Breaking News
light_mode

PLN ULP Namlea Goes to School, Bekali Generasi Muda dengan Literasi Kelistrikan dan Budaya K3L

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namlea,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Namlea menggelar kegiatan PLN Goes to School di SMA Negeri 1 Buru yang berlokasi di Jalan Jiku Besar, Namlea, Kabupaten Buru, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan literasi kelistrikan, menanamkan budaya keselamatan, serta memperkenalkan transformasi layanan digital kepada generasi muda.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa edukasi kelistrikan kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan budaya keselamatan kelistrikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui kegiatan PLN Goes to School, kami ingin membangun pemahaman sejak dini bahwa listrik bukan hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus dimanfaatkan dengan aman dan bertanggung jawab. Selain itu, kami juga mengenalkan kemudahan layanan digital PLN agar masyarakat semakin dekat dengan berbagai layanan kelistrikan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Manager ULP Namlea, Luthfy Aditiar, bersama jajaran manajemen ULP Namlea memperkenalkan proses bisnis PT PLN (Persero), mulai dari penyediaan tenaga listrik, pelayanan pelanggan, hingga berbagai upaya PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Para siswa diajak memahami perjalanan listrik hingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya peran masyarakat dalam mendukung penggunaan listrik secara aman.

Selain pengenalan proses bisnis PLN, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Materi yang disampaikan mencakup potensi bahaya kelistrikan, langkah pencegahan kecelakaan listrik, serta cara menggunakan peralatan listrik secara aman di rumah maupun lingkungan sekolah.

Melalui edukasi tersebut, PLN berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarkan budaya keselamatan kelistrikan di lingkungan sekitar.

Pemahaman yang baik mengenai penggunaan listrik diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelistrikan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Sebagai bagian dari transformasi layanan, PLN turut memperkenalkan aplikasi PLN Mobile kepada para siswa. Melalui demonstrasi langsung, peserta dikenalkan berbagai fitur layanan digital, mulai dari pembelian token, pembayaran rekening listrik, pengajuan pasang baru dan tambah daya, hingga penyampaian laporan gangguan secara mudah melalui satu aplikasi.

Manager UP3 Ambon, Ramli Malawat, menyampaikan bahwa kegiatan PLN Goes to School merupakan bentuk kepedulian PLN dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami manfaat listrik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keselamatan dan perkembangan teknologi layanan kelistrikan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mengenai penggunaan listrik yang aman serta pemanfaatan layanan digital PLN. Dengan begitu, manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal dan mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan PLN Goes to School, PLN ULP Namlea terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kehadiran PLN di lingkungan sekolah menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun masyarakat yang lebih sadar energi, peduli keselamatan, dan siap memanfaatkan layanan kelistrikan secara modern.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

    Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN tahun 2025 dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu (15/07/2026). Laporan disampaikan sebagai tindak lanjut dari pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun […]

  • Dorong peningkatan SDM, Mata Garuda LPDP Maluku Audiensi dengan Gubernur Maluku

    Dorong peningkatan SDM, Mata Garuda LPDP Maluku Audiensi dengan Gubernur Maluku

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebagai upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Maluku. Alumni, Awardee dan Calon penerima beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI yang tergabung dalam Mata Garuda LPDP Provinsi Maluku melakukan silahturahmi bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang bertempat di ruang kerja lantai 2 Kantor Gubernur. Selasa, (5/5/2025). Amrullah Usemahu selaku Ketua Mata Garuda LPDP Maluku menyampaikan apresiasi […]

  • Soal Pergeseran Batas Tanah TN Manusela, DPRD Maluku Minta Pemda Fasilitasi ke Pemerintah Pusat 

    Soal Pergeseran Batas Tanah TN Manusela, DPRD Maluku Minta Pemda Fasilitasi ke Pemerintah Pusat 

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi 3 DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, meminta pemerintah daerah Maluku perlu menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat terkait penetapan batas kawasan hutan yang bersinggungan langsung dengan wilayah adat.  Menurutnya, pemerintah tidak boleh menetapkan batas kawasan hutan tanpa melibatkan masyarakat hukum adat yang telah lama mendiami dan mengelola wilayah tersebut. “Karena itu kewenangan pemerintah pusat, […]

  • Lima Program Ka.Kanwil Kemenag Maluku “Par Maluku Pung BAE”

    Lima Program Ka.Kanwil Kemenag Maluku “Par Maluku Pung BAE”

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim Kerja Hubungan Masyarakat (Humas) dan Publikasi Sekretariat Jenderal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku meminta masyakarakat di wilayah ini ikut mendukung pelaksanaan program-program kerja strategis dari Kanwil Kemenag Provinsi Maluku. “Kami mengharapkan masyarakat di Maluku agar mendukung penuh program-program kerja yang dilaksanakan oleh bapak Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Maluku saat ini,” ucap Ketua Tim Humas […]

  • 36 Tahun Tanpa Putra Maluku di Kabinet: Diskriminasi Terstruktur atau Pengabaian Sistematis?

    36 Tahun Tanpa Putra Maluku di Kabinet: Diskriminasi Terstruktur atau Pengabaian Sistematis?

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Aldin Keliangin Sudah lebih dari tiga dekade, tepatnya 36 tahun, Republik Indonesia tidak pernah memasukkan putra-putri Maluku ke dalam kabinet. Setiap kali reshuffle diumumkan, setiap kali Kabinet Indonesia dibentuk, wajah-wajah dari Timur selalu absen dari posisi penting yang menentukan arah kebijakan bangsa. Maluku, yang dikenal dengan kekayaan sejarah, budaya, dan sumber daya alam, seolah-olah […]

  • Peta Politik Maluku 2031: Wacana Duet Arnold Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat

    Peta Politik Maluku 2031: Wacana Duet Arnold Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Peta politik Maluku menuju Pemilihan Gubernur 2031 mulai bergerak. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, termasuk Mayjen TNI (Purn.) Arnold Paplapna Ritiauw dan M. Thaher Hanubun. Wacana duet keduanya mempertemukan dua latar belakang berbeda. Ritiauw datang dari lingkungan militer dan birokrasi pemerintahan pusat. Sementara Thaher sendiri punya pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan daerah. Thaher bukan nama […]

expand_less