Breaking News
light_mode

Pikiran dan Tindakan Kepemimpinan Amrullah Usemahu untuk Mata Garuda LPDP 2025

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 1.072
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tajukmaluku.com-Amrullah Usemahu memulai kariernya di dunia organisasi lebih dari dua dekade lalu, saat menjadi mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perikanan di Universitas Darussalam Ambon. Ia aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa. Karakter kepemimpinan Amrullah telah dibentuk sejak mahasiswa. Pada tahun 2007, ia terpilih sebagai Koordinator Wilayah Mahasiswa Perikanan se-Indonesia Timur dalam Musyawarah Wilayah VII Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia.

Lima tahun setelahnya, Amar masuk ke birokrasi. Ia diangkat sebagai ASN di Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tengah. Jabatan teknis ia emban silih berganti: Pengawas Perikanan, Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan Masohi, hingga Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan. Di luar jam kerja dinas, ia tetap aktif dalam berbagai organisasi profesi dan keislaman, antara lain ISPIKANI, ICMI, KAHMI, dan Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN).

Kini, setelah lima belas tahun menjadi aparatur sipil negara di Dinas Perikanan Maluku Tengah, ia kembali ke gelanggang organisasi—mencalonkan diri sebagai Ketua Mata Garuda Nasional, forum strategis alumni dan awardee LPDP.

Pencalonan itu tentu saja dibentuk oleh proses panjang: dari kampus, birokrasi, hingga komunitas keilmuan. Amar membawa visi untuk memperkuat peran alumni beasiswa negara dalam pembangunan daerah, dengan menekankan kolaborasi, inklusivitas, dan tata kelola yang partisipatif.

Amar—sapaan akrab Amrullah—lahir dan tumbuh di pesisir Maluku Tengah. Pengalamannya sejak mahasiswa membentuk cara pandangnya terhadap organisasi: baginya organisasi adalah jalan belajar, ruang untuk tumbuh melebihi bagan strukturtural jabatan.

Semasa kuliah di awal 2000-an, ia tak hanya menyelami teori sumber daya perikanan. Ia aktif mengorganisir forum-forum mahasiswa, dari tingkat jurusan hingga wilayah timur Indonesia. Sebagai tanggung jawab keilmuan, di tahun yang sama, Amar terus melebarkan pengalaman sampai ke negeri Sakura (Japan). Amar pernah mengikuti proses magang (Kenshusei) di Kapal Perikanan di daerah Miyazaki Ken, Jepang. Pada 2019, Amar mengikuti progam belajar manajemen Pengelolaan Koperasi Perikanan berskala internasional atau Japan International Coorporation Agency (JICA). Sempat terpilih menjadi peserta dalam Program International Visitor Leadership Program (IVLP) dari 5 negara bagian Amerika Serikat yang fokus pada Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan.

Amar sadar betul, jika penguatan kapasitas dan peningkatan sumber daya keilmuan penting untuk menunjang profesi dan pengabdian bagi masyarakat Maluku yang secara antropos adalah masyarakat pesisir dan kepulauan. Ia memutuskan untuk melanjutkan studi magister di IPB University tahun 2017 melalui program beasiswa LPDP jalur afirmasi yang dikenal sebagai Beasiswa Indonesia Timur (BIT). Ia mengambil Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan. “Beasiswa ini tidak hanya memberi akses pendidikan, tapi juga membentuk jaringan pengetahuan dan jejaring sosial baru,” katanya.

Selama di Bogor, ia tak hanya menyelesaikan studi. Ia terlibat dalam organisasi mahasiswa daerah, Persatuan Mahasiswa Maluku dan Maluku Utara (PERMAMA), dan tergabung dalam Kelurahan LPDP IPB. Jejak itu kemudian membawanya ke Mata Garuda—komunitas alumni dan awardee LPDP—yang ia pimpin di tingkat provinsi sebelum kini mencalonkan diri di tingkat nasional.

Kontestasi dan Gagasan

Dalam pemilihan Ketua Mata Garuda Nasional 2025, Amar termasuk salah satu dari 16 kandidat yang mengikuti proses seleksi administratif dan uji kelayakan oleh Dewan Direksi LPDP serta sejumlah profesional independen. Hanya tiga nama yang dinyatakan lolos ke tahap akhir, termasuk dirinya.

Amar membawa visi strategis: menjadikan Mata Garuda sebagai wadah yang Aktif, Kolaboratif, Sinergis, dan Inspiratif bagi pembangunan nasional dan daerah. Visi itu kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi, yang mencakup penguatan jejaring alumni, peningkatan peran strategis organisasi dalam pembangunan, pengarusutamaan nilai kebangsaan, hingga tata kelola yang transparan dan partisipatif.

Program kerja yang ia siapkan meliputi lima pilar: riset, pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan, serta keberagaman dan kesetaraan. Beberapa inisiatif yang ditawarkan antara lain Garuda Riset Policy Lab, Mata Garuda Teaching Fellowship, Startup Impact Challenge, hingga Mata Garuda Leadership Camp.

Alumni LPDP punya sumberdaya kompeten, siap dipakai membangun Indonesia. Dari jantung pemerintahan hingga wilayah pembangunan di Kabupaten/Kota se-Nusantara,” kata Amar.

Pemilihan Ketua Mata Garuda akan digelar pada 19 Juli 2025 secara daring dan serentak, melibatkan lebih dari enam ribu pemilih tetap—awardee dan alumni LPDP dari dalam dan luar negeri. Dalam sistem organisasi berbasis komunitas diaspora, kerja kepemimpinan tak hanya soal program, tapi kemampuan merawat kepercayaan dan menjaga arah gerak kolektif. Amar menyadari tantangan itu. Ia membawa pendekatan praktis, inklusif dan terorganisir. Pendekatan yang terbuka juga tegas. Terpimpin secara sistemik. Organisasi yang dipenuhi sumber daya manusia tak boleh hanya diisi dengan diskusi simbolik, tapi bergerak menyentuh akar masalah pembangunan, terutama di daerah-daerah yang selama ini jauh dari pusat kebijakan.

Maju dari Maluku ke forum nasional, Amar membawa satu hal yang konsisten: keyakinan bahwa organisasi bukan sekadar panggung, melainkan alat untuk bekerja nyata. Dari kampus ke birokrasi, dari ruang kelas ke komunitas pesisir, ia tetap berangkat dari prinsip yang sama—bahwa pengabdian terbaik dimulai dari mendengar, lalu menyambungkan, kemudian bekerja.

Organisasi mestinya diletakan pada fungsi paling dasar,” kata Amar. “Menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, dan ruang pengabdian.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Main “Tangan Besi” Abaikan Aturan Putus Kontrak Sepihak

    Wagub Main “Tangan Besi” Abaikan Aturan Putus Kontrak Sepihak

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath diduga mulai menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Gubernur Maluku kepadanya. Ini terlihat dari upayanya dalam menangani pedagang Pasar Mardika. Sebagaimana pernyataan yang disampaikan Wagub pada laman facebook milik pemerintah Provinsi Maluku. Pada 14 Juni 2025. Gubernur telah memandatkan tugas penataan pedagang kepada Wagub. Akan tetapi bukan pedagang yang diatur, malah usaha […]

  • Komisi III Desak Pemprov Naikkan Status Siaga Bencana

    Komisi III Desak Pemprov Naikkan Status Siaga Bencana

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Maluku mendesak Pemerintah Provinsi segera meningkatkan status siaga bencana, menyusul serangkaian peristiwa alam yang terjadi di awal musim timur. Salah satu bencana longsor bahkan telah merenggut korban jiwa dan merobohkan rumah warga. Anggota Komisi III DPRD Maluku, Alan Lohy, mengatakan peningkatan status siaga menjadi penting untuk mempercepat koordinasi lintas sektor serta memperjelas […]

  • Konsisten Dukung Transisi Energi, PLN UIW MMU Kembali Gelar Ramadan Electrifying Lifestyle 2025 di Gong Perdamaian

    Konsisten Dukung Transisi Energi, PLN UIW MMU Kembali Gelar Ramadan Electrifying Lifestyle 2025 di Gong Perdamaian

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Acara Ramadan Electrifying Lifestyle Fair (Relief) 2025 kembali hadir di Kota Ambon. Relief 2025 yang diselenggarakan PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara ini berlangsung selama dua hari, yakni 10 hingga 11 Maret 2025 di Taman Gong Perdamaian, Kota Ambon. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menuturkan, acara ini dilakukan setiap tahunnya dalam […]

  • Komunikasi Politik Pangan Lokal Maluku Menuju Indonesia Emas 2045

    Komunikasi Politik Pangan Lokal Maluku Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan bonus demografi menjadi potensi yang akan diterima Indonesia di tahun 2045. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat bahwa dengan skenario trend “business as usual,” jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 324 juta orang, bertambah sekitar 54,42 juta orang dari tahun […]

  • Inspektur Tambang Mangkir, DPRD Maluku Murka: “Sering Nongkrong di Kafe, Tapi RDP Tak Hadir”

    Inspektur Tambang Mangkir, DPRD Maluku Murka: “Sering Nongkrong di Kafe, Tapi RDP Tak Hadir”

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku, berubah panas setelah Kepala Inspektur Tambang Wilayah Maluku tidak muncul dalam forum pembahasan insiden lingkungan akibat patahnya tongkang milik PT Batutua Tembaga Raya (BTR). Forum yang membahas pencemaran laut usai peristiwa 26 Agustus 2025 itu terpaksa tertunda. Tongkang pengangkut material tambang milik BTR disebut patah di perairan, […]

  • Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Narasi Bahlil Lahadalia sebagai “martir politik” dalam polemik tambang nikel Pulau Gag, Raja Ampat, terdengar dramatis sekaligus menyesatkan. Kita disuguhi kisah seorang anak kampung dari Timur yang “dikorbankan” oleh elite karena keberaniannya membekukan tambang. Seolah-olah, langkah Bahlil adalah wujud keberpihakan terhadap lingkungan dan rakyat kecil. Sayangnya, kisah ini lebih mirip fiksi politik daripada realitas sosial. […]

expand_less