Medan Terjal dihadapi Baznas SBB Salurkan Zakat Ke Huamual
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
- visibility 76
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Huamual,Tajukmaluku.com-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seram Bagian Barat sukses mendistribusikan zakat dan sedekah kepada ratusan mustahik (penerima) yang berada di Desa Iha, Luhu, Kulur, dan sekitarnya. Senin,(24/03/2025).
Upaya pendistibusian zakat dan sedekah yang dilakukan para pengurus Baznas SBB tidaklah mudah, ragam hambatan,rintangan juga dihadapi selama perjalanan menuju lokasi penerima yang berada di Kecamatan Huamual.
Medan yang sulit itu, akhirnya berdampak terhadap agenda pendistribusian yang sedianya dijadwalkan pukul 14.00 WIT molor ke jam 18.41 WIT.
Pendistribusian zakat dan infak di Desa Iha dan Desa Luhu dilakukan oleh Baznas SBB bekerja sama dengan Rumah Inspirasi Iha Kulur dan Roemah Beta Kreatif Institut Hena Luhu sebagai mitra Baznas SBB.
“Ketika niat baik diperjuangkan dengan ketulusan, tak ada rintangan yang mampu menghalangi,” kata Ketua Baznas Kabupaten SBB, Syuaib Pattimura.
Semestinya perjalanan dari Piru, Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Barat ke Kecamatan Huamual dapat ditempuh empat jam saja, akan tetapi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah itu sangat parah.
Kendaraan yang ditumpangi tim Baznas SBB bahkan berulang kali mengalami masalah, terperosok ke luar badan jalan. Kondisi terparah bahkan dialami tim Baznas SBB saat menyalurkan zakat dan sedekah kepada penerima di Dusun Amoholu.
Jembatan darurat yang mereka lalui berlubang besar, menyebabkan salah satu kendaraan kembali terperosok. Pada pukul 22.30 WIT, Ketua Baznas SBB, Syuaib Pattimura, dengan sisa tenaga yang dimiliki, meminta bantuan untuk melakukan evakusi kendaraan yang terperosok ke dalam jurang. Setelah bekerja keras, kendaraan pun bisa dievakuasi dan perjalanan dilanjutkan.
Rombongan tiba di Amaholu menjelang tengah malam. Dengan tubuh yang lelah setelah seharian penuh menempuh perjalanan sulit, mereka memutuskan untuk beristirahat di petuanan Desa Luhu sebelum melanjutkan tugas mereka keesokan harinya.
“Perjalanan ini jauh dari kata mudah. Di tengah jalan, kendaraan terperosok ke dalam kubangan lumpur akibat jalanan yang rusak parah. Selama berjam-jam kami berusaha mengeluarkan kendaraan dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkap Syuaib sembari menekankan zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memperjuangkan hak mereka yang membutuhkan. Tak peduli seberapa sulit medan yang harus ditempuh, amanah tetap harus disampaikan.(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar