Breaking News
light_mode

Pentingnya Tukin: Dosen Kelas Menengah, Miskin.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Di masa yang jauh, dari bawa cakrawala bendera Republik Roma, dihadapan orang-orang yang juga dihadiri tak kurang dari 600 senator, dengan nadah geram Marcus Tullius Cicero melontarkan tanya retoriknya “Quo usque tandem abutere, Catalina, patientia nostra” ? “sampai kapan kau akan menguji kesabaran kami”?. Dengan pesonanya yang kuat, Cicero mengutuk konspirasi busuk Catalina yang haus akan kuasa 63. SM. 

Dosen Kelas Menengah Miskin

Menjadi seorang dosen kementerian Kemendikti Saintek yang tergolong sebagai kelas menengah atau mungkin miskin, memang susah. data terakhir menampilkan daya beli kelompok menengah bawah kian tergerus. MSI atau Mandiri Spending Index menunjukan angka proses untuk Groceries (bahan makan) meningkat dari 13,9 persen menjadi 27,4 persen dari total pengeluaran. Kendati memang persoalan mendeskripsikan posisi dosen sebagai kelas menengah tentu bisa menjadi perdebatan. atau setidaknya dalam mendefinisikan kelas menengah. 

Namun World Bank atau bank dunia setidaknya memiliki pendefinisian “kelas menengah” sebagai klister masyarakat dengan pengeluaran (sebagai proksi pendapatan) pada kisaran 3,5-17 persen di atas garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sekitar 550.000, maka mereka dengan pengeluaran sekitar 1,9 juta – 9,3 per bulan masuk kategori kelas menengah. 

 Problemnya hukum engel mengajarkan: semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya. artinya jika pendapatan seorang dosen hanya 2,6 juta -3 juta sementara konsumsi makanan tetap, maka konsumsi makanan dalam total pengeluarannya akan meningkat. Sehingga kenaikan porsi makanan dari total belanja pendapatannya mencerminkan daya beli yang semakin tergerus. Hidup menjadi dosen memang sulit kita butuh keterampilan dan skill khusus untuk menganggap belanja hemat sebagai prestasi. 

Pentingnya Tukin Untuk Dosen

Lugasnya fakta hasil penelitian serikat pekerja kampus atau SPK yang beranggotakan takuran dari 400 dosen dan tenaga pendidik  di perguruan tinggi menerbitkan Policy Brief,  dengan tajuk Gaji minimum, Beban kerja Maksimum, dari pernyataannya dan hasilnya bahwa kesejahteraan dosen masih jauh dari kata sejahtera.

 Situasi ini akhirnya memaksa para dosen mulai berakrobatik mengambil pekerjaan-pekerjaan sambilan (76 persen responden) guna mendapatkan penghasilan sampingan, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya, fokus mereka pada tanggung jawab sebagai pengajar berkurang dan kualitas pengajaran kepada para mahasiswa pun penurun.

Sebagaimana Ibu Ekfindar Dillan, yang merupakan seorang dosen di universitas Musamus Merauke, yang mengaku dengan angka gaja yang menyentuh 3 juta-an  untuk hidup di papua tidaklah cukup, sebagai seorang perantau ia harus membayar kos dikisaran 1,8 juta per bulan, belum cicilan rumah KPR, kalau bergantung pada gaji, minus. sehingga beliau memilih untuk menjadi guru les. untuk memenuhi tambahan sehari-hari konsumsi makan 500.000 per bulan bahkan ada beberapa dosen yang memilih untuk menjadi tukang ojek untuk menambah tambahan kehidupan sehari-hari. jika demikian masih menarikkah menjadi dosen di Indonesia ? 

 Sehingga urgensi dari adanya tukin untuk dosen bukan hanya untuk memenuhi hak pribadi, melainkan investasi penting untuk menciptakan masa depan bangsa, sekaligus juga memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas bagi generasi Indonesia menuju Indonesia emas. Memang Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kepmendikbud Ristek) No. 447/P/2024. 2024 telah menetapkan pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi dosen ASN Kemendikti Saintek. namun sampai hari ini hal itu belum terealisasikan. dengan demikian jika hal ini pun tak kunjung, pertanyaan retorik Cicero dua milenium silam agaknya relevan diajukan: “Wahai para penguasa, sampai kapan engkau akan menguji kesabaran kami?” 

Abe Yanlua

Penulis adalah Akademisi Universitas Pattimura Ambon 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BPHL Maluku Bantah Tudingan Minta Upeti dari Pelaku Usaha Kayu

    Kepala BPHL Maluku Bantah Tudingan Minta Upeti dari Pelaku Usaha Kayu

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Badan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIV Maluku, Plaghelmo Seran bantah atas tudingan dirinya meminta upeti dari pelaku usaha kayu. Menurutnya, tuduhan yang diberitakan pada salah satu koran lokal di Ambon dengan judul “Usul Pinjam Pakai Ganisph, Kepala BPHL Maluku Minta Upeti” adalah sesuatu yang tidak benar. “Berita ini tidak mendasar dan merupakan ketimpangan sosial. […]

  • Bagaimanakah Etika Pembangunan Kita?

    Bagaimanakah Etika Pembangunan Kita?

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Dalam beberapa hari terakhir, publik tanah air dibuat heboh oleh pemberitaan tentang adanya aktifitas penambangan di wilayah kabupaten Raja Ampat yang dianggap berpotensi merusak keindahan wilayah yang dijuluki “Surga Terakhir di Timur Indonesia” itu. Bagaimana tidak, wilayah yang dikenal dengan keindahan panoramanya berupa taburan pulau-pulau kecil nan eksotis, ditambah pemandangan bawah laut yang mempesona itu […]

  • M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Direktur Holistik Institute, M. Nur Latuconsina, menilai rencana deklarasi Bahlil Lahadalia sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Indonesia Timur (GP-Intim) tidak mencerminkan pandangan dan sikap politik Bahlil. Menurut Latuconsina, deklarasi yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025 tersebut merupakan gagasan sepihak dari Bernard D. Namang dan tidak […]

  • PLN UIW MMU Dorong Digitalisasi Pendidikan Lewat Super SUN Hybrid di Tiga Pulau Terpencil Halut

    PLN UIW MMU Dorong Digitalisasi Pendidikan Lewat Super SUN Hybrid di Tiga Pulau Terpencil Halut

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tobelo,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses energi di wilayah kepulauan. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo, PLN UIW MMU sukses merealisasikan program penyediaan listrik berbasis energi baru terbarukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan di tiga sekolah yang berada di Pulau Bobale, Pulau Dagasuli, dan […]

  • Gelar Safari Ramadhan, HMI Komperta Unpatti Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci

    Gelar Safari Ramadhan, HMI Komperta Unpatti Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Pertanian (Komperta) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar acara Safari Ramadhan di kawasan Galunggung, Ambon, Selasa, (04/03/2025). Kegiatan ini mencakup buka puasa bersama, halal bihalal, serta shalat tarawih berjamaah, yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah antar-kader dan Alumni. Ketua HMI Komisariat Pertanian Unpatti, Amelia Nurlette, menegaskan bahwa Safari Ramadhan akan terus berlanjut sepanjang bulan […]

  • Madinah dan Demokrasi: Rovik Bongkar Akar Kepemimpinan Islam di Traning Raya HMI

    Madinah dan Demokrasi: Rovik Bongkar Akar Kepemimpinan Islam di Traning Raya HMI

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wacana kepemimpinan politik Islam kembali mengemuka dalam Forum Latihan Kader (LK) II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon. Dalam sesi ke-6 forum tersebut, politisi muda Maluku sekaligus kader senior HMI, Rovik Akbar Afifuddin, tampil membedah ulang konsep kepemimpinan Islam dengan pendekatan reflektif dan teologis. Mengusung tema “Membangun Kemuliaan Baru: Inspirasi dari Politik Kepemimpinan Islam […]

expand_less