Breaking News
light_mode

KNPI Maluku Dorong Kurikulum Berbasis Laut-Pulau dan Apresiasi Bupati Bursel Ditengah Efesinsi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 311
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD KNPI Maluku, Arman Kalean, menegaskan masa depan daerah sangat ditentukan dari ruang kelas. Ia mendorong lahirnya kurikulum berbasis laut-pulau sebagai fondasi pembangunan Maluku, sekaligus mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Membangun Daerah dari Ruang Kelas: Peran Pendidikan dan Kepemimpinan dalam Mendorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan” yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Ambalau (HIPPMAS) Siwar di Hotel Grand Avira, Ambon (11/1/ 2026).

Lewat presentasi berjudul “Pendidikan, Kurikulum, dan Ideologi: Politik Pengetahuan dari Freire, Apple, Giroux, hingga Bourdieu” ,Arman membedah pemikiran Paulo Freire, Michael W. Apple, Henry Giroux, dan Pierre Bourdieu untuk menggarisbawahi ruang kelas sebagai arena politik yang menentukan arah kepemimpinan dan struktur sosial di masa depan.

“Pendidikan apolitis melahirkan pemimpin apatis. Pendidikan kritis melahirkan pemimpin transformatif,” tegasnya.

Arman juga mengkritik model pendidikan yang hanya menempatkan murid sebagai objek pasif dan guru sebagai otoritas tunggal. Model seperti itu, menurutnya, hanya mencetak kepatuhan prosedural tanpa menanam metode berpikir kritis kepada siswa. Ia mendorong pendekatan dialogis yang berangkat dari realitas masyarakat pesisir dan kepulauan.

Di Buru Selatan dan Maluku secara umum, kata dia, kurikulum nasional kerap mengabaikan sejarah lokal, budaya pesisir, serta pengalaman hidup masyarakat pulau. Ia menyebut fenomena itu sebagai bentuk “official knowledge” yang menyingkirkan karakter sosial tiap-tiap daerah. Akibatnya, anak-anak tumbuh dengan referensi yang jauh dari ruang hidup mereka sendiri.

Karena itu, KNPI Maluku mendorong kurikulum berbasis laut-pulau. Kurikulum ini mengintegrasikan kearifan lokal, sejarah maritim, ekologi pesisir, serta dinamika sosial kepulauan ke dalam pembelajaran.

“Kita ini provinsi kepulauan. Identitas sebagai masyarakat pesisir harus terintegrasikan dalam kurikulum. Laut harus menjadi sekolah, tempat para siswa sandarkan cita-cita mereka.”ujarnya.

Dalam forum tersebut, Arman juga menyampaikan sejumlah poin yang ia sebut sebagai policy brief untuk Buru Selatan.

Pertama, peningkatan literasi sebagai agenda prioritas. Ia meminta pemerintah daerah memperkuat budaya baca, memperluas akses bahan bacaan kontekstual, dan mengaitkan literasi dengan kearifan lokal.

Kedua, adaptasi budaya lokal dalam kurikulum sekolah. Ia menekankan pentingnya memasukkan sejarah Ambalau dan Buru Selatan, tradisi pesisir, serta pengetahuan lokal sebagai bagian dari materi ajar.

Ketiga, memotivasi guru untuk meneliti. Guru, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai pelaksana kurikulum. Mereka harus menjadi produsen pengetahuan yang menulis, meneliti, dan memetakan persoalan pendidikan di wilayahnya sendiri.

Keempat, program mobile guru untuk menjawab tantangan geografis. Skema ini ia nilai relevan bagi wilayah kepulauan yang tersebar dan sulit dijangkau, agar distribusi layanan pendidikan tidak mengalami kendala.

Arman juga menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Buru Selatan yang tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas di tengah kebijakan efisiensi. Ia menilai komitmen itu penting agar efisiensi tidak berujung pada pengerdilan sektor strategis.

“Pembangunan berkelanjutan butuh pemimpin hasil pendidikan kritis, bukan output kurikulum teknokratis,” ujarnya, mengutip kembali garis besar materinya.

Bagi KNPI Maluku, membangun daerah dari ruang kelas itu strategi ideologis untuk memastikan Maluku berdiri dengan identitasnya sendiri yakni laut, pulau, dan manusia yang punya nalar kritis.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskon Tambah Daya dalam Rangka Hari Listrik Nasional ke- 79, Tinggal 3 Hari Lagi

    Diskon Tambah Daya dalam Rangka Hari Listrik Nasional ke- 79, Tinggal 3 Hari Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) memberikan promo khusus bagi pelanggan berupa diskon besar untuk penambahan daya listrik. Promo ini diberikan khusus dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79, dan berlaku mulai 23 hingga 31 Oktober 2024. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Awat Tuhuloula menyampaikan, kebutuhan listrik masyarakat di […]

  • Hanya Karena Ganti Nasi jadi Ubi untuk Menu MBG, Ahli Gizi Ini Langsung Dipecat

    Hanya Karena Ganti Nasi jadi Ubi untuk Menu MBG, Ahli Gizi Ini Langsung Dipecat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram, Hermawan Riadi mengaku telah memecat seorang ahli gizi karena yang bersangkutan mengganti menu nasi menjadi ubi untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, menu makanan yang telah ditetapkan oleh ahli gizi itu merupakan sumber karbohidrat yang seharusnya serupa dengan nasi, serta telah melalui proses koreksi beberapa […]

  • DPRD Maluku Ingatkan Pengelolaan Blok Masela Libatkan Anak Daerah

    DPRD Maluku Ingatkan Pengelolaan Blok Masela Libatkan Anak Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Muhammad Fauzan Rahawarin menegaskan pentingnya pelibatan sumber daya manusia (SDM) lokal atau anak daerah serta percepatan pembangunan infrastruktur dalam pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela. Penegasan tersebut disampaikan usai rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku, SKK Migas, dan INPEX Corporation terkait rencana groundbreaking proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (31/3/2026). Fauzan […]

  • Pengurus IDI Buru Selatan Masa Bakti 2025–2028 Resmi Dilantik

    Pengurus IDI Buru Selatan Masa Bakti 2025–2028 Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buru Selatan masa bakti 2025–2028 resmi dilantik. Acara ini digelar di Aula Kantor Bupati Buru Selatan, Kota Namrole. Sabtu (31/01/2026). Pelantikan ini menegaskan komitmen Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi dalam memperkuat etika dan profesionalisme dokter, sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan guna meningkatkan kualitas […]

  • Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Menteri Nusron: Jadi Momentum Hijrah Menuju Perbaikan

    Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Menteri Nusron: Jadi Momentum Hijrah Menuju Perbaikan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Semarang,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan tausiyah dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dan Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (16/06/2026). Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi dan […]

  • Hampir 3 Bulan Tanpa Kepastian, Tim Penasihat Hukum Tuntut Kapolda Usut Kematian Fikram Heluth di Tambang Sinabar

    Hampir 3 Bulan Tanpa Kepastian, Tim Penasihat Hukum Tuntut Kapolda Usut Kematian Fikram Heluth di Tambang Sinabar

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim Penasihat Hukum keluarga Fikram Heluth mendatangi Polda Maluku untuk menyerahkan surat resmi kepada Kapolda Maluku terkait lambannya penanganan kasus kematian Fikram Heluth. Surat tersebut diserahkan melalui Sekretariat Umum (Setum) Polda Maluku oleh tim hukum yang terdiri dari Abdul Safri Tuakia, Herman Masry, dan Umar Lebe Tuasikal. Langkah ini diambil setelah hampir tiga bulan berlalu […]

expand_less