Breaking News
light_mode

Pernyataan AV ‘Pemimpin Islam Seng Tau Malu’? Alkatiri: AV Itu Cerminan Pemimpin yang Dangkal”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • visibility 439
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com- Pernyataan calon Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang secara terbuka menyebutkan bahwa “Pemimpin Islam seng tau malu” dalam salah satu sesi kampanye telah memicu kontroversi di berbagai kalangan. Pernyataan ini dinilai mengandung generalisasi yang berpotensi melukai umat Muslim, terutama para pemimpin Islam yang selama ini menjaga marwah kepemimpinan dengan nilai-nilai keislaman yang tinggi. Kritik keras pun disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Ali Alkatiri, yang melihat bahwa pernyataan Vanath justru menunjukkan ketidakpekaannya terhadap dinamika masyarakat.

Dalam keterangannya, Alkatiri menilai pernyataan itu tidak hanya mencederai hati masyarakat Muslim Maluku yang religius, tetapi juga mencerminkan kegagalan Vanath memahami konteks kepemimpinan Islam dalam realitas sosial.

“Pernyataan yang dilontarkan saudara Abdullah Vanath itu tidak mencerminkan kebijaksanaan seorang calon pemimpin yang diharapkan mampu mempersatukan masyarakat Maluku dalam keberagaman. Ini bukan hanya soal terminologi atau bahasa, tapi soal makna yang dititipkan pada setiap kata. Seorang pemimpin harus bijaksana dalam berbicara, apalagi di hadapan publik yang memiliki nilai-nilai religius dan budaya yang kuat,” tegas Alkatiri.

Menurut Alkatiri, kalimat yang dilontarkan Vanath menggambarkan kurangnya sensitivitas terhadap posisi seorang pemimpin Muslim dalam masyarakat yang memandang penting agama sebagai landasan moral dan etika. Dengan mengeneralisasi bahwa “pemimpin Islam tidak tahu malu”, Vanath dianggap telah melangkah ke wilayah yang sensitif, menyeret nilai Islam ke dalam debat politik dengan cara yang tidak pantas.

Alkatiri menambahkan, kritiknya ini bukan sekadar respons emosional, tetapi sebuah refleksi dialektik terhadap standar kepemimpinan Islam. Baginya, seorang pemimpin Islam yang baik adalah ia yang meneladani sikap Rasulullah SAW, yaitu berkomunikasi dengan kasih sayang dan tanpa mencederai sesama.

“Islam mengajarkan kepemimpinan yang berlandaskan pada rasa malu dan integritas. Jika saudara Vanath menyebut bahwa pemimpin Islam tidak tahu malu, itu artinya beliau gagal menyerap esensi kepemimpinan Islam yang sesungguhnya. Bagi seorang Muslim, rasa malu adalah benteng moral dan menjadi ukuran dalam bertindak,” kata Alkatiri.

Dalam perspektifnya, pernyataan yang kurang etis dan tidak berlandaskan empati ini tidak seharusnya keluar dari mulut seorang calon pemimpin yang beragama Islam. Di tengah masyarakat Maluku yang berjuang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan religius, ucapan seperti ini justru akan memecah belah dan menimbulkan prasangka.

Alkatiri mendesak agar Vanath segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut. Menurutnya, ini adalah bagian dari tanggung jawab moral yang harus diemban oleh seorang calon pemimpin. Ia juga mengingatkan bahwa ucapan tanpa tanggung jawab hanya akan mengikis kepercayaan masyarakat.

“Seorang calon pemimpin yang mencalonkan diri untuk melayani rakyat haruslah memiliki moralitas dan tanggung jawab dalam ucapan dan tindakan. Klarifikasi dan permintaan maaf itu penting, bukan sekadar untuk menjaga citra pribadi, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang memiliki kepercayaan besar pada nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Menurut Alkatiri, di tengah semakin meningkatnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap politikus, figur pemimpin Muslim mestinya menjadi teladan yang baik. “Kami di SEMMI mengingatkan saudara Vanath, dan siapa pun yang mengaku pemimpin Islam, untuk menjaga adab dalam bertutur. Ingatlah bahwa nilai-nilai Islam itu melekat pada rasa malu, rendah hati, dan bijaksana. Ketika rasa malu hilang dari seorang pemimpin, maka yang terjadi adalah runtuhnya legitimasi moral di mata masyarakat,” jelas Alkatiri dengan penuh ketegasan.

Ia berharap kritik ini bisa membuka ruang refleksi bagi Abdullah Vanath dan kandidat lainnya, bahwa politik bukan sekadar soal meraih kekuasaan, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik dengan tutur kata dan sikap yang mencerminkan kematangan jiwa seorang pemimpin.

“Politik Maluku membutuhkan pemimpin yang beradab dan bijaksana, yang mampu menginspirasi, bukan menghakimi. Kami, masyarakat Maluku yang religius, menuntut kepemimpinan yang mencerminkan akhlak mulia. Mari kita wujudkan Maluku yang bersatu dalam keberagaman dengan menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral dalam setiap langkah politik kita.” imbuhnya.

Hal ini diharapkan dapat membuka ruang bagi Abdullah Vanath untuk berefleksi dan memahami kembali esensi dari kepemimpinan Islami yang mengedepankan akhlak, adab, dan tanggung jawab moral.*Refleksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Pemerataan Akses Energi, PLN UIW MMU Sambung Listrik Gratis di Pulau Banda

    Wujudkan Pemerataan Akses Energi, PLN UIW MMU Sambung Listrik Gratis di Pulau Banda

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Banda,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus memperluas layanan kelistrikan hingga ke pulau-pulau terluar. Melalui Program Light Up The Dream (LUTD), PLN kembali menyerahkan bantuan penyambungan listrik gratis kepada warga kurang mampu di Desa Tanah Rata, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Program yang dilaksanakan pada Kamis (27/11/2025) ini menjadi bukti nyata […]

  • Sambut Bulan K3 Nasional 2025, PLN UIW MMU Komitmen Tingkatkan Keselamatan Kerja

    Sambut Bulan K3 Nasional 2025, PLN UIW MMU Komitmen Tingkatkan Keselamatan Kerja

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menggelar Apel Siaga. Jumat, (10/01/2024). Apel Siaga Bulan K3 ini berlangsung hybrid bersama PLN Pusat dan PLN se-Indonesia, dan diikuti secara langsung oleh PLN UIW MMU dari lokasi Unit Layanan Pelanggan […]

  • Kantor Pertanahan Buru Selatan Serahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemprov Maluku

    Kantor Pertanahan Buru Selatan Serahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemprov Maluku

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menyerahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemerintah Provinsi Maluku sebagai bagian dari upaya pengamanan aset pemerintah daerah dan pemberian kepastian hukum atas tanah yang digunakan untuk pelayanan publik. Penyerahan sertipikat berlangsung di Ruang Loket Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan, dan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan. Selasa (30/6/2026). […]

  • PLN UIW MMU Perkuat Pasokan Listrik untuk Pendidikan dan Olahraga di Maluku Utara

    PLN UIW MMU Perkuat Pasokan Listrik untuk Pendidikan dan Olahraga di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN UP3 Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan energi listrik andal bagi sektor pendidikan dan olahraga. Jumat,05/12/2025. Tiga institusi strategis di Kota Ternate, yakni IAIN Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), serta fasilitas Pusat Pelatihan dan Mess Pemain […]

  • PC PMII Buru Dukung Satgas PKH Tertibkan PETI Gunung Botak

    PC PMII Buru Dukung Satgas PKH Tertibkan PETI Gunung Botak

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoneesia (PC PMII) Kabupaten Buru menyatakan dukungan penuh kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam pelaksanaan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PC PMII Buru, M. Idrus Barges yang menegaskan bahwa dukungan PC PMII Buru merupakan […]

  • PLN UP3 Sofifi Perkuat Budaya Keselamatan dan Perluas Akses Layanan Digital hingga Desa Garoujo

    PLN UP3 Sofifi Perkuat Budaya Keselamatan dan Perluas Akses Layanan Digital hingga Desa Garoujo

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan dan edukasi penggunaan aplikasi PLN Mobile kepada masyarakat Desa Garoujo, Kecamatan Oba Utara. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku […]

expand_less