Breaking News
light_mode

Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 354
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka.

Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com

Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini belum menunjukkan taji—gagal membangun momentum, minim terobosan, dan cenderung simbolik. Di sisi lain, ada yang memberi ruang waktu dan apresiasi atas upaya awal mereka membenahi birokrasi dan menjalin komunikasi dengan pusat.

Di tengah ricuhnya ruang publik Maluku soal pro dan kontra itu, Redaksi TajukMaluku.com berhasil mewawancarai Ikhsan Tualeka, salah satu tokoh muda Maluku yang sementara berada di Bangkok, Thailand.

Ikhsan Tualeka, Bangkok, Thailand

Berikut petikan wawancara eksklusif kami bersama Ikhsan Tualeka.

Sudah 100 hari pasangan Hendrik Lewerissa–Abdullah Vanath memimpin Maluku. Apa penilaian Anda terhadap masa-masa awal pemerintahan ini?

“Sejatinya memberikan penilaian untuk 100 hari kerja rasanya kurang proporsional, karena masa jabatan kepala daerah itu 5 tahun. Namun mestinya 100 hari pertama menjadi momentum penting dalam membangun psikologi atau semangat kolektif yang dapat mendorong perubahan yang signifikan.”

Salah satu janji utama pasangan ini saat kampanye adalah pengentasan kemiskinan. Bagaimana Anda melihat kinerja mereka dalam isu ini selama 100 hari?

“Ada beberapa catatan kritis saya. Misalnya dalam 100 hari pertama belum terlihatnya upaya signifikan dalam penanggulangan kemiskinan di Maluku. Meskipun pasangan ini menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama, hingga saat ini belum terlihat langkah atau upaya signifikan dalam kebijakan atau program yang langsung menyentuh masyarakat miskin.Padahal Maluku masih berada di peringkat keempat provinsi termiskin di Indonesia, dengan banyak daerah mengalami kemiskinan ekstrem. Program-program konkret untuk mengatasi masalah ini belum terlihat atau terealisasi secara efektif.”

Selain kemiskinan, reformasi birokrasi juga menjadi perhatian publik. Apa catatan Anda soal ini?

“Harus diakui dalam 100 hari kepemimpinan belum dijadikan sebagai momentum reformasi birokrasi. Harapan akan reformasi birokrasi yang lebih efisien dan bebas dari praktik korupsi belum juga diinisiasi. Masih terdapat praktik-praktik lama, seperti proyek-proyek yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu. Kritik terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap tidak memiliki jiwa kewirausahaan juga menjadi catatan, menunjukkan perlunya perubahan dalam struktur dan budaya kerja birokrasi di Maluku.”

Bagaimana Anda menilai progres program-program prioritas yang dijanjikan saat kampanye?

“Program-program prioritas yang dijanjikan selama kampanye, seperti pembangunan pelabuhan terpadu dan peningkatan konektivitas antarwilayah, belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Memang ada lobi-lobi yang dilakukan, tapi masih sebatas simbolis. Meskipun ada upaya untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, hasil konkret dari inisiatif tersebut masih belum dirasakan oleh masyarakat Maluku.”

Isu Stunting termasuk salah satu prioritas nasional. Apa pendapat anda terkait ini di Maluku?

“Terhadap pendekatan pengentasan stunting di Maluku, yang setelah 100 hari ini tidak terlihat, bila tak mau dikatakan belum ada.
Program pengentasan stunting yang dijanjikan saat kampanye lalu perlu dikritisi karena pendekatannya belum kelihatan, atau tidak efektif. Kalau dicermati, penggunaan anggaran sejauh ini lebih banyak untuk kegiatan administratif dibandingkan dengan intervensi langsung kepada masyarakat menunjukkan perlunya evaluasi dan penyesuaian strategi dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.”

Jika Anda berada dalam posisi untuk memberi saran langsung kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, apa langkah-langkah strategis yang menurut Anda harus segera mereka ambil?

“Agar pemerintahan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath berhasil mengatasi berbagai tantangan dan membangun kepercayaan masyarakat, saya kira mereka perlu mengambil langkah-langkah strategis dan konkret.

Pertama, Membuat roadmap pembangunan jangka pendek dan menengah yang terukur. Antara lain dengan menyusun program kerja realistis dengan target 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun. Selanjutnya harus lebih fokus pada sektor prioritas: kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan konektivitas antar pulau.Mereka juga harus melibatkan berbagai pihak, seperti kalangan akademisi dan praktisi lokal untuk merancang indikator capaian yang terukur dan transparan termasuk mengoptimalkan mesin birokrasi. Kepala daerah jangan ‘one man show’.

Kedua, Percepatan penanggulangan kemiskinan dan stunting. Ini harus menjadi fokus. Alokasikan anggaran lebih besar ke program langsung menyentuh masyarakat, bukan sekadar rapat dan birokrasi.Implementasi program bisa dengan menggandeng LSM, gereja, masjid, dan tokoh adat sebagai jembatan intervensi sosial. Juga gunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk menyalurkan bantuan yang lebih tepat sasaran.

Ketiga, Reformasi birokrasi dan manajemen ASN. Caranya adalah evaluasi kinerja seluruh kepala dinas dan pejabat eselon berdasarkan hasil kerja, bukan kedekatan politik. Gubernur harus berani menerapkan Sistem Merit dan e-Government untuk transparansi pengadaan dan pelayanan publik. Juga mendorong ASN menjadi agen perubahan dan wirausaha sosial di Maluku.

Keempat, perlu ada kemauan dan kemampuan untuk membangun solidaritas dan kompak sebagai pemimpin. Singkirkan orang-orang dengan ambisi pribadi yang bisa mengganggu harmoni pemerintahan.Tunjukkan kesatuan visi antara Gubernur dan Wakil Gubernur melalui komunikasi publik yang konsisten dan harmonis. Antara lain dengan membentuk tim komunikasi strategis yang solid untuk menjembatani persepsi publik dan kerja pemerintah, Pak Hendrik bisa belajar dari kepemimpinan di daerah lain. Seperti yang ditunjukkan Gubernur Maluku Utara dan Gubernur Jakarta.

Kelima, Akselerasi proyek strategis dan kerjasama pusat. Gubernur mestinya bisa lebih fokus pada proyek unggulan seperti pelabuhan logistik, konektivitas antar-pulau, dan kawasan industri perikanan.Lakukan lobi aktif ke pemerintah pusat dan investor untuk membawa dana APBN dan investasi swasta ke Maluku. Perlu ada paradigma untuk jadikan Maluku sebagai poros maritim timur Indonesia dengan proyek-proyek bernilai tambah.

Keenam, Perkuat dialog dengan masyarakat dan tokoh lokal. Ini penting, dengan adanya dialog terbuka reguler di kabupaten/kota aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik. Bisa juga dengan membentuk forum konsultasi daerah yang melibatkan tokoh adat, pemuda, perempuan, dan pengusaha lokal. Tingkatkan kehadiran langsung pemimpin di lapangan, bukan hanya dari balik meja atau sibuk bolak-balik Jakarta–Ambon.

Saran terakhir, Bangun citra pemerintahan yang bersih dan merakyat. Gubernur HL harus berani menolak keras segala bentuk nepotisme, suap jabatan, hingga proyek fiktif atau ada kadar korupsinya. Selain itu publikasikan laporan kinerja secara terbuka melalui media lokal dan digital. Tunjukkan gaya kepemimpinan merakyat dan solutif, bukan simbolik dan elitis.”

Terakhir, Anda cukup percaya Gubernur dan Wakil Gubernur bisa melakukan perubahan signifikan di Maluku?

“Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath saya yakin dengan pengalaman mereka, baik itu di legislatif maupun di eksekutif, mau mendengar masukan dan kritik publik, apalagi dari kalangan intelektual.”

Profile Singkat Narasumber:

Ikhsan Tualeka, adalah seorang pegiat sosial, Direktur Indonesian Society Network (ISN), sebelumnya adalah Koordinator Moluccas Democratization Watch (MDW) yang didirikan tahun 2006, kemudian aktif di BPP HIPMI (2011-2014), Chairman Empower Youth Indonesia (sejak 2017), Direktur Maluku Crisis Center (sejak 2018), Founder IndoEast Network (2019), Anggota Dewan Pakar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (sejak 2019) dan Executive Committee National Olympic Academy (NOA) of Indonesia (sejak 2023). Alumni FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (2006), IVLP Amerika Serikat (2009) dan Political Communication Paramadina Graduate School (2016) berkat scholarship finalis ‘The Next Leaders’ di Metro TV (2009). Saat ini sedang menyelesaikan studi Kajian Ketahanan Nasional (Riset) Universitas Indonesia, juga aktif mengisi berbagai kegiatan seminar dan diskusi. Dapat dihubungi melalui email: ikhsan_tualeka@yahoo.com – Instagram: @ikhsan_tualeka


  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Presiden Republik Indonesia, Prabowo […]

  • Tito Karnavian Lantik Benhur Watubun sebagai Wakil Ketua I Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia

    Tito Karnavian Lantik Benhur Watubun sebagai Wakil Ketua I Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik pengurus Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) periode 2025-2029 di Borobudur Hotel Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025). Dalam pelantikan itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun dipercayakan sebagai Wakil Ketua I ADPSI. Penetapan dan pengukuhan Benhur sebagai Wakil Ketua I ADPSI menjadi trust pusat terhadap konsistensi Benhur memperjuangkan […]

  • PLN UP3 Sofifi Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip selama Perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara

    PLN UP3 Sofifi Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip selama Perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi dengan bangga mengumumkan keberhasilannya dalam menjamin keandalan pasokan listrik selama rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Maluku Utara. Perayaan yang berlangsung meriah pada 8–12 Oktober 2025 di Kota Sofifi ini melibatkan berbagai acara penting, […]

  • Akibat Cuaca Ekstrem di Tidore PLN ULP Soasio Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik

    Akibat Cuaca Ekstrem di Tidore PLN ULP Soasio Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Tidore,Tajukmaluku.com-Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Maluku Utara, termasuk Kota Tidore Kepulauan, mengakibatkan gangguan kelistrikan di sejumlah titik. Merespons situasi darurat ini, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) langsung menginstruksikan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soasiu untuk melakukan penanganan cepat demi menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. […]

  • Sering Macet, DPRD Maluku Minta Pertamina Segera Tertibkan Antrean di SPBU Kebun Cengkeh

    Sering Macet, DPRD Maluku Minta Pertamina Segera Tertibkan Antrean di SPBU Kebun Cengkeh

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi II DPRD Provinsi Maluku meminta PT Pertamina mengambil langkah penertiban terhadap aktivitas SPBU Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kota Ambon. Pasalnya, SPBU yang satu ini dinilai kerap menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Maluku, Nita bin Umar usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (6/8/2025). Menurutnya, letak SPBU yang berada […]

  • Semangat Hari Kebangkitan Nasional, SP PLN bersama Forkom SP BUMN Rapatkan Barisan Kawal Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Semangat Hari Kebangkitan Nasional, SP PLN bersama Forkom SP BUMN Rapatkan Barisan Kawal Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Serikat Pekerja PLN (SP PLN) bersama Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom BUMN) menggelar pertemuan strategis di Stasiun Gambir, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai elemen serikat pekerja dari perusahaan-perusahaan milik negara, seperti FSP Pertamina Bersatu, Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian, Serikat Pekerja Kimia Farma, Serikat Pekerja Pegadaian, serta serikat-serikat […]

expand_less