Breaking News
light_mode

Keruntuhan Trust: Dari Aksi Massa Menuju Ancaman Supremasi Sipil

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 1.089
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Abe Yanlua

Tajukmaluku.com-Sejarah selalu mempunyai cara untuk mengingatkan kita. Situasi yang memanas di tanggal 28 Agustus 2025, disusul eskalasi bentrok, yang diwarnai gas air mata, batu dan bom molotov, setelah kendaraan brimob melindas seorang pengemudi ojol Affan Kurniawan di depan massa protes dan mata kamera. segera para personel diamankan dan diperiksa, namu rasa-rasanya kepercayaan publik (Public Trust), terlanjur mengalami keruntuhan.

Kumpulan Masalah

Gelombang protes yang terjadi hari-hari ini di beberapa kota di Indonesia, memang dialasi oleh beragam persoalan, disonansi yang terjadi dimulai dari persoalan, kemiskinan, lahan pekerjaan, kenaikan pajak, dan kesan elit politik yang mendapatkan keistimewaan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat, serta cara komunikasi para anggota DPR terkesan menghina masyarakat. puncaknya kematian Affan Menjadi katalis ledakan kemarahan dari semua persoalan ini.

Aksi masa ini bukanlah merupakan aksi spontan kematian. kematian Affan berfungsi sebagai Focal Point atau Wake-up Call yang mempersatukan narasi ketidak adilan. dalam Teori social Movement, sebuah peristiwa tragis sering kali menjadi Political Opportunity, yang memobilisasi massa dalam sebuah insiden yang melibatkan aparat, dengan cepat akan bertransformasi dari kasus individu menjadi simbol kekerasan negara (State Violence)

Kita tau beberapa tragedi yang kemudian menjadi focal point di antaranya. Tragedi Muhammad Yusuf Kardawi (Yusuf) yang tewas dalam kerusuhan di Tolikara (2021) menjadi simbol ketegangan bernuansa SARA dan memicu gelombang kemarahan. Kematian George Floyd di AS (2020) adalah contoh global bagaimana satu insiden menjadi katalis global bagi gerakan Black Lives Matter melawan kekerasan polisi, menunjukkan pola bagaimana sebuah tragedi personal dapat mendapatkan resonansi universal. Mohamed Bouazizi membakar dirinya sebagai bentuk protes terhadap penyitaan dan dan penghinaan yang dilakukan oleh seorang pejabat. tindakanya ini menjadi awal dari bergulirnya revolusi Tunisia.

Sementara Doug McAdam, seorang profesor sosiologi dari Stanford University yang terkenal dengan teori mobilisasi politik, berargumen bahwa ketidakpuasan yang sudah ada membutuhkan insiden pencetus untuk memobilisasi massa. Insiden itu harus dapat dirangkum dalam sebuah narasi sederhana tentang ketidakadilan yang mudah dipahami dan dikomunikasikan (McAdam, 1982).

Sehingga apa yang terjadi hari-hari ini bukanlah respons spontan terhadap satu kebijakan, melainkan letupan rasa ketidakadilan. Ia menyuarakan keresahan: lemahnya kemampuan bukan hanya lemahnya bahkan pada ketidakmampuan negara dalam memenuhi mandatnya.

Hilangnya kepercayaan Masyarakat (withdrawal of consent)

Protes yang berujung pada aksi amukan massa terhadap Institusi negara, terutama kepada DPR. diakibatkan oleh adanya disonansi, dimana DPR sebagai Perwakilan Rakyat, alih-alih menjadi kanal atau saluran aspirasi masyarakat, justru malah mengalami kemacetan dan terkesan memperkeruh masalah lewat serangkaian komunikasi yang buruk. Ketika saluran formal ini macet atau tidak didengar, jalan satu-satunya yang tersisa bagi rakyat adalah turun ke jalan.

Seperti yang diungkapkan oleh filsuf Jurgen Habermas (1991) tentang public sphere (ruang publik), di mana diskursus publik yang kritis terbentuk di luar institusi negara. Unjuk rasa adalah manifestasi fisik dari ruang publik tersebut, di mana warga secara langsung menyatakan ketidaksetujuannya. begitupun dengan Kematian Affan bukan tragedi personal, melainkan simbol hilangnya jaminan keselamatan warga dari institusi kepolisian yang seharusnya melindunginya.

Dititik inilah dimensi terpenting terletak pada erosi kepercayaan publik Trust. ketika bangunan kepercayaan itu runtuh. maka kohesi sosial akan mengalami keretakan, Masyarakat akan mengambil pilihan non demokratis untuk mengekspresikan ketidakpuasannya bahkan sampai pada taraf perbuatan criminal. Bagi Fukuyama (1995), trust bukan sekadar perasaan interpersonal, melainkan lem perekat masyarakat modern yang kompleks dan prasyarat bagi stabilitas demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Kerusuhan sosial tersebut adalah manifestasi nyata dari erosi trust yang parah terhadap institusi-institusi utama negara.

Persoalan jika kondisi ini terus dibiarkan mengalami Snowball Effect, maka supremasi sipil civilian supremacy bisa saja menjadi taruhannya. Kini ancaman terhadap supremasi Sipil tengah mengintai kita, dan jika alasan ini dijadikan dalil negara untuk menormalisasi peran militer dirana sipil yang dalam pengande Prof Jimly sebagai “Staatsnoodrecht” Berupa hak negara untuk bertindak diluar ketentuan UU dan bahkan apabila diperlukan. sehingga memungkinkan keterlibatan militer dalam mengendalikan massa dengan cara represif, dengan menggunakan senjata dan dan peluru. Kepercayaan publik ambruk, ruang sipil dipersempit, demokrasi tinggal kulit. Supremasi sipil hilang, digantikan kontrol militer di ruang publik.

Ingat kita tidak boleh mengulang sejarah saat keamanan dijadikan dalil untuk menukarnya dengan kebebasan. jika situasi ini terus berlangsung kita semua sudah harus berhitung ulang.*

Penulis adalah seorang pengajar di Universitas Pattimura.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Pertanahan Buru Selatan Serahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemprov Maluku

    Kantor Pertanahan Buru Selatan Serahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemprov Maluku

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menyerahkan Sertipikat Hak Pakai kepada Pemerintah Provinsi Maluku sebagai bagian dari upaya pengamanan aset pemerintah daerah dan pemberian kepastian hukum atas tanah yang digunakan untuk pelayanan publik. Penyerahan sertipikat berlangsung di Ruang Loket Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan, dan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan. Selasa (30/6/2026). […]

  • Kapolda Banten Nyatakan “Perang” Terbuka pada Premanisme, PB HMI: Ini Langkah Nyata Tegakkan Rasa Aman

    Kapolda Banten Nyatakan “Perang” Terbuka pada Premanisme, PB HMI: Ini Langkah Nyata Tegakkan Rasa Aman

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Langkah tegas Kapolda Banten, Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam memerangi premanisme mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. M. Nur Latuconsina, Wakil Sekretaris Bidang Hukum, Keamanan, dan Pertahanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), menilai aksi Kapolda sebagai bentuk konkret penegakan hukum demi menciptakan ruang publik yang aman dan beradab. Latuconsina mengapresiasi keberhasilan […]

  • Gelar Rapat Perdana, Ini Pesan Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025-2030

    Gelar Rapat Perdana, Ini Pesan Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025-2030

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Bertempat di Aula Maluku City Mall (MCM), Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisuta menggelar rapat atau apel perdana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN lingkup Pemerintah Kota Ambon. Selasa, (04/03/2025). Sekitar 2.000 ASN hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Penjabat Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette, para asisten, serta […]

  • Rumah Warga di Dusun Katapang SBB Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

    Rumah Warga di Dusun Katapang SBB Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SBB,Tajukmaluku.com-Sebuah rumah tinggal milik warga di Dusun Katapang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, hangus terbakar pada Kamis malam (22/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIT. Peristiwa tersebut diduga kuat akibat unsur kesengajaan atau pembakaran oleh orang tak dikenal. Rumah yang terbakar diketahui milik pasangan suami istri, Fitria Samal dan Jamblu Apiutung. Berdasarkan keterangan keluarga, […]

  • PLN UIW MMU Bantu Kopi Tuni Tembus Pasar Global, Omzet Naik Lebih dari 80%

    PLN UIW MMU Bantu Kopi Tuni Tembus Pasar Global, Omzet Naik Lebih dari 80%

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “PLN Peduli” menyalurkan bantuan kepada Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku. Untuk diketahui, Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku merupakan sebuah koperasi berbasis komunitas yang fokus mengangkat potensi kopi lokal melalui brand Kopi Tuni. Bantuan yang diberikan meliputi rumah […]

  • Polemik SK DPP PPP, Rovik: “Saya Pernah Ditawari jadi PLT, Saya Tolak Karna Saya Bukan Pengkhianat”

    Polemik SK DPP PPP, Rovik: “Saya Pernah Ditawari jadi PLT, Saya Tolak Karna Saya Bukan Pengkhianat”

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rovik Akbar Afifuddin dengan tegas menolak Surat Keputusan (SK) DPP PP Nomor 0056/SK/DPP/W/II/2026 tentang penetapan Muhammad Reza Bahawerez dan Muhammad Husein Tuharea sebagai Plt. Ketua dan Sekretaris Wilayah PPP Maluku, menggantikan posisi Azis Hentihu dan Rovik. Kata Rovik, penunjukan tersebut belum sepantasnya dilaksanakan lantaran PPP saat ini masih terjebak dalam fluktuasi dualisme kepemimpinan antara kubu […]

expand_less