terobosan yang diciptakan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya dalam membangun daerah.

Memimpin dengan upaya melakukan perubahan bukanlah hal yang mudah, banyak risiko harus ditanggung. Apalagi jikai berhadapan dengan kemapanan dan kekuasaan yang sudah mengakar kuat pada periode sebelumnya. Rhenald Kasali dalam buku Change Leadership: Non-Finito, begitu gamblang menggambarkan tentang sosok pemimpin perubahan. Pemimpin perubahan (change leader) baginya adalah “Pemimpin yang bisa memperbaiki hidup kita, bangsa kita dan keturunan kita. Bukan menggunakan jabatannya untuk mengimpresi, pamer kekuasaan, apalagi mewariskan kerusakan”. Seorang Change Leader, kata Rhenald tidak pernah takut akan banyak risiko. Ia akan terus berjuang mewujudkan karya dan impiannya meski di depannya menghadang risiko besar.

Menurut penulis, menjadi seorang pemuda adalah kesempatan besar untuk turut serta ikut mewujudkan perubahan bagi daerah dan bangsanya, untuk mewujudkan perubahan tentu kita harus cerdas dan berani khususnya dalam mimilih pemimpin yang visioner dan tentu memiliki integritas serta rekam jejak yang baik dalam mewujudkan perubahan di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena.

Sebelum menutup saya ingin mengutip apa yang telah disampaikan dalam hadits Bukhari dan Muslim : Rasulullah SAW menegaskan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya”. Oleha karnanya menurut penulis kukuasaan yang di dapatkan atau diambil dengan cara yang tidak benar, tentu ia akang mengunakan kekuasaannya untuk hal-hal yang tidak benar pula.

Kita berharap kontestasi Pilkada Bursel tahun 2024 ini menjadi ajang kontestasi kebaikan dan dapat membawa berkah bagi masyarakat dengan terpilihnya kepala daerah yang pro rakyat, visioner, dan demokratis. Memimpin perubahan dalam makna yang seluas-luasnya bagi kehidupan masyarakat, bukan malah membawa musibah bagi daerah dengan menambah deretan kepala daerah korupsi di Indonesia.

Penulis adalah Aktivis Bursel

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsep Teori “Basic Structur” Sebagai Solusi Di Pilkada Maluku

    Konsep Teori “Basic Structur” Sebagai Solusi Di Pilkada Maluku

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    (Tanggapan Terhadap Tulisan Attami Nurlette) Oleh: Nardi Maruapey Tulisan ini dibuat untuk menanggapi tulisan dari saudar Attami Nurlette tentang “Analisis Kelas Pada Laga Kursi Gubernur Maluku” yang terbit (26/10/24). Dimana dalam pandangan Saya, penulis berupaya mengajak pembaca sekaligus publik di Maluku untuk agak laen melihat Pilkada dari sisinya yang lebih substansial yakni pergumulan pemikiran ide […]

  • Direktur IDI Nilai Program Beasiswa Dokter Spesialis Pemda SBT Jadi Langkah Progresif

    Direktur IDI Nilai Program Beasiswa Dokter Spesialis Pemda SBT Jadi Langkah Progresif

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Rumah Sakit Umum Daerah kerap kekurangan dokter spesialis. Warga dari kecamatan terpencil harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju Ambon hanya untuk pemeriksaan medis yang mestinya bisa dilakukan di rumah sakit kabupaten. Kekosongan tenaga dokter spesialis menjadikan hak atas layanan kesehatan di […]

  • Tookk! DPRD Maluku Setujui Rencana Pemprov Pinjam Dana PT SMI Rp1,5 Triliun

    Tookk! DPRD Maluku Setujui Rencana Pemprov Pinjam Dana PT SMI Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Maluku akhirnya menyetujui rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meminjam dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp1,5 Triliun. Hal ini disampaikan dalam Rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (24/11/2025). Persetujuan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepakatan Nomor 9.00.1.1-2215 dan 9.00.1.14-12 tertanggal 24 November 2025, […]

  • DPRD Nilai Pengelolaan Pariwisata Maluku Gagal, PAD Hanya Serap Rp300 Juta

    DPRD Nilai Pengelolaan Pariwisata Maluku Gagal, PAD Hanya Serap Rp300 Juta

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menilai pengelolaan sektor pariwisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi belum memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Minimnya inovasi dan gagalnya menjalin kemitraan dengan pihak ketiga menjadi catatan penting dalam rapat bersama OPD mitra, Selasa (8/7/2025). Wakil Ketua Komisi IV, Dali Syarifudin, menilai potensi wisata […]

  • Wakil Rakyat Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perkebunan

    Wakil Rakyat Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perkebunan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,TajukMaluku.com– Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Al Hidayat Wajo mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang bagi proses hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan di Maluku. Ia menekankan pentingnya pengolahan hasil pertanian di dalam daerah guna meningkatkan nilai tambah bagi petani. Hidayat menyoroti permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait pemasaran hasil pertanian, khususnya kelapa. Ia mencontohkan, Provinsi […]

  • Terus Dukung Sektor Industri, PLN UP3 Masohi Pasok Listrik Daya 240 KVA untuk PT Wahana Lestari Investama

    Terus Dukung Sektor Industri, PLN UP3 Masohi Pasok Listrik Daya 240 KVA untuk PT Wahana Lestari Investama

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kobisonta,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus mendorong perkembangan sektor industri dengan penyediaan listrik yang andal. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi, PLN melakukanpemasangan listrik pelanggan potensial, yaitu PT Wahana Lestari Investama (WLI) yang berada di Oping, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. PT WLI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang […]

expand_less