Breaking News
light_mode

Pernyataan AV ‘Pemimpin Islam Seng Tau Malu’? Alkatiri: AV Itu Cerminan Pemimpin yang Dangkal”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • visibility 348
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com- Pernyataan calon Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang secara terbuka menyebutkan bahwa “Pemimpin Islam seng tau malu” dalam salah satu sesi kampanye telah memicu kontroversi di berbagai kalangan. Pernyataan ini dinilai mengandung generalisasi yang berpotensi melukai umat Muslim, terutama para pemimpin Islam yang selama ini menjaga marwah kepemimpinan dengan nilai-nilai keislaman yang tinggi. Kritik keras pun disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Ali Alkatiri, yang melihat bahwa pernyataan Vanath justru menunjukkan ketidakpekaannya terhadap dinamika masyarakat.

Dalam keterangannya, Alkatiri menilai pernyataan itu tidak hanya mencederai hati masyarakat Muslim Maluku yang religius, tetapi juga mencerminkan kegagalan Vanath memahami konteks kepemimpinan Islam dalam realitas sosial.

“Pernyataan yang dilontarkan saudara Abdullah Vanath itu tidak mencerminkan kebijaksanaan seorang calon pemimpin yang diharapkan mampu mempersatukan masyarakat Maluku dalam keberagaman. Ini bukan hanya soal terminologi atau bahasa, tapi soal makna yang dititipkan pada setiap kata. Seorang pemimpin harus bijaksana dalam berbicara, apalagi di hadapan publik yang memiliki nilai-nilai religius dan budaya yang kuat,” tegas Alkatiri.

Menurut Alkatiri, kalimat yang dilontarkan Vanath menggambarkan kurangnya sensitivitas terhadap posisi seorang pemimpin Muslim dalam masyarakat yang memandang penting agama sebagai landasan moral dan etika. Dengan mengeneralisasi bahwa “pemimpin Islam tidak tahu malu”, Vanath dianggap telah melangkah ke wilayah yang sensitif, menyeret nilai Islam ke dalam debat politik dengan cara yang tidak pantas.

Alkatiri menambahkan, kritiknya ini bukan sekadar respons emosional, tetapi sebuah refleksi dialektik terhadap standar kepemimpinan Islam. Baginya, seorang pemimpin Islam yang baik adalah ia yang meneladani sikap Rasulullah SAW, yaitu berkomunikasi dengan kasih sayang dan tanpa mencederai sesama.

“Islam mengajarkan kepemimpinan yang berlandaskan pada rasa malu dan integritas. Jika saudara Vanath menyebut bahwa pemimpin Islam tidak tahu malu, itu artinya beliau gagal menyerap esensi kepemimpinan Islam yang sesungguhnya. Bagi seorang Muslim, rasa malu adalah benteng moral dan menjadi ukuran dalam bertindak,” kata Alkatiri.

Dalam perspektifnya, pernyataan yang kurang etis dan tidak berlandaskan empati ini tidak seharusnya keluar dari mulut seorang calon pemimpin yang beragama Islam. Di tengah masyarakat Maluku yang berjuang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan religius, ucapan seperti ini justru akan memecah belah dan menimbulkan prasangka.

Alkatiri mendesak agar Vanath segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut. Menurutnya, ini adalah bagian dari tanggung jawab moral yang harus diemban oleh seorang calon pemimpin. Ia juga mengingatkan bahwa ucapan tanpa tanggung jawab hanya akan mengikis kepercayaan masyarakat.

“Seorang calon pemimpin yang mencalonkan diri untuk melayani rakyat haruslah memiliki moralitas dan tanggung jawab dalam ucapan dan tindakan. Klarifikasi dan permintaan maaf itu penting, bukan sekadar untuk menjaga citra pribadi, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang memiliki kepercayaan besar pada nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Menurut Alkatiri, di tengah semakin meningkatnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap politikus, figur pemimpin Muslim mestinya menjadi teladan yang baik. “Kami di SEMMI mengingatkan saudara Vanath, dan siapa pun yang mengaku pemimpin Islam, untuk menjaga adab dalam bertutur. Ingatlah bahwa nilai-nilai Islam itu melekat pada rasa malu, rendah hati, dan bijaksana. Ketika rasa malu hilang dari seorang pemimpin, maka yang terjadi adalah runtuhnya legitimasi moral di mata masyarakat,” jelas Alkatiri dengan penuh ketegasan.

Ia berharap kritik ini bisa membuka ruang refleksi bagi Abdullah Vanath dan kandidat lainnya, bahwa politik bukan sekadar soal meraih kekuasaan, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik dengan tutur kata dan sikap yang mencerminkan kematangan jiwa seorang pemimpin.

“Politik Maluku membutuhkan pemimpin yang beradab dan bijaksana, yang mampu menginspirasi, bukan menghakimi. Kami, masyarakat Maluku yang religius, menuntut kepemimpinan yang mencerminkan akhlak mulia. Mari kita wujudkan Maluku yang bersatu dalam keberagaman dengan menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral dalam setiap langkah politik kita.” imbuhnya.

Hal ini diharapkan dapat membuka ruang bagi Abdullah Vanath untuk berefleksi dan memahami kembali esensi dari kepemimpinan Islami yang mengedepankan akhlak, adab, dan tanggung jawab moral.*Refleksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gangguan Jaringan Usai Kunker Menteri Komdigi di Ambon, KNPI Desak Copot Pimpinan Telkomsel

    Gangguan Jaringan Usai Kunker Menteri Komdigi di Ambon, KNPI Desak Copot Pimpinan Telkomsel

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gangguan jaringan Telkomsel melanda wilayah Maluku sehari setelah kunjungan kerja Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid ke Kota Ambon. Untuk itu, Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media DPD KNPI Provinsi Maluku, Herry Purwanto, menilai peristiwa ini menunjukkan lemahnya infrastruktur digital di daerah tersebut. “Sejak kemarin sore, kami sudah menyampaikan langsung kepada […]

  • Sofa dan Sarfan, Dua “Penguasa” Tambang di Pulau Seram

    Sofa dan Sarfan, Dua “Penguasa” Tambang di Pulau Seram

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kekayaan alam yang terkandung dalam perut Pulau Seram mulai dari Kabupaten Seam Bagian Barat, sampai Maluku Tengah hingga Kabupaten Seram Bagian Timur, telah terbagi ke sejumlah pengusaha lokal dan nasional. Dari belasan perusahaan pertambangan yang saat ini beraktivitas di Pulau Seram dan sekitarnya, terdapat sejumlah perusahaan yang ternyata hanya dikuasai Muhammad Amin Sofa dan Sarfan […]

  • PLN UP3 Ternate Gelar Diskusi Publik, Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Pelayanan Kelistrikan Prima

    PLN UP3 Ternate Gelar Diskusi Publik, Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Pelayanan Kelistrikan Prima

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) UP3 Ternate menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik bertajuk “Urgensi Koordinasi, Kerja Sama, dan Jaringan Kerja Stakeholders Kelistrikan dalam Pelayanan Publik Prima”, di Kantor PLN UP3 Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara. Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat koordinasi lintas lembaga serta memperluas jaringan kerja antar pemangku kepentingan di sektor kelistrikan. Sebanyak 80 […]

  • Kompak Saat Pemeriksaan Kesehatan, Pasangan Nusa Ina Siap Menangkan Pilkada SBB

    Kompak Saat Pemeriksaan Kesehatan, Pasangan Nusa Ina Siap Menangkan Pilkada SBB

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Fransiane Puttileihalat Taher Bin Ahmad secara menjalani tahap pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit J Leimena kota Ambon, Jumat (30/08). Pasangan dengan jargon Nusa-Ina ini tiba di RS J Leimena sejak pukul 08.00 WIT. Didampingi tim pemenangan dan sejumlah pimpinan partai Koalisi, Terpantau, pemeriksaan berlangsung […]

  • Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

    Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Kegiatan demonstrasi yang dilakukan sebagian aktivis Maluku dinilai merusak kredebilitas organisasi di mata publik. Beberapa hari sebelum dilakukan aksi demonstrasi, biasanya diawali dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan. Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri […]

  • PLN UIW MMU Gerak Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan di Ambon

    PLN UIW MMU Gerak Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan di Ambon

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN terus bergerak cepat menanggapi gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di Pulau Ambon, Senin (29/12/2025), akibat gangguan sistem kontrol pada mesin Pembangkit BMPP (Barge Mounted Power Plant) pukul 18.05 WIT dan berangsur nyala mulai 19.30 WIT secara bertahap. PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan menegaskan bahwa pemulihan sistem menjadi prioritas utama demi […]

expand_less