75 Tahun IDI, Tualeka: Perlunya Dokter Spesialis di Bumi Ita Wotu Nusa
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 295
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bula,Tajukmaluku.com-Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun ini terasa berbeda. IDI Maluku untuk pertama kalinya, organisasi profesi dokter tertua di Indonesia itu memilih Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sebagai tuan rumah perayaan. Bekerja sama dengan IDI Cabang SBT, rangkaian kegiatan dimulai dengan jalan sehat bersama Bupati SBT, Fachri Alkatiri, anggota DPR RI Ali Kolatlena, unsur Forkopimda, dan jajaran OPD Pemkab SBT.
Ketua Panitia, dr. Vivi Masuku, Sp.KK, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan HUT IDI kali ini tidak sekadar seremonial.
“Ada jalan sehat, senam bersama, seminar awam untuk masyarakat tentang penyakit tuberkulosis dan stunting, serta pelayanan dokter spesialis terpadu yang menghadirkan dokter spesialis dari Ambon dan Masohi,” ujarnya.
Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Alkatiri, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini di daerahnya. Orang nomor satu di SBT itu menilai kehadiran IDI Maluku menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah yang selama ini masih kekurangan tenaga spesialis.
“Kami apresiasi langkah IDI Wilayah Maluku yang mempercayakan perayaan HUT IDI ke-75 di Kabupaten SBT. Kehadiran para dokter spesialis dengan pelayanan gratis adalah bentuk nyata kepedulian IDI terhadap masyarakat kami,” kata Fachri.
Sementara Ketua IDI Wilayah Maluku, dr. Saleh Tualeka, menegaskan bahwa pemilihan Kabupate SBT bukan tanpa alasan. Selain bertepatan dengan pelantikan pengurus IDI Cabang SBT, juga karena adanya kebutuhan mendesak terhadap pelayanan spesialistik di bumi ita wotu nusa ini.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Kebutuhan pelayanan spesialis di SBT cukup tinggi. Karena itu, kami membawa tim lengkap dari IDI Kota Ambon dan Maluku Tengah agar masyarakat bisa merasakan layanan medis yang selama ini sulit diakses,” jelas Tualeka kepada Tajukmaluku.com. Jumat, (31/10/2025).
Tualeka juga menyoroti ketersediaan tenaga medis di daerah itu. Dari 22 puskesmas di SBT, seluruhnya kini sudah memiliki dokter umum. Namun, RSUD Bula masih kekurangan dokter spesialis penyakit dalam, salah satu layanan dasar yang vital bagi rumah sakit daerah.
“Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan IDI sendiri untuk memperkuat sinergi pemenuhan tenaga spesialis di kawasan timur Maluku,” ujar Tualeka.
Lebih lanjut, Tualeka menilai bahwa fasilitas dasar di RSUD Bula sebenarnya sudah cukup tersedia. Namun, untuk meningkatkan kualitas layanan, perlu ada penambahan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis bidang lain.
“Untuk layanan dasar di RSUD Bula sebenarnya sudah cukup memadai. Yang dibutuhkan sekarang adalah pengembangan layanan dengan konsekuensi penambahan SDM dokter spesialis lain seperti spesialis paru, mata, THT, dan saraf,” jelas Tualeka.
Diketahui, HUT IDI ke-75 ini bakal dilaksanakan dua hari, yakni dari tanggal 31 Oktober-1 November 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi refleksi kritis atas ketimpangan layanan kesehatan di daerah terpencil dan bermanfaat besar bagi masyarakat Seram Bagian Timur.*(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar