Breaking News
light_mode

KNPI Maluku Dorong Kurikulum Berbasis Laut-Pulau dan Apresiasi Bupati Bursel Ditengah Efesinsi

  • account_circle Admin
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD KNPI Maluku, Arman Kalean, menegaskan masa depan daerah sangat ditentukan dari ruang kelas. Ia mendorong lahirnya kurikulum berbasis laut-pulau sebagai fondasi pembangunan Maluku, sekaligus mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Membangun Daerah dari Ruang Kelas: Peran Pendidikan dan Kepemimpinan dalam Mendorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan” yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Ambalau (HIPPMAS) Siwar di Hotel Grand Avira, Ambon (11/1/ 2026).

Lewat presentasi berjudul “Pendidikan, Kurikulum, dan Ideologi: Politik Pengetahuan dari Freire, Apple, Giroux, hingga Bourdieu” ,Arman membedah pemikiran Paulo Freire, Michael W. Apple, Henry Giroux, dan Pierre Bourdieu untuk menggarisbawahi ruang kelas sebagai arena politik yang menentukan arah kepemimpinan dan struktur sosial di masa depan.

“Pendidikan apolitis melahirkan pemimpin apatis. Pendidikan kritis melahirkan pemimpin transformatif,” tegasnya.

Arman juga mengkritik model pendidikan yang hanya menempatkan murid sebagai objek pasif dan guru sebagai otoritas tunggal. Model seperti itu, menurutnya, hanya mencetak kepatuhan prosedural tanpa menanam metode berpikir kritis kepada siswa. Ia mendorong pendekatan dialogis yang berangkat dari realitas masyarakat pesisir dan kepulauan.

Di Buru Selatan dan Maluku secara umum, kata dia, kurikulum nasional kerap mengabaikan sejarah lokal, budaya pesisir, serta pengalaman hidup masyarakat pulau. Ia menyebut fenomena itu sebagai bentuk “official knowledge” yang menyingkirkan karakter sosial tiap-tiap daerah. Akibatnya, anak-anak tumbuh dengan referensi yang jauh dari ruang hidup mereka sendiri.

Karena itu, KNPI Maluku mendorong kurikulum berbasis laut-pulau. Kurikulum ini mengintegrasikan kearifan lokal, sejarah maritim, ekologi pesisir, serta dinamika sosial kepulauan ke dalam pembelajaran.

“Kita ini provinsi kepulauan. Identitas sebagai masyarakat pesisir harus terintegrasikan dalam kurikulum. Laut harus menjadi sekolah, tempat para siswa sandarkan cita-cita mereka.”ujarnya.

Dalam forum tersebut, Arman juga menyampaikan sejumlah poin yang ia sebut sebagai policy brief untuk Buru Selatan.

Pertama, peningkatan literasi sebagai agenda prioritas. Ia meminta pemerintah daerah memperkuat budaya baca, memperluas akses bahan bacaan kontekstual, dan mengaitkan literasi dengan kearifan lokal.

Kedua, adaptasi budaya lokal dalam kurikulum sekolah. Ia menekankan pentingnya memasukkan sejarah Ambalau dan Buru Selatan, tradisi pesisir, serta pengetahuan lokal sebagai bagian dari materi ajar.

Ketiga, memotivasi guru untuk meneliti. Guru, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai pelaksana kurikulum. Mereka harus menjadi produsen pengetahuan yang menulis, meneliti, dan memetakan persoalan pendidikan di wilayahnya sendiri.

Keempat, program mobile guru untuk menjawab tantangan geografis. Skema ini ia nilai relevan bagi wilayah kepulauan yang tersebar dan sulit dijangkau, agar distribusi layanan pendidikan tidak mengalami kendala.

Arman juga menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Buru Selatan yang tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas di tengah kebijakan efisiensi. Ia menilai komitmen itu penting agar efisiensi tidak berujung pada pengerdilan sektor strategis.

“Pembangunan berkelanjutan butuh pemimpin hasil pendidikan kritis, bukan output kurikulum teknokratis,” ujarnya, mengutip kembali garis besar materinya.

Bagi KNPI Maluku, membangun daerah dari ruang kelas itu strategi ideologis untuk memastikan Maluku berdiri dengan identitasnya sendiri yakni laut, pulau, dan manusia yang punya nalar kritis.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Malra, DPRD Maluku Keluarkan Rekomendasi Evaluasi Kinerja Kapolres

    Konflik Malra, DPRD Maluku Keluarkan Rekomendasi Evaluasi Kinerja Kapolres

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku mengeluarkan rekomendasi untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Maluku Tenggara (Malra) . Rekomendasi tersebut didorong oleh desakan kuat dari masyarakat dan anggota DPRD yang menilai penanganan konflik di wilayah tersebut belum optimal. Hal itu dibenarkan Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton. Ia mengungkapkan, keputusan itu resmi dikeluarkan saat rapat koordinasi bersama Forkopimda, BNN, […]

  • Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pengunjung di Ambon City Center (ACC) mengeluh terkait sistem parkiran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Ambon itu, Rabu (3/12/2025). Mengingat, dari kurang lebih tiga loket parkir yang tersedia, hanya satu yang dibuka untuk melayani kendaraan roda dua maupun roda empat yang keluar dari ACC. Padahal, jumlah kendaraan yang didominasi roda dua itu sangat […]

  • Seruan Damai dalam Himbauan Terbuka, Gubernur Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi

    Seruan Damai dalam Himbauan Terbuka, Gubernur Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, angkat bicara terkait konflik yang terjadi di Desa Sawai, Rumah Ola, dan Masihulan, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam pernyataan resminya, ia menyesalkan bentrokan antarkelompok masyarakat yang menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian materil. “Saya meminta warga di ketiga desa itu untuk menahan diri, tidak terhasut oleh provokasi pihak mana […]

  • Ekspor 15 Ton Ikan Ke Vietnam, Walikota Tual Dukung  Maluku Integrated Port

    Ekspor 15 Ton Ikan Ke Vietnam, Walikota Tual Dukung Maluku Integrated Port

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-Sebanyak 15 ton ikan segar asal Kota Tual siap diekspor pekan depan ke Vietnam langsung dari Tual. Ikan yang akan diekspor terdiri dari jenis Ikan Kerapu, Ikan Angola, Ikan Tuna, Ikan Kakap, semuanya merupakan hasil tangkapan nelayan Tual dengan nilai jual sebesar Rp3,3 miliar (kurs 16.850). Untuk mendukung kelancaran proses ekspor perdana tahun 2025 ke […]

  • Proyek Kolam Renang Mangkrak, Mahasiswa Unpatti Desak Evaluasi BLU dan Pemeriksaan Kontraktor

    Proyek Kolam Renang Mangkrak, Mahasiswa Unpatti Desak Evaluasi BLU dan Pemeriksaan Kontraktor

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Mahasiswa Unpatti mendesak Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Pattimura untuk mengevaluasi kinerja satuan kerja (Satker) BLU kampus tersebut. Selain itu, mereka juga meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, dan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku untuk segera memeriksa Direktur CV. Femero selaku kontraktor proyek pembangunan […]

  • PB HMI Punya Utang Tiket Pesawat Rp 1,2 M untuk Hadiri Kongres, QRS Travel Minta Segera Lunasi

    PB HMI Punya Utang Tiket Pesawat Rp 1,2 M untuk Hadiri Kongres, QRS Travel Minta Segera Lunasi

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Kuasa Hukum Quantitas Rezeki Semesta (QRS Travel), Fadli Rumakefing minta kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) agar segera menunjukkan iktikad baik dan dengan segera menyelesaikan pembayaran utang tiket pesawat sebesar Rp 1,2 Miliar kepada kliennya. Mengingat, kasus ini sudah terjadi sejak tahun 2023, dimana saat itu PB HMI menggelar Kongres Himpunan Mahasiswa Islam […]

expand_less