Breaking News
light_mode

Seratus Tahun NU Momentum Kebangkitan Ekonomi Jamiyah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 310
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Masyuri Maswatu

(Wasekjen DPP GP Ansor)

NU didirikan pada 1926 bukan dalam ruang hampa. Ia lahir dari kegelisahan atas kolonialisme, perubahan otoritas keagamaan global, serta ketegangan antara purifikasi dan tradisi. Sejak awal, NU mengambil posisi khas: mempertahankan sanad keilmuan dan tradisi pesantren, sembari membuka diri terhadap realitas modern. sejak awal berdiri, NU berperan aktif mengonsolidasikan umat Islam penganut Ahlussunnah wal Jamaah. Konsolidasi ini bukan semata soal organisasi, tetapi juga soal menjaga keseimbangan antara teks dan konteks, antara dalil dan realitas sosial. Karena itulah, NU mampu diterima luas oleh masyarakat akar rumput, dari desa hingga kota, dari pesantren hingga ruang publik kebangsaan.

Kontribusi NU terhadap bangsa tidak bisa dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Bersama elemen umat Islam lainnya, NU ikut menghimpun kekuatan melalui federasi Majelis Islam A’la Indonesia. Puncaknya, sikap keagamaan NU yang berpihak pada kemerdekaan dan keutuhan tanah air termanifestasi dalam Resolusi Jihad 1945—sebuah keputusan monumental yang menggerakkan umat mempertahankan Republik Indonesia dari upaya penjajahan kembali. Di masa kemerdekaan, NU tidak pernah menanggalkan peran kebangsaannya. Ia hadir sebagai penjaga keutuhan NKRI, penopang stabilitas sosial, dan benteng moderasi Islam.

Pilihan NU untuk tetap setia pada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah kompromi ideologis, melainkan hasil ijtihad kebangsaan yang berpijak pada maqashid syariah: menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan kehormatan. Memasuki usia satu abad, akar sejarah ini menjadi modal besar. Namun, akar yang kuat saja tidak cukup jika tidak dirawat dan disirami dengan kesadaran zaman.

Islam dan Etos Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai krisis dalam beberapa aspek kehidupan. Salah satu problem yang akut adalah menyangkut persoalan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Menghadapi era persaingan bebas atau pasar bebas, masyarakat Nahdliyin diharapkan mampu bersaing secara produktif, kreatif dan inovatif. Masyarakat saat ini bisa dikatakan belum siap menghadapi era persaingan bebas, disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih jauh dari kualitas memadai untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman globalisasi, dengan ciri utama persaingan dan pasar bebas. Rendahnya SDM mengakibatkan kemiskinan multidimensi: kemiskinan intelektual, kemiskinan sosial, kemiskinan metodologis dan kemiskinan ekonomis. Karena itulah, pemberdayaan ekonomi dan kemadirian masyarakat Nahdliyin perlu diintensifkan melalui pendidikan di pesantren dan sekolah, pendampingan masyarakat, pelatihan wiraswasta, lembaga pelatihan dan dalam bentuk program-program nyata lainnya. Secara terminologis, pemberdayaan masyarakat berarti mentransformasikan dan melembagakan semua segi ajaran Islam dalam kehidupan keluarga (usrah), kelompok sosial (jama’ah) dan masyarakat (ummah).

Menurut KH. Sahal Mahfudh terminologi pengembangan/ pemberdayaan dan dakwah tidak jauh beda. Sebab keduanya adalah proses dari serangkaian kegiatan yang mengarah pada peningkatan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Keduanya sama-sama meningkatkan kesadaran dari berperilaku tidak baik menjadi berperilaku yang baik.

Ia mendefinisikan dakwah/pemberdayaan dengan mengutip pendapat Syaikh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayah al-Mursyidin: “Dakwah adalah mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar ia bahagia di dunia dan akhira. Di tengah kehidupan global yang menjadikan ekonomi sebagai fondasi kehidupan, masyarakat Nahdliyin perlu mendapat pencerahan, arahan dan landasan tentang praktik perekonomian yang islami.

Fokus Gerakan Ekonomi NU Jamiyah

Gerakan ekonomi NU sebenarnya tidak jalan di tempat, tetapi berjalan cukup dinamis menurut ukuran tradisi NU sendiri. Namun, jika dibandingkan dengan perubahan zaman yang begitu cepat dan perkembangan di ormas-ormas keagamaan lain, apa yang dicapai NU di sektor ini masih jauh dari ideaL. Satu fakta yang menarik untuk diungkap adalah keteladan para pendiri NU dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Kiai Wahab Hasbullah beserta teman-temannya mendirikan sejak awal memastikan bahwa peran Nahdlatut Tujjar adalah dalam memberdayakan ekonomi umat. Karenanya, keinginan mulia ini mendapat dukungan dari para pendiri NU, yang kebanyakan adalah para pedagang atau sekurang-kurangnya mempunyai unit produksi yang membuat mereka bisa mandiri secara ekonomi. Hingga kini sebenarnya sudah banyak gerakan pemberdayaan ekonomi umat maupun menata amal usaha NU. Diperkirakan sekitar 5.000 koperasi berbadan hukum yang dibuat oleh warga NU atau oleh lembaga NU. Industri kreatif maupun perdagangan berbasis NU juga banyak berkembang. Seperti pembuatan batik, sarung, kopiah, mukena, dan aneka produk konsumsi lain. Lembaga, ikatan dan himpunan pengusaha di lingkungan santri dan NU juga telah bermunculan.

Dalam hitungan valuasi aset, menurut catatan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU, tidak kurang 24.000 pesantren secara kultural maupun struktural berada di bawah NU dan tersebar hingga pelosok-pelosok Indonesia. Begitu juga perguruan tinggi dan rumah sakit di lingkungan NU sangat banyak.

Jadi, sesungguhnya potensi ekonomi NU dengan asetnya yang besar merupakan kekuatan baru untuk menggerakkan NU ke arah matra sosial ekonomi dalam menapaki modernitas kehidupan. Satu saja kuncinya, diperlukan “manajer keuangan-bisnis” yang bisa menggerakkan potensi ekonomi menjadi kekuatan riil ekonomi NU. Caranya, kegiatan ekonomi NU harus beradaptasi, bahkan bisa menggerakkan pada instrumen pasar modal, e-commerce, fintech yang kesemuanya harus menguasai digital competence di bidang bisnis dan ekonomi.

Hasilnya, dengan kokohnya kemandirian ekonomi modern dan moralitas spiritual NU, maka akan terjadi kolaborasi antara NU dan negara Indonesia untuk menghadang masuknya liberalisasi ekonomi dan paham-paham keagamaan baru yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. Insya Allah NU akan terus berbenah dengan nilai ekonomi jamaiyah.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madinah dan Demokrasi: Rovik Bongkar Akar Kepemimpinan Islam di Traning Raya HMI

    Madinah dan Demokrasi: Rovik Bongkar Akar Kepemimpinan Islam di Traning Raya HMI

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wacana kepemimpinan politik Islam kembali mengemuka dalam Forum Latihan Kader (LK) II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon. Dalam sesi ke-6 forum tersebut, politisi muda Maluku sekaligus kader senior HMI, Rovik Akbar Afifuddin, tampil membedah ulang konsep kepemimpinan Islam dengan pendekatan reflektif dan teologis. Mengusung tema “Membangun Kemuliaan Baru: Inspirasi dari Politik Kepemimpinan Islam […]

  • Mourits Tamaela Kembali Pimpin NasDem Kota Ambon

    Mourits Tamaela Kembali Pimpin NasDem Kota Ambon

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD Partai NasDem Kota Ambon, Mourits Tamaela, kembali dipercaya memimpin partai besutan Surya Paloh itu untuk lima tahun ke depan. Penetapan tersebut menegaskan konsistensi kepercayaan DPW NasDem Maluku di bawah kepemimpinan Hamdani Laturua, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas capaian kinerja NasDem Kota Ambon pada periode sebelumnya. Dalam sambutannya Mourits menyampaikan terima kasih kepada seluruh […]

  • Menteri Nusron Wahid Tegaskan Seluruh Tanah di Indonesia itu Milik Negara

    Menteri Nusron Wahid Tegaskan Seluruh Tanah di Indonesia itu Milik Negara

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa seluruh tanah di Indonesia adalah milik negara.  Untuk itu, masyarakat hanya berhak menguasai atau mengelola tanah tersebut sesuai peraturan yang berlaku. “Perlu diketahui tanah itu tidak ada yang memiliki, yang memiliki tanah itu negara, orang itu hanya menguasai,” ucap Nusron, Minggu (10/8/2025). […]

  • Soal Penyusulan RTRW di SBT, Fiqran Yusuf Minta Libatkan Masyarakat

    Soal Penyusulan RTRW di SBT, Fiqran Yusuf Minta Libatkan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Maluku, Fiqran M. Yusuf, ST., M.PWK, menyorot proses penyusunan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dinilai belum mengedepankan prinsip partisipasi publik secara optimal. Menurutnya, RTRW adalah ruh dari pembangunan wilayah yang harus disusun dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan menyeluruh. “RTRW itu […]

  • Debat Perdana Pilgub Maluku 2024: Tiga Paslon Bertarung Gagasan untuk Wujudkan Maluku Berdaya Saing dan Berbudaya

    Debat Perdana Pilgub Maluku 2024: Tiga Paslon Bertarung Gagasan untuk Wujudkan Maluku Berdaya Saing dan Berbudaya

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku sukses menggelar Debat Pertama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2024, Sabtu (27/10/2024). Acara yang digelar di Ballroom The Natsepa Hotel ini disiarkan langsung oleh TRANSTV pukul 10.00 WIT dan dapat diakses melalui live streaming di kanal resmi YouTube KPU Provinsi Maluku. Debat perdana ini mengusung tema “Akselerasi […]

  • Dorong Perekonomian dan Kesejahteraan, PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 7 Lokasi Kabupaten Kepulauan Aru

    Dorong Perekonomian dan Kesejahteraan, PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 7 Lokasi Kabupaten Kepulauan Aru

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aru,Tajukmaluku.com-Setelah sukses meresmikan layanan listrik 24 jam penuh di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menorehkan pencapaian signifikan. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dobo, PLN meningkatkan pola operasi kelistrikan di delapan lokasi di Kabupaten Kepulauan […]

expand_less